Renungan


Translate

Perwujudan Semesta Sri Krishna Berdasarkan Sloka Bhagavad Gita ---

Om Swastiastu...

Kali ini saya ingin mengajak mengenalkan Sloka sloka Bhagavad Gita yang menceritakan tentang sebuah citra yang menjelaskan perwujudan Semesta Sri Krishna (Vishnu) yang disaksikan oleh Arjuna, Sanjaya serta Maharsi Vyasa Deva, citra ini bersumber dari Sloka Bhagavad Gita.

XI. athaikādaśodhyāyaḥ. (viśvarūpadarśanayogaḥ)

arjuna uvāca

madanugrahāya paramaṃ guhyam
adhyātmasaṃjñitam
yat tvayoktaṃ vacas tena mohoyaṃ vigato mama ||11.1|

"Arjuna berkata; Dengan mendengar wejangan tentang mata pelajaran yang paling rahasia ini yang sudah Anda berikan kepada hamba atas kemurahan hati Anda, khayalan hamba sekarang sudah dihilangkan."

bhavāpyayau hi bhūtānāṃ śrutau vistaraśo mayā
tvattaḥ kamalapatrākṣa māhātmyam api cāvyayam
||11.2|

"O Krsna yang mempunyai mata seperti bunga padma, hamba sudah mendengar dari Anda secara terperinci tentang muncul dan menghilangnya setiap makhluk hidup dan hamba sudah menginsafi kebesaran Anda yang tidak pernah dibinasakan."

evam etad yathāttha tvam ātmānaṃ parameśvara
draṣṭum icchāmi te rūpam aiśvaraṃ puruṣottama ||11.3|

"O kepribadian yang paling mulia, bentuk yang paling utama, walaupun hamba melihat Anda berdiri di sini di hadapan hamba dalam kedudukan Anda yang sejati, sesuai dengan uraian Anda tentang Diri Anda, hamba ingin melihat bagaimana Anda masuk dalam manifestasi alam semesta ini. Hamba ingin melihat bentuk Anda tersebut."

manyase yadi tac chakyaṃ mayā draṣṭum iti prabho
yogeśvara tato me tvaṃ darśayātmānam avyayam ||11.4|

"Kalau Anda berpikir hamba sanggup memandang bentuk semesta Anda, sudilah kiranya Anda memperlihatkan bentuk semesta Diri Anda yang tidak terhingga itu kepada hamba, o Tuhan yang hamba muliakan, penguasa segala kekuatan batin."

śrībhagavān uvāca

paśya me pārtha rūpāṇi śataśotha sahastraśaḥ
nānāvidhāni divyāni nānāvarṇākṛtīni ca ||11.5|

"Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; Wahai Arjuna yang baik hati, wahai putera prtha, sekarang lihatlah kehebatan-Ku, beratus-ratus ribu jenis bentuk rohani yang berwarna-warni."

paśyādityān vasūn rudrān aśvinau marutas tathā
bahūny adṛṣṭapūrvāṇi paśyāścaryāṇi bhārata ||11.6|

"Wahai yang paling baik di antara para Bharatha, lihatlah di sini berbagai perwujudan para Aditya, vasu, Rudra, Asvini-kumara dan semua dewa lainnya. Lihatlah banyak keajaiban yang belum pernah dilihat atau didengar oleh siapapun sebelumnya."

ihaikasthaṃ jagat kṛtsnaṃ paśyādya sacarācaram
mama dehe guḍākeśa yac cānyad draṣṭum icchasi ||11.7|

"Wahai Arjuna apapun yang ingin engkau lihat, lihatlah dengan segera dalam badan-Ku ini! Bentuk semesta ini dapat memperlihatkan kepadamu apapun yang engkau ingin lihat sekarang dan apapun yang engkau ingin lihat pada masa yang akan datang. Segala sesuatu- baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak-berada di sini secara lengkap, di satu tempat."

na tu māṃ śakyase draṣṭum anenaiva svacakṣuṣā
divyaṃ dadāmi te cakṣuḥ paśya me yogam aiśvaram ||11.8|

"Tetapi engkau tidak dapat melihat-Ku dengan mata yang engkau miliki sekarang. Karena itu, Aku memberikan mata rohani kepadamu. Lihatlah kehebatan batin-Ku."


sañjaya uvāca

evam uktvā tato rājan mahāyogeśvaro hariḥ
darśayām āsa pārthāya paramaṃ rūpam aiśvaram ||11.9|

"Sanjaya berkata; Wahai paduka Raja, sesudah bersabda demikian, Tuhan Yang Mahakuasa, penguasa segala kekuatan batin, kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, memperlihatkan bentuk semesta-Nya kepada Arjuna."


anekavaktranayanam anekādbhutadarśanam
anekadivyābharaṇaṃ divyānekodyatāyudham ||11.10|
divyamālyāmbaradharaṃ divyagandhānulepanam
sarvāścaryamayaṃ devam anantaṃ viśvatomukham
||11.11|

"11.10-11 Dalam bentuk semesta itu, Arjuna melihat mulut-mulut yang tidak terhingga, mata yang tidak terhingga, dan wahyu-wahyu ajaib yang tidak terhingga. Bentuk tersebut dihiasi dengan banyak perhiasan rohani dan membawa banyak senjata rohani yang diangkat. Beliau memakai kalung rangkaian bunga dan perhiasan rohani, dan banyak jenis minyak wangi rohani dioleskan pada seluruh badan-Nya. Semuanya ajaib, bercahaya, tidak terbatas dan tersebar kemana-mana."


divi sūryasahastrasya bhaved yugapad utthitā
yadi bhāḥ sadṛśī sā syād bhāsas tasya mahātmanaḥ
||11.12|

"Kalau beratus-ratus ribu matahari terbit di langit pada waktu yang sama, mungkin cahayanya menyerupai cahaya dari kepribadian yang paling utama dalam bentuk semesta itu."


tatraikasthaṃ jagat kṛtsnaṃ pravibhaktam anekadhā
apaśyad devadevasya śarīre pāṇḍavas tadā ||11.13|

"Pada waktu itu, dalam bentuk semesta Tuhan, Arjuna dapat melihat perwujudan-perwujudan alam semesta yang tidak terhingga terletak di satu tempat walaupun dibagi menjadi beribu-ribu."


tataḥ sa vismayāviṣṭo hṛṣṭaromā dhanaṃjayaḥ
praṇamya śirasā devaṃ kṛtāñjalir abhāṣata ||11.14|

"Kemudian Arjuna kebingungan dan kagum, dan bulu romanya tegak berdiri. Arjuna menundukkan kepalanya untuk bersujud, lalu mencakupkan tangannya dan mulai berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa."

arjuna uvāca

paśyāmi devāṃs tava deva dehe
sarvāṃs tathā bhūtaviśeṣasaṃghān
brahmāṇam īśaṃ kamalāsanasthaṃ
ṛṣīṃś ca sarvān uragāṃś ca divyān ||11.15|

"Arjuna berkata; Sri Krsna yang hamba muliakan, di dalam badan Anda hamba melihat semua dewa dan berbagai jenis makhluk hidup yang lain. Hamba melihat Brahma duduk di atas bunga padma, bersama Dewa Siva, semua resi dan naga-naga rohani."

anekabāhūdaravaktranetraṃ
paśyāmi tvāṃ sarvatonantarūpam
nāntaṃ na madhyaṃ na punas tavādiṃ
paśyāmi viśveśvara viśvarūpa ||11.16|

"O penguasa alam semesta, o bentuk semesta, di dalam badan Anda hamba melihat banyak lengan, perut, mulut dan mata, tersebar ke mana-mana, tanpa batas,. Hamba tidak dapat melihat akhir, pertengahan, maupun awal di dalam Diri Anda."

kirīṭinaṃ gadinaṃ cakriṇaṃ ca
tejorāśiṃ sarvato dīptimantam
paśyāmi tvāṃ durnirīkṣyaṃ samantād
dīptānalārkadyutim aprameyam || 11.17|

"Bentuk Anda sulit dilihat karena cahaya-Nya yang menyilaukan, tersebar ke segala sisi, seperti api yang menyala atau cahaya matahari yang tidak dapat diukur. Namun hamba melihat bentuk ini yang bernyala di mana-mana dihiasi dengan berbagai jenis mahkota, gada, dan cakra."

tvam akṣaraṃ paramaṃ veditavyaṃ
tvam asya viśvasya paraṃ nidhānam
tvam avyayaḥ śāśvatadharmagoptā
sanātanas tvaṃ puruṣo mato me ||11.18|

" Anda adalah tujuan pertama yang paling utama. Andalah sandaran utama seluruh jagat ini. Anda tidak dapat dimusnahkan, dan Andalah yang paling Tua. Andalah pemelihara dharma yang kekal, kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Inilah pendapat hamba."

anādimadhyāntam anantavīryam
anantabāhuṃ śaśisūryanetram
paśyāmi tvāṃ dīptahutāśavaktraṃ
svatejasā viśvam idaṃ tapantam ||11.19|

"Anda tidak berawal, tidak ada masa pertengahan bagi Anda dan Anda tidak berakhir. Kebesaran Anda tidak terhingga. Jumlah lengan Anda tidak terbilang. Matahari dan bulan adalah mata Anda. Hamba melihat Anda dengan api yang bernyala keluar dari mulut Anda. Anda sedang membakar seluruh jagat ini dengan cahaya pribadi Anda."

dyāvāpṛthivyor idam antaraṃ hi
vyāptaṃ tvayaikena diśaś ca sarvāḥ
dṛṣṭvādbhutaṃ rupam ugraṃ tavedaṃ
lokatrayaṃ pravyathitaṃ mahātman ||11.20|

"Walaupun Anda adalah satu, Anda berada di mana-mana di seluruh angkasa, planet-planet dan antariksa antar planet-planet. O kepribadian yang Mulia dengan melihat bentuk yang mengagumkan dan mengerikan ini, semua susunan planet goyah."

amī hi tvāṃ surasaṃghā viśanti
kecid bhītāḥ prāñjalayo gṛṇanti
svastīty uktvā maharṣisiddhasaṃghāḥ
stuvanti tvāṃ stutibhiḥ puṣkalābhiḥ ||11.21|

"Semua kelompok dewa menyerahkan diri di hadapan Anda dan masuk ke dalam diri Anda. Beberapa di antaranya sangat ketakutan dan mereka mempersembahkan doa pujian sambil mencakupkan tangannya. Banyak resi yang mulia dan makhluk-makhluk yang sempurna yang sedang berseru, “semoga ada segala kedamaian!” sedang berdoa kepada Anda dengan menyanyikan mantra-mantra veda."

rudrādityā vasavo ye ca sādhyā
viśveśvinau marutaś coṣmapāś ca
gandharvayakṣāsurasiddhasaṃghā
vīkṣante tvāṃ vismitāś caiva sarve ||11.22|

"Segala manifestasi dari Dewa Siva, para Aditya, para vasu, para Sandya, para Visvedeva, dua Asvi, para Marut, para Leluhur, para Gandharva, para Yaksa, para Asura dan dewa-dewa yang sempurna memandang Anda dengan rasa kagum."

rūpaṃ mahat te bahuvaktranetraṃ
mahābāho bahubāhūrupādam
bahūdaraṃ bahudañṣṭrākarālaṃ
dṛṣṭvā lokāḥ pravyathitās tathāham ||11.23|

"O kepribadian yang berlengan perkasa, semua planet dengan dewa-dewanya goyah ketika melihat bentuk Anda yang maha Agung, dengan banyak muka, mata, lengan, paha, kaki, dan perutnya, dan banyak gigi Anda yang mengerikan; karena itu, mereka goyah, dan hamba juga goyah."

nabhaḥspṛśaṃ dīptam anekavarṇaṃ
vyāttānanaṃ dīptaviśālanetram
dṛṣṭvā hi tvāṃ pravyathitāntarātmā
dhṛtiṃ na vindāmi śamaṃ ca viṣṇo ||11.24|

"O Visnu yang berada di mana-mana, ketika hamba melihat Anda dengan berbagai warna Anda yang bercahaya dan menyentuh langit, mulut-mulut Anda yang terbuka lebar dan mata Anda yang besar dan menyala, pikiran hamba goyah karena rasa takut. Hamba tidak dapat memelihara sikap mantap maupun keseimbangan pikiran lagi."

daṃṣṭrākarālāni ca te mukhāni
dṛṣṭvaiva kālānalasaṃnibhāni
diśo na jāne na labhe ca śarma
prasīda deveśa jagannivāsa ||11.25|

"O penguasa para dewa, pelindung dunia-dunia, mohon memberi karunia kepada hamba. Hamba tidak dapat memelihara keseimbangan ketika melihat Anda seperti ini dengan wajah-wajah Anda yang menyala seperti maut dan gigi yang mengerikan. Di segala arah hamba kebingungan."

amī ca tvāṃ dhṛtarāṣṭrasya putrāḥ
sarve sahaivāvanipālasaṃghaiḥ
bhīṣmo droṇaḥ sūtaputras tathāsau
sahāsmadīyair api yodhamukhyaiḥ ||11.26|
vaktrāṇi te tvaramāṇā viśanti
daṃṣṭrākarālāni bhayānakāni
kecid vilagnā daśanāntareṣu
saṃdṛśyante cūrṇitair uttamāṅgaiḥ 11.27

"11.26-27 Semua putera Dhrtarastra, bersama raja-raja yang bersekutu dengan mereka, Bhisma, Drona, Karna dan – semua pemimpin kesatria di pihak kita – lari masuk ke dalam mulut-mulut Anda yang mengerikan. Hamba melihat beberapa di antaranya tersangkut dengan kepala-kepalanya hancur di antara gigi-gigi Anda."

yathā nadīnāṃ bahavombuvegāḥ
samudram evābhimukhā dravanti
tathā tavāmī naralokavīrā
viśanti vaktrāṇy abhivijvalanti ||11.28|

"Bagaikan ombak-ombak banyak sungai mengalir ke dalam lautan, seperti itu pula semua kesatria yang hebat ini menyala dan masuk ke dalam mulut-mulut Anda."

yathā pradīptaṃ jvalanaṃ pataṅgā
viśanti nāśāya samṛddhavegāḥ
tathaiva nāśāya viśanti lokās
tavāpi vaktrāṇi samṛddhavegāḥ ||11.29|

"Hamba melihat semua orang lari dengan kecepatan penuh ke dalam mulut-mulut Anda, bagaikan kupu-kupu yang terbang menuju kehancuran di dalam api yang menyala."

lelihyase grasamānaḥ samantāl
lokān samagrān vadanair jvaladbhiḥ
tejobhir āpūrya jagat samagraṃ
bhāsas tavogrāḥ pratapanti viṣṇo ||11.30|

"O Visnu, hamba melihat Anda menelan semua orang dari segala sisi dengan mulut-mulut Anda yang mengeluarkan banyak api. Anda menutupi seluruh alam semesta dengan cahaya Anda, Anda terwujud dengan sinar-sinar yang mengerikan dan menganguskan."

---
OM Namo Bhagavate Vasudeva Ya
OM Namo Narayana Ya 

 Sumber : http://www.facebook.com/vedanta.yoga/posts/358951320881336?comment_id=1949415&ref=notif&notif_t=like

Artikel Terkait

2 comments:

  1. Artikel ini sangat bermanfaat.
    Sambil baca artikel ini, Aku numpang promosi deh !
    Agen Bola, Bandar Bola Online, Situs Taruhan Bola, 7meter

    ReplyDelete
  2. Saya ingin berbagi cerita kepada anda bahwa saya ini HANDAYANI SAID seorang TKI dari malaysia dan secara tidak sengaja saya buka internet dan saya melihat komentar IBU DARNA yg dari singapur tentan AKI SYHE MAULANA yg telah membantu dia menjadi sukses dan akhirnya saya juga mencoba menghubungi beliau dan alhamdulillah beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor toto 6D dr hasil ritual/ghaib dan alhamdulillah itu betul-betul terbukti tembus dan menang RM.230.000 Ringgit ,kini saya kembali indon membeli rumah dan kereta walaupun sy Cuma pembantu rumah tanggah di selangor malaysia , sy sangat berterimakasih kepada AKI SYHE MAULANA dan tidak lupa mengucap syukur kepada ALLAH karna melalui AKI MAULANA saya juga sudah bisa sesukses ini. Jadi kawan2 yg dalam kesusahan jg pernah putus asah, kalau sudah waktunya tuhan pasti kasi jalan asal anda mau berusaha, ini adalah kisah nyata dari seorang TKI, Untuk yg punya mustika bisa juga di kerjakan narik uang karna AKI MAULANA adalah guru spiritual terkenal di indonesia. jika anda ingin seperti saya silahkan kunjungi situs/website AKI MAULANA ~>KLIK DISINI<~  yg punya rum terimakasih atas tumpangannya.

    ReplyDelete

Boleh berkomentar panjang lebar, silahkan!Tulisan ini mungkin sinis tapi mudah-mudahan bisa memberi pengertian dan kesadaran untuk lebih mencintai Agama,Tanah Air, Bangsa dan Nusantara. Mencintai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Darma Mangrwa, budaya serta peninggalan-peninggalan leluhur seperti Candi-candi, Pura, Puri, Purana ataupun yang lainnya.