Renungan


Translate

Penjelasan tentang Avatara Sri Vishnu ke-10 yang akan Hadir

OM Svastiastu,
By : Vedanta Yoga


Semoga dengan anugerah Tuhan Yang Maha Esa, terwujudkan kedamaian dan kesejahteraan kepada setiap pribadi.


Dalam kali ini  Kebangkitan Hindu  ingin menyampaikan sebuah karya artikel dari seorang teman yang bagi saya dan sobat generasi Hindu perlu ketahui untuk kedepannya bisa menjadi Seorang Hindu yang penuh wawasan dalam kehidupan ini. 
Pesan yang disampaikan dalam artikelnya tersebut seperti itulah adanya, itu adalah informasi yang ada di dalamnya, bagaimana hal tersebut terjadi dan terbukti dimasa mendatang, yang dapat mengetahuinya hanyalah pribadi yang berada pada masa dimana realitas personal_Nya hadir, kita pada masa sekarang mempertahankan informasi yang terdapat dalam Sloka yang telah disampaikan agar tidak disimpangkan atau di putarbalikan, sehingga generasi baru masyarakat Hindu tidak kehilangan pesan yang seharusnya juga mereka ketahui dan apakah sloka tersebut mulititafsir, terbukti atau tidak dimasa mendatang, waktu yang akan membuktikannya, yang menjadi point penting dalam pembahasan ini adalah kebenaran informasi yang terdapat di dalamnya tetap terjaga dari upaya pemutarbalikan dan penyimpangan yang dilakukan oleh oknum oknum yang ingin mengkonversi kesadaran masyarakat Hindu.


Bagi saya secara pribadi, pesan yang terkandung dalam sloka tersebut menyatakan, bahwa dalam Sanathana Dharma, Realitas Mutlak Tuhan Yang Maha Esa akan selalu hadir untuk menegakan Dharma kapanpun, dimanapun, dalam keadaan dan kondisi apapun atas perkenan_Nya sendiri dan kehadiran_Nya tidak akan pernah mampu dihambat atau ditentang oleh apapun dan siapapun.

Melanjutkan penjelasan tentang avatara Sri Vishnu ke-10 yang akan hadir menutup masa Kali-Yuga (masa saat ini) yaitu Sri Kalki Avatara, pembahasan dimulai dari kutipan Sloka Bhagavad Gita berikut ini :

śrībhagavānuvāca
bahūni me vyatītāni janmāni tava cārjuna
tāny ahaṃ veda sarvāṇi na tvaṃ vettha paraṃtapa
||4.5|

"Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; Engkau dan Aku sudah dilahirkan berulangkali. Aku dapat ingat segala kelahiran itu, tetapi engkau tidak dapat ingat, Wahai penakluk musuh."

ajopi sann avyayātmā bhūtānām īśvaropi san
prakṛtiṃ svām adhiṣṭhāya saṃbhavāmy ātmamāyayā
||4.6|

"Walaupun Aku tidak dilahirkan dan badan rohani-Ku tidak pernah merosot, dan walaupun Aku penguasa semua makhluk hidup, Aku masih muncul pada setiap jaman dalam bentuk rohani-Ku yang asli."

yadā yadā hi dharmasya glānir bhavati bhārata
abhyutthānam adharmasya tadātmānaṃ sṛjāmy aham
||4.7|

"Kapan pun dan di mana pun pelaksanaan dharma merosot dan hal-hal yang bertentangan dengan dharma merajalela-pada waktu itulah Aku sendiri menjelma, Wahai putera keluarga Bharata."

paritrāṇāya sādhūnāṃ vināśāya ca duṣkṛtām
dharmasaṃsthāpanārthāya saṃbhavāmi yuge yuge ||4.8|

"Untuk menyelamatkan orang saleh, membinasakan orang jahat dan untuk menegakkan kembali prinsip-prinsip dharma, Aku sendiri muncul pada setiap jaman."

Sri Krishna menyampaikan pesan rohani_Nya kepada Arjuna, bahwasanya Ia yang merupakan Realitas Personal Tuhan Yang Maha Esa (Sri Bhagavan) akan selalu hadir ke dunia material, dengan perwujudan rohani_Nya yang asli untuk menegakan prinsip prinsip Dharma, menyelamatkan siapapun yang berjalan dalam Dharma, serta melebur (Pralina) siapapun yang berjalan dalam Adharma untuk membersihkan sang jiwa dari kegelapan dan kebodohan yang meliputinya demi sebuah tujuan agar setap jiwa yang telah dilebur tersebut kembali memperoleh kesempatan meretas samsara, mempersiapkan sebuah kehidupan yang lebih baik untuk mencapai Mokshartam Jagadhita Ya Ca Itti Dharma, mewujudkan kebahagiaan di dunia dan realisasi Moksha membebaskan diri dari penderitaan.

Di masa Dvapara – Yuga, Sri Vishnu hadir sebagai Sri Krishna, putra Vasudeva (Putra Raja Surasena) dan Devaki (Keponakan Raja Ugrasena) dari Mathura, Ibu Kota Kerajaan Surasena, kerajaan wangsa Yadava yang merupakan kerajaan yang didirikan oleh Satrughna (Putra Dewi Sumitra dan Raja Dasarata) yang juga adik Sri Rama yang memimpin Kerajaan Kosala dengan ibu kota Ayodhya. Alur sejarah ini menyatakan dengan jelas bahwasannya, Sri Rama dan Sri Krishna, terkait satu sama lain karena baik Sri Rama dan Sri Krishna adalah Sri Vishnu itu sendiri. Sri Rama hadir pada masa Tretha – Yuga menundukan dominasi asura bernama Rahvana dari kerajaan Alengka. Sri Krishna hadir setelah kehadiran Sri Rama di masa berikutnya yaitu Dvapara – Yuga, kehadiran_Nya dari jantung Dewi Devaki, dalam Bhagavata purana dijelaskan sebagai berikut :

mumucur munayo devah
sumanamsi mudanvitah
mandam mandam jaladhara
jagarjur anusagaram
nisithe tama-udbhute
jayamane janardane
devakyam deva-rupinyam
vishnuh sarva-guha-sayah
avirasid yatha pracyam
disindur iva pushkalah

||Bhagavata Purana 10.3.7-8||

“Para dewa dan pribadi suci yang agung menaburkan bunga dalam kebahagiaan hati, dan awan berkumpul di langit dengan sedikit bergemuruh, membuat suara bagaikan gelombang lautan, kemudian Realitas Mutlak Tuhan Yang Maha Esa, Vishnu, yang berada di inti hati setiap pribadi, hadir dari jantung Devaki dalam kegelapan pekat malam, bagaikan bulan purnama terbit di ujung timur, karena Devaki sebelumnya adalah bagian yang sama dari Sri Krishna"

Kehadiran Sri Krishna sebagai putra ke-8 Vasudeva dan Devaki tanpa melalui hasrat hubungan suami istri selayaknya, namun dari permohonan Vasudeva dan Devaki dalam penderitaan mereka dibawah penindasan yang dilakukan oleh Kamsa, tidak lain adalah kakak dari Devaki. Vasudeva dan Devaki hidup dalam pasungan, dikurung dalam penjara. Kelahiran 6 putra Vasudeva dan Devaki berakhir dalam kekejaman Kamsa, putra ke-7 Vasudeva berawal dari kandungan Devaki, tatkala Rohini (Istri pertama Vasudeva) menjenguk Devaki yang sedang mengandung, seketika itu kandungan Devaki berpindah kepada Rohini, keajaiban ini pada akhirnya melahirkan Balarama yang tidak lain a dalah Inkarnasi Ananta Sesa, Naga pengiring Sri Vishnu. Dan Sri Vishnu sendiri hadir sebagai putra ke-8.

Pada saat Sri Krishna hadir, pintu penjara terbuka begitu saja, para pejangga tertidur dengan lelap, Vasudeva dapat leluasa masuk dan membawa Sri Krishan kecil menyeberangi sungai Yamuna membawanya ke Goloka Vrindavana, di kediaman Nanda dan Yasodha, keluarga gopi (pemelihara sapi) selanjutnya membawa putri mereka dalam waktu bersamaan juga baru dilahirkan oleh Yasodha. Vasudeva membawa putri Yasodha kembali ke Mathura. Kamsa yang tidak mengetahui bahwa Sri Krishna telah hadir, hanya menemukan bahwa Devaki melahirkan seorang bayi perempuan (putri Yasodha) membuat Kamsa begitu berbahagia karena sebuah ramalan yang menyatakan bahwa dirinya akan berakhir ditangan putra ke-8 Vasudeva tidak terbukti benar. Pada akhirnya Kamsa berhasil di kalahkan oleh Sri Krishna dan tahta kerajaan Surasena dikembalikan kepada Vasudeva.

Selanjutnya, dari masa Dvapara – Yuga bergerak jauh kemasa Kali – Yuga (keadaan saat ini) ribuan tahun setelah kehadiran Sri Krishna dan Balarama. Sri Kalki Avatara akan hadir untuk menegakan kembali prinsip prinsip Dharma yang terabaikan di masa paling gelap dalam siklus Catur Yuga. Kali – Yuga adalah masa dimana kebodohan, ketidakbenaran, kebohongan, kejahatan mendominasi kehidupan manusia. Sri Kalki Avatara dalam bahasa sanskerta, kata “kalki” berarti “penghancur keburukan” dimana asal kata “kalka – buruk”. Untuk mendapatkan gambaran jelas kapan Sri Kalki Avatara akan hadir ke dunia, Bhagavata Purana menjelaskan sebagai berikut :

athāsau yuga-sandhyāyāḿ
dasyu-prāyeṣu rājasu
janitā viṣṇu-yaśaso
nāmnā kalkir jagat-patiḥ
||Srimad Bhagavatam 1.3.25||

“Setelah itu, pada pergantian dua yuga (Kali – Yuga dan Sathya – Yuga), Tuhan Sang Maha Pencipta akan mengambil kelahiran_Nya sebagai inkarnasi Kalki dan menjadi putra Visnu Yasa. Pada saat dimana para penguasa bumi telah merosot menjadi para perampok”
[http://vedabase.net/sb/1/3/25/en]

Sri Kalki Avatara akan hadir disaat pergantian Kali – Yuga dan Sathya – Yuga, dimana keadaan didunia sudah tidak terkendali lagi, keadaan pada saat para pemimpin dunia tidak lagi mengindahkan tugas kepemimpinannya, namun telah merosot menjadi penindas dan perampok masyarakat yang dipimpinnya sendiri, keadaan yang mewakili realitas kehidupan manusia saat ini, dimana banyak pemimpin dunia yang menyalahgunakan kekuasaannya untuk melakukan penindasan kepada masyarakat yang dipimpinnya. Selanjutnya Bhagavata Purana menjelaskan lebih lanjut :

kṣīyamāṇeṣu deheṣu
dehināḿ kali-doṣataḥ
varṇāśramavatāḿ dharme
naṣṭe veda-pathe nṛṇām
pāṣaṇḍa-pracure dharme
dasyu-prāyeṣu rājasu
cauryānṛta-vṛthā-hiḿsā-
nānā-vṛttiṣu vai nṛṣu
śūdra-prāyeṣu varṇeṣu
cchāga-prāyāsu dhenuṣu
gṛha-prāyeṣv āśrameṣu
yauna-prāyeṣu bandhuṣu
aṇu-prāyāsv oṣadhīṣu
śamī-prāyeṣu sthāsnuṣu
vidyut-prāyeṣu megheṣu
śūnya-prāyeṣu sadmasu
itthaḿ kalau gata-prāye
janeṣu khara-dharmiṣu
dharma-trāṇāya sattvena
bhagavān avatariṣyati
||Srimad Bhagavatam 12.2.12 – 16||

“Pada saat masa Kali - Yuga berakhir, ukurang tubuh semua mahluk akan sangat merosot, dan prinsip prinsip agama pengikut varnasrama (catur varna) akan hancur. Jalan Veda akan benar benar dilupakan oleh masyarakat manusia, dan apa yang disebut agama kebanyakan tidak berke_Tuhan_an. Raja - raja (Para pemimpin) sebagian besar akan menjadi pencuri, pekerjaan manusia menjadi pencuri, berbohong dan melakukan tindakan kekerasan, dan kualifikasi sosial akan merosot lebih rendah dari kualifikasi sudra (pekerja). Sapi akan menjadi seperti kambing, pertapaan spiritual (rohani) tidak akan berbeda dengan rumah rumah biasa, dan ikatan kekeluargaan akan memanjang tidak lebih dari sebuah ikatan pernikahan langsung. Kebanyakan tanaman dan tumbuhan akan menjadi kecil, dan semua pohon akan muncul seperti pohon sami yang pendek. Awan akan penuh petir, rumah tanpa kebaikan (moralitas), dan semua manusia akan menjadi seperti keledai (diliputi kebodohan). Pada saat itu, Realitas Mutlak Tuhan Yang Maha Esa akan hadir di bumi. Bertindak dengan kekuatan spiritual murni ke_Tuhan_an, Dia akan menyelamatkan kebenaran abadi (Dharma tranaya)"
[http://vedabase.net/sb/12/2/12-16/en]

Pada masa masa akhir Kali – Yuga, kondisi kehidupan manusia berada pada titik paling rendah, kualifikasi manusia lebih buruk dari pada Varna Sudra (Pekerja) karena sebagian besar kehidupan manusia terperosok dalam kegiatan yang bertentangan dengan kebenaran, manusia menjadi pencuri, pembohong dan pelaku tindak kekerasan antar sesamanya. Para pemimpin tidak menjalankan tugas memimpinnya tapi menjadi perampok dan penindas. Kebodohan menutupi kesadaran umat manusia. Pembunuhan terhadap sapi terjadi dimana mana. Rumah tangga dan ikatan kekeluargaan hanya sebatas sebuah ikatan pernikahan tanpa adanya moralitas atau pendidikan susila didalamnya. Cuaca dan iklim dunia tidak lagi mendukung kehidupan manusia, tumbuh tumbuhan tidak tumbuh seperti seharusnya, pohon pohon gersang dan pendek. Sebuah gambaran nyata realitas yang ada saat ini dan akan terus bergerak menjadi lebih buruk karena ketidaksadaran umat manusia itu sendiri. Prinsip prinsip pengetahuan Veda diabaikan, Catur Vrna disimpangkan. Pada saat itulah Realitas Mutlak Tuhan Yang Maha Esa akan hadir dengan kekuatan ke_Tuhan_an_Nya sendiri, Ia menyelamatkan Kebenaran Abadi (Sanathana Dharma) dan mengawali Sathya – Yuga.

carācara-guror viṣṇor
īśvarasyākhilātmanaḥ
dharma-trāṇāya sādhūnāḿ
janma karmāpanuttaye
||Srimad Bhagavatam 12.2.7||

"Realitas Mutlak Tuhan Yang Maha Esa, Vishnu. Guru spiritual (rohani) dari semua mahluk hidup, yang bergerak dan yang tidak bergerak dan semua jiwa yang agung (mulia), mengambil kelahiran untuk melindungi prinsip prinsip agama dan meringankan para pemuja suci_Nya dari reaksi kerja material"
[http://vedabase.net/sb/12/2/17/en]

Sri Vishnu, kehadirannya pada masa Kali – Yuga sebagai Sri Kalki Avatara untuk melindungi prinsip prinsip agama (Dharma) dan meringankan reaksi dosa yang terjadi akibat kerja (karma) yang dilakukan para bhakta_Nya. Bagi masyarakat Sanathana Dharma, dalam segala kegiatan apapun yang dilakukan dengan kesadaran bahwa setiap tindakan adalah wujud bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa, dalam tindakan tersebut segala bentuk hasilnya diserahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa tanpa ikatan pamrih. Dengan begitu reaksi dosa atas setiap kerja material (karma) dapat diminimalkan, dan walaupun segala tindakan didasarkan pada kesadaran, reaksi karma-phala tetap terjadi dan mengikat. Oleh karena itu dengan kesadaran ke_Tuhan_an ikatan karma-phala tersebut diminimalkan, dan dengan kesadaran ke_Tuhan_an pula segala tindakan buruk dan bertentangan dengan Dharma semakin dapat dihindari. Karena tujuan akhir dari semua usaha di dunia adalah mencapai realisasi tertinggi, pembebasan diri dari segala ikatan karma-phala dan samsara (siklus kehidupan dan kematian badan material) yang selalu menimbulkan penderitaan bagi setiap manusia tersadari atau tidak.

śambhala-grāma-mukhyasya
brāhmaṇasya mahātmanaḥ
bhavane viṣṇuyaśasaḥ
kalkiḥ prādurbhaviṣyati
||Srimad Bhagavatam 12.2.18||

"Realitas personal kalki akan hadir di rumah seorang brahmana yang paling mulia dari desa sambhala, jiwa yang mulia vishnuyasa"
[http://vedabase.net/sb/12/2/18/en]

Sri Kalki Avatara akan hadir dalam keluarga Varna Brahmana (Pandita/Pemimpin masyarakat Sanathana Dharma) yang paling mulia dari desa Sambhala, yang bernama Vishnuyasa. Vishnuyasa yang juga berarti seorang pemuja Vishnu mencirikan bahwa keluarga tersebut berada dalam lingkungan para bhakta sanathani yang memuja Sri Vishnu.

aśvam āśu-gam āruhya
devadattaḿ jagat-patiḥ
asināsādhu-damanam
aṣṭaiśvarya-guṇānvitaḥ
vicarann āśunā kṣauṇyāḿ
hayenāpratima-dyutiḥ
nṛpa-lińga-cchado dasyūn
koṭiśo nihaniṣyati
||Srimad Bhavatam 12.2.19 – 20||

"Realitas personal kalki, sang penguasa semesta, akan mengendarai kuda cepat_Nya, Devadatta dan pedang di tangan_Nya, mengelilingi dunia menunjukan delapan keajaiban kekuasaan_Nya dan delapan kualitas khusus ke_Tuhan_an_Nya. Menampilkan cahaya_Nya yang tidak tertandingi dan mengendarai (kuda_Nya) dengan kecepatan tinggi, Ia akan membunuh (menundukan) jutaan orang pencuri yang berani berpakaian sebagai raja"
[http://vedabase.net/sb/12/2/19-20/en]

Kehadiran Sri Kalki Avatara adalah “kiamat” bagi para penjahat, pencuri dan para pemimpin yang tidak menjalankan tugas kepemiminannya melindungi masyarakat yang dipimpin. Mereka yang bersikap dan hidup selayaknya raja namun menjadi penindas bagi sesamanya akan ditumpas habis oleh Sri Kalki Avatara, jutaan orang akan dimusnahkan karena keburukan diri mereka sendiri. Dengan kekuatan dan kemahakuasaan_Nya tidak ada satupun diantara para pencuri tersebut yang kan mampu menghambat_Nya, memurnikan dunia dari para bandit yang menindas manusia lainnya.

atha teṣāḿ bhaviṣyanti
manāḿsi viśadāni vai
vāsudevāńga-rāgāti-
puṇya-gandhānila-spṛśām
paura-jānapadānāḿ vai
hateṣv akhila-dasyuṣu
||Srimad Bhagavatam 12.2.21||

"Setelah semua raja penipu tersebut ditumpas (ditundukan), para penduduk di kota dan daerah di sekitarnya akan merasakan angin membawa aroma paling mulia (suci) dari pasta cendana dan hiasan lainnya dari Realitas Personal Vasudeva (Sri Kalki) dan pikiran mereka akan menjadi hingga tidak terpikirkan lagi"
[http://vedabase.net/sb/12/2/21/en]

Setelah semua penipu dan para pencuri yang mengaku sebagai pemimpin dunia itu di tundukan, dengan bahasa yang lebih keras, kesemuanya telah di tumpas. Masyarakat dunia seakan menerima sebuah anugerah luar biasa yang tidak terbayangkan, tidak terjelaskan dalam pikiran mereka. Realitas personal Tuhan Yang Maha Esa, Vasudeva (Sri Kalki) hadir sendiri menganugerahkan berbagai kebahagiaan dan perlindungan hidup kepada masyarakat dunia, sehingga pikiran mereka tidak mampu menggambarkan betapa bahagia dan luar biasanya anugerah yang diterima.

teṣāḿ prajā-visargaś ca
sthaviṣṭhaḥ sambhaviṣyati
vāsudeve bhagavati
sattva-mūrtau hṛdi sthite
||Srimad Bhagavatam 12.2.22||

"Ketika Realitas Personal Vasudeva (Sri Kalki), Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, hadir di dalam hati mereka dalam realitas mutlak Ke_Tuhan_an_Nya, masyarakat yang masih tersisa akan berkembang pesat mengisi kembali bumi"
[http://vedabase.net/sb/12/2/22/en]

Ketika kesadaran masyarakat dunia pulih setelah seluruh penindas dan pencuri yang mendominasi telah ditumpas, Realitas Mutlak Tuhan Yang Maha Esa hadir di dalam hati mereka dalam Kesadaran Utama_Nya. Dan dengan kesadaran ke_Tuhan_an yang ada dalam hati setiap manusia pada masa itu, perkembangan masyarakat dunia menjadi pesat dan kembali mengisi kehidupan di dunia dibawah kesadaran utama ke_Tuhan_an.

yadāvatīrṇo bhagavān
kalkir dharma-patir hariḥ
kṛtaḿ bhaviṣyati tadā
prajā-sūtiś ca sāttvikī
||Srimad Bhagavatam 12.2.23||

"Disaat Realitas Mutlak Tuhan Yang Maha Agung telah hadir di bumi sebagai Sri Kalki, sang penjaga (pelindung) agama (kebenaran), sathya - yuga akan dimulai, dan umat manusia akan melahirkan generasi yang baru (keturunan) dalam lingkungan kebaikan" [http://vedabase.net/sb/12/2/23/en]

Kehadiran Realitas Personal Sri Vishnu sebagai Sri Kalki Avatara, sang penjaga nilai nilai kebenaran agama, penegak prinsip prinsip moralitas, yang menyampaikan kembali Dharma kepada masyarakat dunia akan mengawali masa baru peradaban manusia, masa dimana generasi yang baru akan terbentuk dalam lingkungan kehidupan yang baik, Sathya – Yuga pun akan dimulai. Kehidupan umat manusia berada pada puncak kebaikan, kedamaian, keharmonisan serta kesejahteraan.

yadā candraś ca sūryaś ca
tathā tiṣya-bṛhaspatī
eka-rāśau sameṣyanti
bhaviṣyati tadā kṛtam
||Srimad Bhagavatam 12.2.24||

"Ketika bulan, matahari dan Jupiter (Brhaspati) bersama sama (sejajar) dalam gugusan bintang Karkata (Delta Cancer) dan ketiganya bergerak bersamaan memasuki gugusan bintang Pusya, pada masa tersebut Sathya - Yuga atau Kertha - Yuga akan dimulai" [http://vedabase.net/sb/12/2/24/en]

Kehadiran Sri Kalki Avatara ditandai dengan fenomena semesta sejajarnya Bulan, Matahari dan Planet Jupiter (Brhaspati) dalam gugusan bintang Cancer yang secara bersamaan bergerak memasuki guugsan bintang Pusya. Ditandai fenomena semesta tersebutlah masa baru peradaban dunia akan dimulai, Sathya – Yuga atau Kertha – Yuga, masa keemasan (golden age) umat manusia hadir kembali dibawah perlindungan langsung Realitas Mutlak Tuhan Yang Maha Esa, dibawah tegaknya kebenaran agama (Sanathana Dharma), bersama penerapan prinsip prinsip moralitas, umat manusia mencapai realisasi tertinggi kehidupan di dunia dalam kedamaian, kebahagiaan, keharmonisan serta kesejahteraan. Generasi baru umat manusia tumbuh dalam pengetahuan, kecerdasan, budi pekerti dan hidup dalam penghormatan terhadap nilai nilai kemanusiaan, harmonis dengan lingkungan hidupnya.

Keseluruhan penjelasan yang tertuang dalam Bhagavata Purana, merincikan sebuah gambaran personal Sri Kalki Avatara, kepribadian Sri Vishnu, Realitas Mutlak Tuhan Yang Maha Esa, pelindung seluruh kesadaran kehidupan yang ada di alam semesta, penegak tertinggi kebenaran, Ia Yang Maha Kuasa yang menundukan segala ketidakbenaran. Sri Vishnu, dengan kemurahan hati_Nya, memenuhi permohonan setiap bhakta_Nya hadir, menyelamatkan pribadi pribadi yang saleh, yang berjalan dalam Dharma, teguh dalam kebaikan. Sri Vishnu, Ia yang hadir disetiap hati mahluk hidup, guru spiritual setiap kesadaran kehidupan, yang bergerak dan tidak bergerak, hadir dalam realitas_Nya sendiri ke dunia material untuk sebuah misi mengembalikan umat manusia ke dalam tatanan yang seharusnya dijalani dalam mengarungi kehidupan di dunia material.

Pada akhirnya, sebuah pengetahuan telah disampaikan, masyarakat Hindu Dharma (para Bhakta Sanathani) tidaklah menunggu sebuah kiamat atau pemusnahan semesta, sebaliknya masyarakat Hindu Dharma sedang mempersiapkan akhir dari dominasi para Asura (Pribadi buruk, para pencuri yang berpakaian selayaknya raja), akhir dari dominasi ketidakbenaran (Adharma), akhir dari dominasi kebodohan (Pembodohan), kebohongan (Pembohongan), akhir dari segala ideologi yang tidak berke_Tuhan_an, tidak berkemanusiaan dan tidak mendukung keharmonisan hidup umat manusia dengan lingkungan hidupnya. Masyarakat Hindu Dharma mempersiapkan kembali masa keemasan peradaban manusia, kemuliaan dibawah naungan Realitas Personal Tuhan Yang Maha Esa, sebuah Kesadaran Utama bahwasanya, tidak ada satu pun angkara (ketidakbenaran/Adharma) yang akan mampu bertahan saat Realitas Kebenaran Mutlak ITU sendiri hadir untuk menegakan Kebenaran (Dharma).


Ke-9 Realitas Personal mampu di diskripsikan dengan jelas karena kehadiran_Nya dimasa lampau telah tercatat dalam Sastra, sudah menjadi bagian sejarah dalam masyarakat Sanathana Dharma, sedangkan diskripsi Sri Kalki adalah Realitas Personal yang akan hadir, lalu bagaimana kita yang saat ini berada dalam keterbatasan untuk mampu membuktikan Realitas_Nya akan hadir memenuhi diskripsi yang ada atau tidak, waktu yang akan membuktikannya, yang kita lakukan adalah menjaga kebenaran informasi yang terdapat dalam Sastra yang menjelaskan kehadiran_Nya dimasa mendatang
 




Seandainya kita kurang beruntung mampu menyimak langsung kehadiran_Nya, semoga generasi berikutnya memiliki kesempatan tersebut atau kelahiran kita kembali dimasa mendatang seandainya pencapaian tujuan tertinggi dalam satu siklus samsara ini masih menyisakan ikatan karma-wasana.

Akhir kata, Semoga pengetahuan ini memberikan sumbangsih kesadaran kepada kita sebagai masyarakat Hindu Dharma, bahwa dengan resiko apapun, teguh dalam Swadharma Bhakti kita, kita tidak pernah menderita oleh apapun, karena Realitas Kenaran Mutlak ITU sendiri (SAT) ada dalam pribadi kita masing masing. Aham Brahman Asmi – Aku adalah Brahman ITU sendiri. Sampai jumpa pada kesempatan dan pembahasan berikutnya. Satyameva Jayate Nanritam – Hanya Realitas Kebenaran yang pasti akan menang. 

OM Namo Bhagavate Vasudeva Ya
OM Namo Bhagavate Rudra Ya

OM Shanti Shanti Shanti OM

Sumber : facebook.com
Catatan kalki:
http://vedabase.net/bg/en
http://vedabase.net/en
http://ganesha19.blogspot.jp/2012/12/ramalan-kemunculan-kalki-awatara.html
http://vicdicara.wordpress.com/2012/07/19/calculating-kali-yuga-using-astrology/

Artikel Terkait

3 comments:

  1. Saya ingin berbagi cerita kepada anda bahwa saya ini HANDAYANI SAID seorang TKI dari malaysia dan secara tidak sengaja saya buka internet dan saya melihat komentar IBU DARNA yg dari singapur tentan AKI SYHE MAULANA yg telah membantu dia menjadi sukses dan akhirnya saya juga mencoba menghubungi beliau dan alhamdulillah beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor toto 6D dr hasil ritual/ghaib dan alhamdulillah itu betul-betul terbukti tembus dan menang RM.230.000 Ringgit ,kini saya kembali indon membeli rumah dan kereta walaupun sy Cuma pembantu rumah tanggah di selangor malaysia , sy sangat berterimakasih kepada AKI SYHE MAULANA dan tidak lupa mengucap syukur kepada ALLAH karna melalui AKI MAULANA saya juga sudah bisa sesukses ini. Jadi kawan2 yg dalam kesusahan jg pernah putus asah, kalau sudah waktunya tuhan pasti kasi jalan asal anda mau berusaha, ini adalah kisah nyata dari seorang TKI, Untuk yg punya mustika bisa juga di kerjakan narik uang karna AKI MAULANA adalah guru spiritual terkenal di indonesia. jika anda ingin seperti saya silahkan kunjungi situs/website AKI MAULANA ~>KLIK DISINI<~  yg punya rum terimakasih atas tumpangannya.

    ReplyDelete
  2. terimakasih stlh sy membaca semuanya pikiran sy menjadi makin damai nd sy tau apa yang sy cari saat inu

    ReplyDelete
  3. terimakasih stlh sy membaca semuanya pikiran sy menjadi makin damai nd sy tau apa yang sy cari saat inu

    ReplyDelete

Boleh berkomentar panjang lebar, silahkan!Tulisan ini mungkin sinis tapi mudah-mudahan bisa memberi pengertian dan kesadaran untuk lebih mencintai Agama,Tanah Air, Bangsa dan Nusantara. Mencintai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Darma Mangrwa, budaya serta peninggalan-peninggalan leluhur seperti Candi-candi, Pura, Puri, Purana ataupun yang lainnya.