Renungan


Translate

Menjawab Agama Bumi dan Agama Langit

Om Awighnam astu namah sidham,
Om Swastyastu,,..

Generasi Hindu yang saya banggakan. Disini saya memaparkan tentang bagaimana Agama Langit dan Agama Bumi dilihat dari segi logika kita. Untuk itu gunakanlah hal ini sebagai wawasan dalam menempuh suatu kehidupan yang kian hari semakin diluar akal logika kita sebagai Hindu, dimana banyak pernyataan dan artikel artikel yang saling menyudutkan satu dengan yang lainnya. Lihatlah salah satu artikel ini Perbedaan Agama Samawi dan Ardhy
Jadi saya disini berusaha memberikan penjelasan dan bukan pembandingan mana yang bagus dan yang tidak bagus, kepada genarasi Hindu bahwa sesungguhnya kebangkitan dalam diri merupakan jalan kesadaran untuk bisa memahami dan mengerti Hindu yang sesungguhnya, jangan takut, jangan ragu, untuk menjalani kehidupan ini.

Dr. H.M . Rasjidi, dalam bab ketiga bukunya; “Empat Kuliah Agama Islam Untuk Perguruan tinggi” membagi agama-agama ke dalam dua kategori besar, yaitu agama-agama alamiah dan agama-agama samawi. Agama alamiah atau agama Bumi adalah agama budaya, agama buatan manusia. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah agama Hindu dan Budha.


Agama samawi atau agama Langit adalah agama yang berasal dari Tuhan. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah agama Yahudi, Kristen, dan Islam. Dalam bab Keempat dengan judul “Agama Islam adalah Agama Samawi Terakhir” Rasjidi dengan jelas menunjukkan atau menempatkan Islam sebagai puncak dari agama langit. Hal ini dapat dipahami karena Rasjidi bukan saja seorang guru besar tentang Islam, tetapi juga seorang Muslim yang saleh.

Tulisan ini mencoba menampilkan beberapa Ayat-ayat/surat-surat/mantra-mantra/seloka-seloka sebagai pelengkap kategori Agama Bumi dan Agama Langit. Tulisan ini hanya menyajikan fakta tertulis didalam kitab suci Agama Langit dan Agama Bumi, selain kriteria yang sudah banyak dibahas oleh para “penemu” kriteria agama langit dan Bumi. Tulisan ini bukan pula dimaksudkan untuk menyinggung keyakinan seseorang. Hanya menyajikan Fakta seperti apa yang termuat dalam kitab suci masing-masing Agama Bumi dan agama Langit.

Beberapa kriteria tambahan untuk Agama Langit/agama Samawi adalah :
  1. Kitab Suci Agama langit mengatakan;  Matahari beredar menurut garis edarnya/orbitnya.(Al Qur’an Surat Yassin, An Abiya,Al Faathir, maupun  Injil Yosua 10/13)
  2. Kitab Suci Agama langit mengatakan: Bumi dihaparkan, langit dibentangkan, gunung ditancapkan sehingga Bumi tidak bergerak untuk selamanya (Al Quran dan Injil).
  3. Kitab Suci Agama Langit mengatakan : Bumi mempunyai tiang-tiang (I Samuel 2/8)
  4. Kitab Suci Agama langit mengatakan : Bumi mempunyai empat sudut (Wahyu 7/1)
  5. Kitab suci Agama langit mengatakan : Bumi tidak pernah bergoyang untuk selamanya (Mazmur 104/5)
  6. Tuhan Injil membawa kekacauan diatas Bumi, Tuhan Injil ( Agama Langit) dalam Matius 10/34  berkata : Jangan kamu menyangka bahwaAku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.
  7. Tuhan Agama langit tidak mengijinkan menyembah Tuhan-Tuhan yang lain. Masing-masing Agama langit punya Tuhannya sendiri-sendiri yang tidak Boleh disembah oleh yang lainnya, Sehingga di NegaraTimur Tengah paling tidak ada 3 pribadi Tuhan yang masing-masing mempunyai karakter yang berbeda yaitu: Yehovah, Allah Yesus, dan Allah Swt). Masing-masing Tuhan ini akan murka, kalau umatnya menyembah Tuhan yang lain.
  8. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, kamu bukan menyembah Tuhan yang Aku sembah. Agamaku agamaku, Agamamu agamamu. (Al Kafiru)
Dari bukti-bukti  no 1-5  diatas, kita mengetahui bahwa penulis kitab Agama Samawi/Agama Langit  adalah penglihatan mahluk yang tinggal di Bumi. Agama Samawi/Agama Langit melihat segala sesuatunya di langit  dan di Bumi dari Bumi. Penulis Kitab Agama Samawi/agama Langit tinggal di Bumi dan tidak pernah ke Langit untuk melihat Bumi dari langit.

Beberapa kriteria untuk Agama Bumi/Agama Ardhi adalah :
  1. Kitab Suci Agama Bumi mengatakan : Bumi berbintik bintik dan bertempat tinggal dilangit. Bumi berputar mengitari Matahari yang bagaikan Ayah (YayurVeda III.6)
  2. Kitab suci agama Bumi mengatakan : Langit dan Bumi bertumpu pada porosnya dan berputar pada porosnya seperti sebuah roda ( RgVeda X.89.4)
  3. Kitab Suci Agama Bumi mengatakan : Bumi bergerak dan bergetar, Bumi bergerak karena api dibagian dalam perut Bumi (AtharvaVeda XII.I.37)
  4. Tuhan Agama Bumi tidak pernah cemburu, maupun iri hati kepada umat Manusia seperti kata dalam Bhagawadgita IX.29 sebagai berikut : Aku tidak pernah iri dan selalu adil terhadap semua mahluk. BagiKu tidak ada yang paling Aku benci dan tidak ada yang paling Aku kasihi. Tetapi yang selalu berbakti kepadaKu, dia akan berada padaKu dan Aku selalu bersamanya.
  5. Tuhan Agama Bumi sangat toleran dan membebaskan umat manusia untuk memilih jalan menuju kepadaNya seperti kata Bhagawadgita IV.11 berikut : Apapun jalan yang ditempuh manusia menuju kearahKu, akan Aku terima sama. Manusia menuju kearahKu dengan berbagai jalan.
  6. Tuhan Agama Bumi hanya Satu, Manusia yang menyebut Banyak seperti mantra RgVeda  I.64.46 berikut : Ekam sadvipra bahuda vadanti artinya Hanya satu Tuhan,orang pintar menyebut dengan banyak nama
  7. Tuhan yang hanya satu juga dipertegas dalam kitab sutasoma Bineka Tunggal Ika tan Hana Dharma mangrua artinya Mekipun berbeda-beda, tetap satu, tidak ada kebenaran (Tuhan) dua.
Dari bukti-bukti no 1-3 maka dapat dipastikan; penulis kitab suci  Agama Bumi tinggal di Langit dan melihat bumi beserta penghuninya dari langit, sehingga Bumi kelihatan Bundar, Bumi berputar mengelilingi Matahari.

Jadi silakan anda menyimpulkannya sendiri...semoga bermanfaat,"Satyam Eva Jayate", "Pada saatnya Kebenaran lah yang akan Menang". Rahayu...

Om, A no badrah kratavo yanthu visvatah, Om ksama sampurna ya namah svaha.
Om Santih, Santih, Santih, Om...

Sumber : http://dharmagupta.blogspot.com/2012/02/agama-bumi-dan-agama-langit.html

Artikel Terkait

8 comments:

  1. :D informasi yang sangat saya perlukan. blog yang sangat informatif. Trims.

    ReplyDelete
  2. Weda diwahyukan oleh Tuhan dan sudah sangat alamiah, menceritakan tentang banyak hal tentang kebenaran jauh-jauh hari sebelum ilmuan modern membuktikan itu semua.....
    dan ternyata kebenaran itu memang benar adanya.... satyam eva jayate

    ReplyDelete
  3. Menurut saya Belog Agama bukan untuk komoditi diperdebatken karena sampai semesta ini di PRALINA/tiada yang namanya pikiran masih akan terus berdebat karena tidak ada seorangpun bisa mengendaliken pikirannya kecuali KRESNA mengendaliken pikiran ARJUNA

    ReplyDelete
  4. Janganlah pake analogi agama langit dan bumi, itu terlalu negatif, Saya jadi ingat 20 tahun yg lalu mengenai diskusi perbandingan agama, "jika bicara agama atau kepercayaan, jangan melupakan sejarah Agama, agama di dunia ini ada 2 rumpun metode kepercayaan. Yang pertama sebutlah aliran eropa timur, yaitu yahudi, katolik, protestan, islam dan sebagainya. Mereka semua punya cara yg sama yaitu awalnya dari Adam dan Hawa, nabinya merupakan 1 keturunan (ada silsilahnya) kitab sucinya sesuai dengan Nabi yang menjadi pedomannya. Dan ujung kehidupannya Sorga dan Neraka. Yang ke kedua, Hindu, Budha, Tao, Konghuchu, sebutlah aliran asia, mereka tidak kenal adam dan hawa, tapi lebih pada proses kehidupan penciptaan alam semesta, nama Hindu sendiri diberi nama oleh misionaris katolik (isunya), karena ditemukannya disekitar sungai sindu india. Kitab sucinya Weda yg artinya pun ilmu pengetahuan. bisa dikatakan hampir semua aliran asia ini memiliki banyak kitab suci, bukan 1 buku. Weda sendiri terdiri lebih dari 5000 kitab, begitu juga tri pitaka, dll, mereka tidak ada nabi, lebih pada awatara (mahluk gaib utusan yg Kuasa), ujung kehidupannya moksa (kesempurnaan/penyatuan) dan reinkarnasi berdasarkan karma". Hindu Dharma sendiri mirip ceritanya dengan diatas, waktu indonesia merdeka hampir manusia di bali di anggap tidak beragama, karena beda dengan hindu yg mereka pikir india. Hindu Bali atau Hindu Dharma adalah agama yg tercipta dengan berbagai penyempurnaan. Di Tanah Jawa ini sebetulnya sudah ada agama yg sangat kuat, yg berbaur pengaruh siwa(lingga yoni) dan wisnu (mulawarman) serta budha dan agama itu tertanam dalam ibu pertiwi tanah Jawa (sabdo palon dan loyo genggong), di bali ada 3 mazab utama penyempurnaan kepercayaan yg dilihat dari warisan struktur ibadah, 1. konsep sanggah merajan, 2. Konsep trimurti, pura desa, pura puseh dan pura dalem, dan 3. Konsep pura jagad, mulai dari besakih sampai pura jagadnata dimana Padmasana sebagai pemujaan utama. Keruntuhan Majapahit memberikan pelajaran penting dalam membentengi ajaran, yg para maharesi menyempurnakan di Bali (pelajari runutan sejarah), uhh segitu dulu, capek juga ngetiknya😅, jangan ada istilah langit dan bumi💓😅😅

    ReplyDelete
  5. mari mencintai Tuhan itu satu apapun nama Tuhan dan apapun agamanya ...
    itulah ajaran asli jawa bukan dari luar

    ReplyDelete

Boleh berkomentar panjang lebar, silahkan!Tulisan ini mungkin sinis tapi mudah-mudahan bisa memberi pengertian dan kesadaran untuk lebih mencintai Agama,Tanah Air, Bangsa dan Nusantara. Mencintai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Darma Mangrwa, budaya serta peninggalan-peninggalan leluhur seperti Candi-candi, Pura, Puri, Purana ataupun yang lainnya.