Daftar KLIK Dibawah ini, Jika ingin Blog Anda Menghasilkan Uang


Author

Diharapkan bagi umat yang ingin menyumbangkan tulisan-tulisannya untuk dipublikasikan di blog ini, yang bersifat membangun dan mencerdaskan umat, silahkan kirim ke; kebangkitan.hindu@gmail.com Terimakasih

Manusia 1/2 Dewa - Iwan Fals

Translate

Penjelasan tentang Avatara Sri Vishnu ke-10 yang akan Hadir ( bagian ke II )

OM Svastiastu, 
By : Vedanta Yoga

Dengan memuja Nama Tuhan Yang Maha Esa, semoga terwujudkan kedamaian dan kesejahteraan kepada setiap pribadi.


Kali ini sobatku Vedanta Yoga ingin menyampaikan lagi atas tuduhan dan prasangka terhadap Weda sehingga generasi Muda Hindu bisa Bangkit dan lebih memahami Hindu yang sesungguhnya. bukan bermaksud untuk menjadi negatif tapi untuk meluruskan Dharma yang sebenarnya jadi  baca informasi yang terdapat dalam penjelasan di bawah, baru kemudian ambil kesimpulan, Krishna adalah satu dari sekian banyak Nama untuk Realitas Mutlak yang tidak dapat dijelaskan dan tidak terikat pada satu kondisi apapun, Ekam Sat Viprahaa Bahuda Vadanti - Hanya ada satu Realitas Kebenaran Mutlak (SAT) yang disebut dengan berbagai nama.


ini bukan propaganda sampradaya, tapi alur informasi yang terdapat dalam Sastra Bhagavata Purana agar tidak muncul klaim bohong dan pembodohan seperti ini

http://muz-cinemax.blogspot.jp/2012/10/nabi-muhammad-saw-dalam-kitab-suci.html

atau
yang seperti ini

http://mualaf-alhamdulillah.blogspot.jp/2012/09/inilah-alasan-kuat-bahwa-seluruh-umat.html

mohon turut menjaga kebenaran informasi yang terdapat dalam Sastra Veda dari upaya penyimpangan, manipulasi, pemutarbalikan oleh kelompok keagamaan tertentu untuk meruntuhkan Sraddha dan Bhakti masyarkat Hindu Dharma, dalam upayanya memaksakan keyakinan agamanya serta mendominasi bahkan mengeliminasi masyarakat Hindu Dharma.
Pada kesempatan sebelumnya, telah disampaikan pengetahuan yang menjelaskan tentang pengertian kata “avatara” yang bermakna “inkarnasi” atau “kehadiran Realitas Personal Tuhan Yang Maha Esa ke dunia material dengan perkenan_Nya sendiri untuk menegakan prinsip prinsip Dharma (Kebenaran), melindungi setiap pribadi yang teguh dalam Swadharma Bhakti mereka, serta menundukan apapun dan siapapun yang melakukan tindakan yang bertentangan dengan Dharma”.


Pembahasan tentang makna avatara serta rujukan dasar Sastra Vedanya dapat disimak juga disini :

Dasavatara Sri Vishnu dan penjelasan makna kata Avatara serta Realitas Personal Sri Krishna Avatara dalam Bhagavata Purana (Srimad Bhagavatam) dan Bhagavad Gita.
[https://www.facebook.com/photo.php?fbid=512533468805438&set=a.512533448805440.1073741830.100001463696853&type=3&theater]

Penjelasan dan gambaran Realitas Personal Sri Kalki Avatara dan gambaran singkat kehadiran Sri Krishna Avatara dalam Bhagavata Purana dan Bhagavad Gita.
[http://kebangkitan-hindu.blogspot.com/2013/04/penjelasan-tentang-avatara-sri-vishnu.html]

Dari pembahasan sebelumnya, kita melanjutkan pembahasan kembali mengenai Dasavatara Sri Vishnu yang tercatat dalam catatan sejarah Bhagavata Purana (Srimad Bhagavatam). Bagi masyarakat Hindu Dharma, kehadiran Realitas Personal Tuhan Yang Maha Esa dalam berbagai menifestasi kepribadian rohani_Nya adalah keniscayaan. Masyarakat Hindu Dharma tidak sekalipun akan menolak penjelasan bahwa Realitas Mutlak Tuhan Yang Maha Esa memiliki Perwujudan Kepribadian Rohani_Nya yang tidak terbatasi oleh apapun atau siapapun, Ia Yang Mutlak ITU, akan hadir ke dunia material sesuai perkenan_Nya sendiri kapanpun, dimanapun, dalam keadaan apapun. Realitas Mutlak Tuhan Yang Maha Esa (SAT) adalah sumber kebenaran tertinggi sekaligus pelindung kebenaran itu sendiri, bilamana pada satu masa kebenaran tidak diindahkan dan manusia berada pada kegelapan kebodohan yang menutupi kesadaran diri mereka, pada saat itu Realitas Personal_Nya hadir untuk menjalankan misi_Nya menegakan kembali prinsip prinsip kebenaran dalam masyarakat manusia.

yadā yadā hi dharmasya glānir bhavati bhārata
abhyutthānam adharmasya tadātmānaṃ sṛjāmy aham
||Bhagavad Gita 4.7|

"Kapan pun dan di mana pun pelaksanaan dharma merosot dan hal-hal yang bertentangan dengan dharma merajalela-pada waktu itulah Aku sendiri menjelma, Wahai putera keluarga Bharata."

paritrāṇāya sādhūnāṃ vināśāya ca duṣkṛtām
dharmasaṃsthāpanārthāya saṃbhavāmi yuge yuge
||Bhagavad Gita 4.8|

"Untuk menyelamatkan orang saleh, membinasakan orang jahat dan untuk menegakkan kembali prinsip-prinsip dharma, Aku sendiri muncul pada setiap jaman."

Namun dalam perkembangan informasi lintas agama yang terjadi pada saat ini, masyarakat diluar kesadaran Hindu Dharma menjadikan berbagai perwujudan Realitas Personal Tuhan Yang Maha Esa sesuai rujukan yang dijelaskan dalam Sastra Veda sebagai bahan untuk menyudutkan kesadaran yang dianut oleh masyarakat Hindu Dharma. Tindakan tersebut bukan tanpa dasar, namun dikarenakan minimnya sumber informasi yang menjelaskan tentang Realias Personal Tuhan Yang Maha Esa sesuai rujukan Sastra Veda sekaligus ketidakfahaman mereka terhadap dasar kesadaran masyarakat Hindu Dharma yang mengakui bahwasanya Realitas Mutlak Tuhan pasti memiliki Realitas Personal_Nya, atau yang dalam bahasa Vedanya disebut Sagunam Brahman (Realitas Personal) dan Nirgunam Brahman (Realitas Mutlak). Menggunakan sebuah pengandaian, setetes embun dan samudera, baik tetesan embun tersebut dan samudera merupakan entitas yang sama yaitu air, dimana tetesan embun dapat diamati dengan mudah sedangkan samudera tidak dapat diamati selayaknya embun. Begitupun Realitas Mutlak Tuhan Yang Maha Esa yang hadir mewujudkan Realitas Personal_Nya, karena dengan keterbatasan indra material yang dimiliki manusia apalagi terbelenggu oleh kegelapan dan kebodohan dirinya, Realitas Mutlak Tuhan Yang Maha Esa tidak akan pernah bisa dimengerti atau difahami, karena kemutlakan_Nya diluar semua jangkauan indra material.

avajānanti māṃ mūḍhā mānuṣīṃ tanum āśritam
paraṃ bhāvam ajānanto mama bhūtamaheśvaram
||Bhagavad Gita 9.11|

"Orang bodoh mengejek diri-Ku bila Aku menurun dalam bentuk seperti manusia. Mereka tidak mengenal sifat rohani-Ku sebagai Tuhan Yang Maha Esa yang berkuasa atas segala sesuatu yang ada."

mahātmānas tu māṃ pārtha daivīṃ prakṛtim āśritāḥ
bhajanty ananyamanaso jñātvā bhūtādim avyayam
||Bhagavad Gita 9.13|

"Wahai putera Prtha, orang yang tidak dikhayalkan, roh-roh yang mulia, di bawah perlindungan alam rohani. Mereka tekun sepenuhnya dalam bhakti karena mereka mengenal Diri-Ku sebagai kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, asal mula yang tidak dapat dimusnahkan."

Sri Krishna dalam sabda rohani_Nya kepada Arjuna menjelaskan bahwasanya mereka yang terbelenggu oleh kebodohan tidak mengenal Realitas Personal Tuhan Yang Maha Esa yang hadir dalam perwujudan_Nya sebagai manusia atau berbagai perwujudan lainnya. Sri Krishna menjelaskan bahwa pribadi yang tidak dibingungkan oleh khayalan, jiwa jiwa yang agung yang berada dalam kesadaran rohani yang telah mantap, dalam ketekunan, keteguhan bhakti (ketulusan) mereka, merekalah yang mengenal Realitas Personal Tuhan Yang Maha Esa yang hadir di dunia material.

Sri Krishna, Sri Vishnu itu sendiri yang hadir ke dunia material untuk melaksanakan misi_Nya menegakan Dharma disetiap masa dan peradaban umat manusia dimulai dari awal penciptaan semesta tercatat dalam catatan sejarah masyarakat Hindu Dharma yaitu dalam Bhagavata Purana (Srimad Bhagavatam). Dalam catatan Bhagavata Purana dijelaskan masing masing inkarnasi Sri Vishnu ke dunia termasuk didalamnya Dasavatara Sri Vishnu. Berikut ini adalah masing masing perwujudan personal Sri Vishnu sesuai penjelasan dalam Bhagavata Purana.

sūta uvāca
jagṛhe pauruṣaḿ rūpaḿ
bhagavān mahad-ādibhiḥ
sambhūtaḿ ṣoḍaśa-kalam
ādau loka-sisṛkṣayā
||Srimad Bhagavatam 1.3.1|

"Suta berkata, pada awal penciptaan, Tuhan Yang Maha Esa memperluas Realitas_Nya sendiri dalam satu perwujudan semesta yaitu perwujudan purusha dan mewujudkan semua sumber dasar penciptaan material. Dan dengan demikian pada awalnya ada penciptaan enam belas prinsip prinsip tindakan material. Ini adalah untuk tujuan menciptakan alam semesta material"
[http://vedabase.net/sb/1/3/1/en]

yasyāmbhasi śayānasya
yoga-nidrāḿ vitanvataḥ
nābhi-hradāmbujād āsīd
brahmā viśva-sṛjāḿ patiḥ
||Srimad Bhagavatam 1.3.2|

"Satu bagian dari Purusha berbaring dalam air dari alam semesta, dari danau pusar tubuh_Nya tumbuh sebuah tunas batang teratai, dan dari bunga teratai di atas batang tersebut, Brahma, master dari semua perancang (insinyur) di alam semesta, menjadi nyata (hadir)"
[http://vedabase.net/sb/1/3/2/en]

yasyāvayava-saḿsthānaiḥ
kalpito loka-vistaraḥ
tad vai bhagavato rūpaḿ
viśuddhaḿ sattvam ūrjitam
||Srimad Bhagavatam 1.3.3|

"Hal ini diyakini bahwa semua sistem semesta gugusan planet berada pada tubuh Purusha yang luas, namun Realitas_Nya tidak terhubung (tercemari) oleh unsur unsur material yang telah terwujudkan. Realitas_Nya abadi dalam keberadaan rohani dan maha sempurna"
[http://vedabase.net/sb/1/3/3/en]

paśyanty ado rūpam adabhra-cakṣuṣā
sahasra-pādoru-bhujānanādbhutam
sahasra-mūrdha-śravaṇākṣi-nāsikaḿ
sahasra-mauly-ambara-kuṇḍalollasat
||Srimad Bhagavatam 1.3.4|

"Para Bhakta (Pemuja_Nya), dengan kesempurnaan mata (penglihatan) mereka, menyaksikan perwujudan transendental (maha sempurna) dari Purusha yang memiliki ribuan kaki, paha, lengan dan wajah, kesemuanya begitu luar biasa. Dalam Realitas_Nya (tubuh_Nya) terdapat ribuan kepala, telinga, mata dan hidung. Mereka (keseluruhan Realitas_Nya) dihiasi dengan ribuan mahkota dan anting (perhiasan) yang bercahaya serta dihiasi dengan rangkaian bunga"
[http://vedabase.net/sb/1/3/4/en]

etan nānāvatārāṇāḿ
nidhānaḿ bījam avyayam
yasyāḿśāḿśena sṛjyante
deva-tiryań-narādayaḥ
||Srimad Bhagavatam 1.3.5|

"Perwujudan ini (manifestasi kedua dari Purusha) adalah sumber dan benih yang tidak dapat dimusnahkan dari berbagai bentuk inkarnasi di dalam alam semesta. Dari partikel dan bagian dari perwujudan ini, entitas (unsur) kehidupan yang berbeda, seperti dewa, manusia dan yang lainnya, diciptakan (terciptakan)"
[http://vedabase.net/sb/1/3/5/en]

sa eva prathamaḿ devaḥ
kaumāraḿ sargam āśritaḥ
cacāra duścaraḿ brahmā
brahmacaryam akhaṇḍitam
||Srimad Bhagavatam 1.3.6|

"Pertama-tama, di awal penciptaan, ada empat anak (keturunan) yang belum menikah dari Brahma (Catur Kumara), mereka (Catur Kumara), yang diikat dengan sumpah untuk tidak menikah, menjalani pertapaan berat untuk merealisasikan Kebenaran Mutlak"
[http://vedabase.net/sb/1/3/6/en]

dvitīyaḿ tu bhavāyāsya
rasātala-gatāḿ mahīm
uddhariṣyann upādatta
yajñeśaḥ saukaraḿ vapuḥ
||Srimad Bhagavatam 1.3.7|

"Realitas Utama yang menikmati semua pengorbanan (Yadnya) berkenan hadir dalam perwujudan babi hutan (perwujudan ke-2 – Varaha Avatara), dan demi kesejahteraan planet bumi Dia mengangkat bumi dari daerah bawah alam semesta"
[http://vedabase.net/sb/1/3/7/en]

tṛtīyam ṛṣi-sargaḿ vai
devarṣitvam upetya saḥ
tantraḿ sātvatam ācaṣṭa
naiṣkarmyaḿ karmaṇāḿ yataḥ
||Srimad Bhagavatam 1.3.8|

"Dimasa para Rsi, Realitas Mutlak Tuhan Yang Maha Esa berkenan hadir dalam inkarnasi ketiga yang diberikan kekuasaan dalam perwujudan Devarsi Narada, seorang yang maha bijaksana di antara para Dewa. Ia (Devarsi Narada) mengumpulkan eksposisi (penjelasan yang terperinci) dari Veda yang berhubungan dengan pelayanan bhakti dan menginspirasi tindakan yang tidak membuahkan hasil (tanpa ikatan pamrih)"
[shttp://vedabase.net/sb/1/3/8/en]

turye dharma-kalā-sarge
nara-nārāyaṇāv ṛṣī
bhūtvātmopaśamopetam
akarod duścaraḿ tapaḥ
||Srimad Bhagavatam 1.3.9|

"Dalam inkarnasi ke-4, Realitas Mutlak Tuhan Yang Maha Esa hadir sebagai Nara dan Narayana, putra kembar dari istri Raja Dharma. Dimana Dia (Nara dan Narayana) melakukan tapa (pertapaan) yang keras dan menjadi contoh panutan untuk mengendalikan indria (indera)"
[http://vedabase.net/sb/1/3/9/en]

pañcamaḥ kapilo nāma
siddheśaḥ kāla-viplutam
provācāsuraye sāńkhyaḿ
tattva-grāma-vinirṇayam
||Srimad Bhagavatam 1.3.10|

"Inkarnasi (perwujudan) ke-5, bernama Raja Kapila, yang terkemuka di antara para mahluk yang telah disempurnakan. Dia (Raja Kapila) memberikan sebuah eksposisi (penjelasan terperinci) dari unsur unsur kreatif dan metafisika (gaib) untuk Brahmana Asura, dalam perjalanan waktu pengetahuan ini telah hilang"
[http://vedabase.net/sb/1/3/10/en]

ṣaṣṭham atrer apatyatvaḿ
vṛtaḥ prāpto 'nasūyayā
ānvīkṣikīm alarkāya
prahlādādibhya ūcivān
||Srimad Bhagavatam 1.3.11|

"Inkarnasi ke-6 dari Purusha (Realitas Mutlak Tuhan Yang Maha Esa) adalah putra dari seorang bijaksana bernama Atri. Dia (Dattatreya) menjelaskan tentang pengetahuan transendensi (Realitas Mutlak) kepada Alarka, Prahlada, dan yang lainnya (Yadu, Haihaya, dll)"
[http://vedabase.net/sb/1/3/11/en]

tataḥ saptama ākūtyāḿ
rucer yajño 'bhyajāyata
sa yāmādyaiḥ sura-gaṇair
apāt svāyambhuvāntaram
||Srimad Bhagavatam 1.3.12|

"Inkarnasi ke-7 adalah Yajna, Putra Prajapati Ruci dan istrinya Akuti. Dia (Yajna) menjaga masa selama perubahan dari Svayambhuva Manu dan dibantu oleh Para Dewa seperti anak_Nya sendiri Yama"
[http://vedabase.net/sb/1/3/12/en]

aṣṭame merudevyāḿ tu
nābher jāta urukramaḥ
darśayan vartma dhīrāṇāḿ
sarvāśrama-namaskṛtam
||Srimad Bhagavatam 1.3.13|

"Inkarnasi ke-8 adalah Raja Rsabha, Putra Raja Nabhi dan istrinya Merudevi. Dalam perwujudan ini, Realitas Mutlak Tuhan Yang Maha Esa menunjukan jalan kesempurnaan, yang diikuti oleh mereka yang telah sepenuhnya mengendalikan indera (indria) mereka dan yang dihormati dengan seluruh perintah kehidupan"
[http://vedabase.net/sb/1/3/13/en]

ṛṣibhir yācito bheje
navamaḿ pārthivaḿ vapuḥ
dugdhemām oṣadhīr viprās
tenāyaḿ sa uśattamaḥ
||Srimad Bhagavatam 1.3.14|

"Wahai Para Brahmana, pada inkarnasi ke-9, Realitas Mutlak Tuhan Yang Maha Esa, dengan permohonan para bijaksana, hadir dalam perwujudan seorang Raja (Raja Prthu) yang mengolah tanah agar menghasilkan produksi (bahan makanan), dan oleh karena itu planet bumi menjadi indah dan menarik"
[http://vedabase.net/sb/1/3/14/en]

rūpaḿ sa jagṛhe mātsyaḿ
cākṣuṣodadhi-samplave
nāvy āropya mahī-mayyām
apād vaivasvataḿ manum
||Srimad Bhagavatam 1.3.15|

"Pada saat banjir penuh (air bah) setelah masa Cakusa Manu dan seluruh dunia tenggelam dalam genangan air, Realitas Mutlak Tuhan Yang Maha Esa hadir dalam bentuk ikan (Matsya Avatara) dan melindungi Vaivasvata Manu, menjaganya (Vaivasvata Manu) di atas perahu"
[http://vedabase.net/sb/1/3/15/en]

surāsurāṇām udadhiḿ
mathnatāḿ mandarācalam
dadhre kamaṭha-rūpeṇa
pṛṣṭha ekādaśe vibhuḥ
||Srimad Bhagavatam 1.3.16|

"Inkarnasi ke-11 dari Realitas Mutlak Tuhan Yang Maha Esa mengambil perwujudan sebagai kura-kura (Kurma Avatara) yang menjadi penahan (poros) Gunung Mandaracala (Mandaragiri), yang dijadikan batang berputar (pengaduk) oleh para penyembah Tuhan dan penentang Tuhan di alam semesta"
[http://vedabase.net/sb/1/3/16/en]

dhānvantaraḿ dvādaśamaḿ
trayodaśamam eva ca
apāyayat surān anyān
mohinyā mohayan striyā
||Srimad Bhagavatam 1.3.17|

"Inkarnasi ke-12, Realitas Mutlak Tuhan Yang Maha Esa hadir sebagai Dhanvantari, dan inkarnasi_Nya yang ke-13 Dia (hadir sebagai Dewi Mohini) memikat penentang Tuhan (kaum Asura) dengan keindahan menawan seorang wanita dan memberikan tirta amerta kepada para Dewa untuk diminum"
[http://vedabase.net/sb/1/3/17/en]

caturdaśaḿ nārasiḿhaḿ
bibhrad daityendram ūrjitam
dadāra karajair ūrāv
erakāḿ kaṭa-kṛd yathā
||Srimad Bhagavatam 1.3.18|

"Dalam inkarnasi ke-14, Realitas Mutlak Tuhan Yang Maha Esa hadir sebagai Nrsimha (Narashimha Murti Avatara) dan membelah tubuh perkasa dari seorang penentang Tuhan bernama Hiranyakasipu dengan kuku_Nya, bagaikan seorang tukang kayu menusuk sebatang tebu"
[http://vedabase.net/sb/1/3/18/en]

pañcadaśaḿ vāmanakaḿ
kṛtvāgād adhvaraḿ baleḥ
pada-trayaḿ yācamānaḥ
pratyāditsus tri-piṣṭapam
||Srimad Bhagavatam 1.3.19|

"Dalam inkarnasi ke-15, Realitas Mutlak Tuhan Yang Maha Esa hadir dalam perwujudan seorang Brahmana kecil (Vamana Avatara) dan mengunjungi pelaksanaan pengorbanan (Yadnya) yang diatur oleh Maharaja Bali. Meskipun dalam hati_Nya (kehendak_Nya) meminta kembali tiga tingkatan alam semesta (Tri Loka), Dia (Vamana Avatara) mengajukan permintaan sederhana, sumbangan tanah sepanjang tida langkah_Nya"
[http://vedabase.net/sb/1/3/19/en]

avatāre ṣoḍaśame
paśyan brahma-druho nṛpān
triḥ-sapta-kṛtvaḥ kupito
niḥ-kṣatrām akaron mahīm
||Srimad Bhagavatam 1.3.20|

"Dalam inkarnasi ke-16 Realitas Mutlak Tuhan Yang Maha Esa, Dia (hadir sebagai Bhrgupati - Parasurama Avatara) menundukan (memusnahkan) para Kstria dua puluh satu kali, marah kepada mereka (para Kstria) yang memberontak terhadap para Brahmana"
[http://vedabase.net/sb/1/3/20/en]

tataḥ saptadaśe jātaḥ
satyavatyāḿ parāśarāt
cakre veda-taroḥ śākhā
dṛṣṭvā puḿso 'lpa-medhasaḥ
||Srimad Bhagavatam 1.3.21|

"Setelah itu, dalam inkarnasi ke-17 Realitas Mutlak Tuhan Yang Maha Esa, Sri Vyasadeva (penyusun pengetahuan Veda menjadi Sastra tertulis) muncul di rahim Satyavati melalui Parasara Muni, dan Dia (Sri Vyasadeva) membagi satu Veda menjadi bebarapa bagian dan cabang pembantu, melihat bahwa masyarakat pada umumnya mengalami kemunduran kecerdasan"
[http://vedabase.net/sb/1/3/21/en]

nara-devatvam āpannaḥ
sura-kārya-cikīrṣayā
samudra-nigrahādīni
cakre vīryāṇy ataḥ param
||Srimad Bhagavatam 1.3.22|

"Dalam inkarnasi ke-18, Realitas Mutlak Tuhan Yang Maha Esa hadir sebagai Raja Rama (Sri Rama Avatara). Dalam misi_Nya untuk melakukan beberapa pekerjaan menyenangkan para Dewa, Dia (Sri Rama Avatara) menunjukan kekuatan luar biasa dengan menjaga samudra hindia dan kemudian menundukan penentang Tuhan (Asura) Raja Rahvana, yang berada diseberang lautan"
[http://vedabase.net/sb/1/3/22/en]

ekonaviḿśe viḿśatime
vṛṣṇiṣu prāpya janmanī
rāma-kṛṣṇāv iti bhuvo
bhagavān aharad bharam
||Srimad Bhagavatam 1.3.23|

"Dalam inkarnasi ke-19 dan ke-20, Realitas Mutlak Tuhan Yang Maha Esa menghadirkan Diri_Nya sendiri sebagai Balarama dan Sri Krishna di keluarga Vrsni (Dinasti Yadava), dan dengan demikian Dia (Balarama dan Sri Krishna Avatara) melenyapkan beban dunia"
[http://vedabase.net/sb/1/3/23/en]

tataḥ kalau sampravṛtte
sammohāya sura-dviṣām
buddho nāmnāñjana-sutaḥ
kīkaṭeṣu bhaviṣyati
||Srimad Bhagavatam 1.3.24|

"Kemudian, pada awal Kali-Yuga, Realitas Mutlak Tuhan Yang Maha Esa hadir sebagai Sang Buddha (Buddha Avatara), Putra Anjana, di provinsi Gaya, untuk mengelabui orang-orang yang iri kepada pemuja Tuhan yang tulus"
[http://vedabase.net/sb/1/3/24/en]

athāsau yuga-sandhyāyāḿ
dasyu-prāyeṣu rājasu
janitā viṣṇu-yaśaso
nāmnā kalkir jagat-patiḥ
||Srimad Bhagavatam 1.3.25|

"Setelah itu, pada pergantian dua Yuga (masa), Realitas Tuhan Yang Maha Pencipta akan mengambil kelahiran_Nya sebagai inkarnasi Sri Kalki (Sri Kalki Avatara) dan menjadi putra Vishnuyasa. Pada masa ini penguasa di bumi akan berubah menjadi perampok (penindas)"
[http://vedabase.net/sb/1/3/25/en]

avatārā hy asańkhyeyā
hareḥ sattva-nidher dvijāḥ
yathāvidāsinaḥ kulyāḥ
sarasaḥ syuḥ sahasraśaḥ
||Srimad Bhagavatam 1.3.26|

"Wahai para Brahmana, Inkarnasi dari Realitas Mutlak Tuhan Yang Maha Esa tidak terhitung banyaknya, bagaikan anak sungai yang mengalir dari sumber mata air yang tidak pernah ada habisnya"
[http://vedabase.net/sb/1/3/26/en]

ṛṣayo manavo devā
manu-putrā mahaujasaḥ
kalāḥ sarve harer eva
saprajāpatayaḥ smṛtāḥ
||Srimad Bhagavatam 1.3.27|

"Semua Rsi, Manu (Ras manusia), para Dewa dan keturunan Manu (Manusha), yang sangat kuat, adalah bagian dari gugusan semesta atau bagian dari perwujudan semesta Tuhan Yang Maha Esa. Perwujudan tersebut termasuk juga Prajapati."
[http://vedabase.net/sb/1/3/27/en]

ete cāḿśa-kalāḥ puḿsaḥ
kṛṣṇas tu bhagavān svayam
indrāri-vyākulaḿ lokaḿ
mṛḍayanti yuge yuge
||Srimad Bhagavatam 1.3.28|

"Semua inkarnasi yang disebutkan sebelumnya adalah bagian dari semesta atau bagian dari perwujudan semesta Tuhan Yang Maha Esa, namun Realitas Mutlak Sri Krishna adalah Kepribadian Utama Tuhan Yang Maha Esa. Kesemuanya (Para Avatara) akan hadir di planet-planet (Bumi) kapanpun gangguan diciptakan oleh kaum penentang Tuhan. Realitas Personal Tuhan akan hadir untuk melindungi pemuja_Nya"
[http://vedabase.net/sb/1/3/28/en]

Dari keseluruhan kutipan Sastra Bhagavata Purana (Srimad Bhagavatam) dapat kita peroleh satu penjelasan tentang Realitas Mutlak Tuhan Yang Maha Esa yang berkenan hadir dengan perkenan_Nya sendiri mewujudkan Realitas Personal_Nya dimulai dari Purusha Avatara, sampai Dasavatara_Nya hadir disetiap masa (Yuga) untuk menyampaikan pengetahuan tentang realitas kebenaran (Vaidika Dharma), melindungi dan menegakan kebenaran (Dharma Raksaka), melindungi para pemuja_Nya, menundukan para Asura (penentang Tuhan) serta mengembalikan kedamain dan keharmonisan dunia.

Varaha Avatara (perwujudan babi hutan), Kurma Avatara (perwujudan kura-kura), Matsya Avatara (perwujudan ikan besar), Vamana Avatara (perwujudan Brahmana kecil), Narashimha Murti Avatara (perwujudan manusia berkepala singa), Parasurama Avatara (perwujudan Brahmana bersenjatakan kapak), Sri Rama Avatara (Raja Rama), Balarama Avatara (kakak Sri Krishna Avatara), Sri Krishna Avatara (Sri Krishna Realitas Personal Tuhan Yang Maha Esa), Buddha Avatara (kehadiran seorang Buddha – Kesadaran yang tercerahkan sempurna), Sri Vyasadeva Avatara sang penyusun pengetahuan Veda dari pengetahuan lisan menjadi tertulis (Sastra Veda mempergunakan Aksara Devanagari dan Bahasa Sanskerta) dan yang akan hadir Sri Kalki Avatara, menutup masa Kali – Yuga dan mengawali kembali masa ke emasan peradaban manusia, Sathya – Yuga/Kertha – Yuga.

Dari penjelasan tersebut, bahwa “Avatara” berarti Inkarnasi atau kehadiran Realitas Personal Tuhan Yang Maha Esa di dunia. Para Avatara bukan sekedar utusan, bukan manusia biasa, melainkan Kepribadian Agung yang memiliki kekuasaan luar biasa untuk menentukan segala sesuatu dan melaksanakan misi_Nya di dunia. Dengan informasi ini selanjutnya, masyarakat Hindu Dharma dapat menyanggah segala bentuk pengakuan (klaim) sepihak kelompok keagamaan tertentu yang mencoba memanipulasi informasi yang terdapat dalam Sastra Veda untuk mendukung keberadaan tokoh agama yang mereka hormati sekaligus mengupayakan konversi keyakinan masyarakat Hindu Dharma ke dalam keyakinan keagamaan mereka.

Pada akhirnya, pengetahuan tentang Avatara telah disampaikan, semoga informasi sederhana ini dapat memberikan pengetahuan yang lebih baik kepada masyarakat Hindu Dharma. Setiap saran dan masukan untuk semakin memantapkan penyampaian informasi ini akan sangat diterima untuk mencerdaskan generasi baru masyarakat Hindu Dharma demi menjaga dan meneguhkan Sraddha dan Bhakti kita kepada Tuhan Yang Maha Esa (Ida Sang Hyang Widdhi Wasa).

Satyameva Jayate Nanritam – Hanya Realitas Kebenaran yang pasti akan menang.

OM Namo Bhagavate Vasudeva Ya
OM Namo Bhagavate Rudra Ya

OM Shanti Shanti Shanti OM


Sumber Informasi : http://www.facebook.com/photo.php?fbid=517464628312322&set=a.512533448805440.1073741830.100001463696853&type=1
Sumber acuan Sastra Veda :
Srimad Bhagavatam - Penciptaan
http://vedabase.net/sb/1/3/en

Artikel Terkait

1 comment:

  1. om swastyastu,,saya berharap masyarakat bali khususnya yg beragama hindu dapat pencerahan,pemahaman, secara nyata melalui kehadiran2 tokoh hindu
    yg berani bersuara di tengah2 terkikisnya kesadaran iman tentang keyakinan dirinya tentang hindu.dan saya kira pemahan hindu kita tananamkan sejak dini di lingkungan keluarga, dan disekolah2 SD sampai jenjang yg lebih tinggi. tentunya juga saya berharap para guru2 agama hindu lebih termotivasi utk berinovasi dan ada inisiatif bagaimana menanamkan hindu yg mudah di cerna dan dimengerti oleh generasi hindu muda. suksma om santi santi santi om

    ReplyDelete

Boleh berkomentar panjang lebar, silahkan!Tulisan ini mungkin sinis tapi mudah-mudahan bisa memberi pengertian dan kesadaran untuk lebih mencintai Agama,Tanah Air, Bangsa dan Nusantara. Mencintai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Darma Mangrwa, budaya serta peninggalan-peninggalan leluhur seperti Candi-candi, Pura, Puri, Purana ataupun yang lainnya.