Renungan


Translate

Bagaimanakah Penciptaan Manusia dan Isi Bumi Menurut Weda?

Om Swastiastu...

Hari ini saya menulis tentang "Bagaimanakah Proses penciptaan Manusia dan isi bumi menurut Weda" yang orang-orang dauh tukad bilang manusia pertama adalah adam dan hawa. Tidak sedikit orang yang meragukan bahwa Weda tidak mempunyai konsep penciptaan manusia dan isi Bumi, seperti Agama Langit dan Agama Bumi dimana Hindu dikatagorikan sebagai Agama Bumi, tapi nanti pada tulisan berikutnya saya akan membahas tentang Siapakah Agama Langit dan Agama Bumi sesungguhnya yang akan saya paparkan secara logika berdasarkan kitabnya masing masing.

Generasi Muda Hindu yang saya banggakan, bangkitkanlah kesadaran diri kalian akan Hindu dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai umat Hindu dalam menghadapi zaman ini, zaman yang penuh akan tantangan hidup dimana sistem konversi terhadap agama semakin kritis terutama untuk HINDU , mungkin kalian sudah tahu bagaimana sistem-sistem mereka melakukannya yang tidak perlu kita mesti persalahkan atau permasalahkan ! Lebih baik tingkatkan Sradha Dharma, benahi dan perbaiki serta perkuat Hindu dalam diri anda sebagai generasi penerus Hindu yang akan datang. Saya teringat akan kata kata seorang tokoh dunia Hitopadesa yang mengatakan :
"Dari semua hal, pengetahuan adalah yang paling baik, karena tidak kena tanggung jawab maupun tidak dapat dicuri, karena tidak dapat dibeli, dan tidak dapat dihancurkan."

Maka teruslah semangat dan bangkit serta gali wawasan diri untuk menjadi yang lebih baik. Saya akan mulai membahas tentang Penciptaan Manusia dan Isi Bumi. Semoga bisa menjadi renungan diri dan bukan untuk di banding-bandingkan.

Teori penciptaan menurut Veda mengenai isi bumi dapat dilihat dalam kitab Veda Smriti yaitu Manawa Dharma sastra. disana disebutkan Brahman menciptakan mahkluk hidup dan isi alam ini melalui tapa-Nya;


“kemudian Aku ingin menciptakan mahluk2 hidup, menjalankan tapa dengan maksud menciptakan sepuluh maharsi pemimpin dari mahluk hidup” 
 - Manawa Dharmasastra 1.34

mereka menjelmakan Tujuh Manu lagi yang memiliki cahaya cemerlang, para dewa dengan tingkat2annya dan maharsi yang memiliki kekuatan batin yang tinggi” 
- Manawa Dharmasastra 1.36

“diciptakan pula para yaksa, raksasa dan banyak tingkatan roh, kilat, guruh, mendung, pelangi, hujan, suara2 gaib, bintang2 yang bergerak serta sinar2 langit yang beraneka ragam. para kinnara, tumbuhan, berbagai jenis ikan, kura2, burung2, binatang, manusia dan segala macam benda2 tak bergerak. demikian semua ciptaan yang bergerak maupun tak bergerak, diciptakan oleh MahaAtma dengan kekuatan tapanya, semuanya atas perintahKu dan menurut hasil daripada perbuatannya” 
- Manawa Dharmasastra 1.37-41.


“ada Enam Manu lagi yang berjiwa suci dan berpikiran sangat tinggi, yang menjadi warga manu keturunan dari Swayambhu Manu yang telah menjadikan semua mahluk hidup di dunia ini” 
- Manawa Dharmasastra 1.61

“ketujuh Manu yang gemilang ini yang pertama adalah Swayambhu Manu, mengadakan dan melindungi semua mahluk hidup dan benda mati di dunia ini sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan baginya” 
 - Manawa Dharmasastra 1.63

 
Dalam agama Hindu, Manu adalah pemimpin setiap Manwantara, yaitu suatu kurun zaman dalam satu kalpa. Ada empat belas Manwantara, sehingga ada empat belas Manu.
Daftar para Manu dipaparkan di bawah ini dari manu pertama sampai manu ke empat belas;

 1.Swayambu,
 2.Swarocisa,
 3.Utama,
 4.Tamasa,
 5.Raiwata,
 6.Caksusa,
 7.Waiwaswata,
 8.Sawarni,
 9.Daksasawarni,
10.Brahmasawarni,
11.Darmasawarni,
12.Rudrasawarni,
13.Rocya atau Dewasarni dan
14.Botya atau Indrasawarni.

Zaman sekarang adalah Manwantara ketujuh dan oleh Manu ketujuh yang bergelar Waiwaswata Manu. Jadi, tujuh Manwantara lainnya akan terjadi di masa depan, dan dipimpin oleh seorang Manu yang baru. Menurut Hindu, keberadaan alam semesta tak lepas dari siklus kalpa. Satu kalpa berlangsung selama jutaan tahun, dan satu kalpa terdiri dari empat belas Manwantara (siklus Manu).

Manu yang pertama adalah Swayambu Manu, sebagai kakek moyang manusia. Swayambu Manu menikah dengan Satarupa dan memiliki keturunan. Anak cucu dari Manu disebut Manawa (secara harfiah berarti keturunan Manu), merujuk kepada manusia zaman sekarang. Menurut agama Hindu, Swayambu Manu dan Satarupa merupakan pria dan wanita pertama di dunia .

Waiwaswata Manu, atau Manu yang sekarang, dikatakan merupakan putra dari Surya (Wiwaswan), yaitu dewa matahari menurut mitologi Hindu. Waiwaswata Manu terlahir pada zaman Satyayuga dan mendirikan kerajaan bernama Kosala, dengan pusat pemerintahan di Ayodhya. Ia memiliki sepuluh anak: Wena, Dresnu (Dresta), Narisyan (Narisyanta), Nabaga, Ikswaku, Karusa, Saryati, Ila, Persadru (Persadra), dan Nabagarista. Dalam kitab Matsyapurana, ia muncul sebagai raja yang menyelamatkan umat manusia dari bencana air bah setelah mendapat pesan dari Wisnu yang berwujud ikan (Matsya Awatara). Cerita penyelamatan raja dan mahluk hidup ini sangat mirip dengan riwayat Nabi Nuh (kisah perahu Noah/Nuh dalam torah) yang menyelamatkan mahluk hidup dari bencana air bah.

Manwantara (Sanskerta: मन्वन्तर ) adalah satuan waktu dalam agama Hindu yang terdiri dari 71 Mahayuga. Menurut mitologi Hindu, bila 14 Manwantara telah berlalu, maka seluruh dunia akan dihancurkan. Saat ini, sudah enam manwantara berlalu dan zaman sekarang adalah manwantara ketujuh. Jadi, masih ada tujuh manwantara lagi sebelum dunia dihancurkan.

Menurut kitab Purana, dunia terbagi menjadi empat zaman, diawali oleh Satyayuga (zaman kebenaran), dan diakhiri oleh Kaliyuga (zaman kegelapan). Setelah Kaliyuga berakhir, dimulailah Satyayuga yang baru. Demikian seterusnya dan siklus dari zaman Satyayuga menuju Kaliyuga disebut Mahayuga. Menurut kitab Brahmapurana, satu Mahayuga berlangsung selama 12.000 tahun para dewa atau 4.320.000 tahun manusia.

Secara singkat diuraikan sebagai berikut:
Satyayuga (1.728.000 tahun), Tretayuga (1.296.000 tahun), Dwaparayuga (864.000 tahun), Kaliyuga (432.000 tahun), Sehinga lama Mahayuga (4.320.000 tahun)

71 Mahayuga membentuk satu manwantara. Dengan demikian, lama berlangsungnya 1 manwantara dapat dihitung sebagai berikut:
• 1 Mahayuga = 4.320.000 tahun
• 71 Mahayuga = 1 Manwantara
• 1 Manwantara = 71 × 4.320.000 tahun = 306.720.000 tahun
Maka, satu manwantara berlangsung selama 306.720.000 tahun. Setelah 14 manwantara berlangsung, maka tercapailah periode satu Kalpa. Alam semesta dihancurkan setiap periode satu Kalpa. Menurut berbagai kitab Purana, zaman sekarang adalah manwantara ketujuh, berarti enam manwantara telah berlalu dan masih ada tujuh manwantara lagi sebelum dunia dihancurkan.

mengenai kiamat juga sudah dijelaskan dalam Veda, bahwa kiamat itu sendiri sudah biasa dan sudah pernah terjadi berulang-ulang kalinya,
dengan begitu :

“Siapakah ras bangsa manusia sebelum Adam?” pertanyaan ini dulunya sangat mengganjal di benak saya. namun setelah membaca artikel dari penulis buku favorit saya mas Dhamar Sasangka, sedikit banyak saya menjadi paham. Jika orang bilang kitab suci orang Islam (Alquran) itu paling lengkap saya tidak setuju. Cobalah baca dan pahami kitab-kitab Hindu Kuno lebih dahulu. Islam itu orang bilang agama paling sempurna, tapi Hindu agama paling universal.
Bisa di baca disini juga untuk melengkapi Siapakah Ras Manusia Sebelum Adam?

Setelah dari Penjelasan diatas mudah mudahan Generasi Penerus Hindu bisa menjadi Seorang Hindu yang sejati untuk yang akan datang...

Om Shanti Shanti Shanti om...

Sumber :   Wayansutame, By ngarayana, dan wikipedia.org

Artikel Terkait

79 comments:

  1. kalo hindu bukannya memiliki teori evolusi yaitu semua mahluk berasal dari mahluk bersel satu trus berkembang sampai akhirnya jadi manusia dan binatang sampai saat ini,benar tidak teori ini ?

    ReplyDelete
  2. HAH EVOLUSI!!!
    wah2 kyknya anda sudah ditipu ama C.darwin , benar2 sesat klo kita umat manusia sampe percaya dengan teori sesatnya . . .

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
    2. Orang negro ama jepang satu nenek moyang gk,kalau benar kok bisa beda warna kulit dan bentuk rambutnya.itu disebut evolusi bukan?

      Delete
    3. Nenek moyang mereka adalah pengikut nabi nuh yg selamat dari banjir besar kemudian pasca banjir diantara mereka ada yg berpencar ke 3 benua yakni afrika, eropa n asia...perbedaan fisik karna penyesuaian terhadap alam setempat dengan proses waktu yg cukup lama

      Delete
    4. Kalau menurut islam manusia dari apa ya?tanah liat?kok tanah liatvskarang ga jd manusia?jgn cuma bsa mengucilkan teori evolusi,,wong kitab suci mu aja berbohong bilang manusia tercipta dari tanah liat,,sampai skarang tanah tetaplah tanah

      Delete
    5. Kalau menurut islam manusia dari apa ya?tanah liat?kok tanah liatvskarang ga jd manusia?jgn cuma bsa mengucilkan teori evolusi,,wong kitab suci mu aja berbohong bilang manusia tercipta dari tanah liat,,sampai skarang tanah tetaplah tanah

      Delete
  3. by DR. T.D. Singh, Ph.D
    (Dalam Hindu tidak ada Evolusi badaniah seperti yang dijelaskan dalam teori evolusi Darwin, yang ada adalah evolusi Kesadaran. Menurut pandangan kitab suci Hindu, Sang roh berpindah dari satu badan ke badan yang lain, membawa serta kesadaran yang ia kembangkan. kesadaran inilah yang menentukan jenis badan apa yang ia akan dapatkan pada kehidupan berikutnya.

    ReplyDelete
  4. evolusi makhluk hidup menurut Hindu terjadi setelah proses kematian yang di sebut reinkarnasi/samsara disesuaikan dengan karma phalanya masing2..

    ReplyDelete
  5. Apakah sudah dibuktikan kebenarannya dan kepastiannya bahwa roh setelah mati pindah lagi kejasad yg lain(baru)?
    Dan apakah tujuan Tuhan menciptakan manusia dimuka Bumi ini?

    ReplyDelete
    Replies
    1. jawabannya kelahiran kembali...

      Delete
    2. Sama pertanyaanya siapa yg sudah membuktikan surga neraka..hadehhhh

      Delete
    3. Coba saja cari di Google. Ada beberapa orang yang karena karma nya bisa ingat kehidupan sebelumnya. Tapi percuma juga bukti-bukti itu, masalahnya selalu dibilang karena pengaruh Jin yg menyesatkan bla bla bla... seperti biasa senjata andalan.
      Terus apa harus menunggu ditemukannya teknologi kamera canggih yg bisa lihat masa lalu?

      Delete
    4. reinkarnasi hanya terjadi jika jasad tubuh dikremasi/ dibakar
      jasad yang dikubur tidak bisa reinkarnasi/lahir kembali tapi jadi hantu ( jika mati normal jadi hantu di kuburan saja, jika mati tidak normal kecelakaan dibunuh etc maka akan jadi hantu gentayangan)
      orang yang mati dikubur bisa reinkarnasi tapi nunggu +- 50 tahun nunggu jasadnya hancur dan energi bateri rohnya habis

      Delete
  6. tuhan tidak dapat dipikirkan oleh akal sehat manusia normal maupun tidak normal. agama hanya pemecah cara pandang umat manusia.

    ReplyDelete
  7. Roh sama dengan atman tidak berwujud tidak berjenis kelamin..hanya sang jiwalah yg menjalani proses reinkarnasi sesuai karmanx...roh atau atman bisa lahir dmn aja dan bentuk atau wujud yang berbeda...

    ReplyDelete
  8. Itu hitungan hayalan banget, bacanya saja pusing boro2 bisa di mengerti...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Butuh iq diatas 50 brow untuk bisa mengerti hitungan itu,wajar kalau iq mu dibawah 50 lu bingung.

      Delete
  9. hari gini masih percaya renkarnasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. pilih mana
      mati jadi hantu gentayangan
      mati atheis mati sudah habis cerita beres
      mati masuk kubur nunggu dialam kubur sampai kiamat padang arafat sirotol mustaqim bla bla bla
      mati dikremasi reinkarnasi dan mengatakan " sejak dahulu beginilah cinta deritanya tiada akhir"
      kalo aku sih inginnya nggak mati, ingginnya seperti dongeng menikah dengan sang putri dan hidup bahagia selama-lamanya

      Delete
    2. Segala yang hidup akan mati, itu adalah ketentuan Tuhan yang memiliki manusia. Kalo kami yang dikubur tidak dapat reinkarnasi, lantas siapakah jumlah jutaan bayi lahir tiap harinya di bumi?? Bukankah jumlah kematian hindu tak dapat menyamai jumlah kelahiran? Apakah ruh kalian dapat membelah diri? Intinya mereka yang lahir hari ini adalah diciptakan baru atau kah orang yang dibakar kemudian dapat membelah diri menjadi banyak??

      Delete
    3. Katakanlah Tuhan itu satu, segala yang ada di bumi dan di langit adalah ciptaannya. manusia2 yg mengaku sebagai tuhan, tak mampu sekalipun menghindar dari kematian, takdir, dan rahmatnya. Manusia yang mengaku Ruh Tuhan membutuhkan makan, minum, dan rizkinya. Dia juga mati sama seperti kalian. Entah namanya reinkarnasi atau apa kami setuju akan adanya kehidupan kembali. Bukan untuk hidup kembali ke bumi tapi hidup untuk mempertanggungjawabkan perbuatan baik dan buruk yg dilakukan selama di bumi. Kalau kalian mengira orang yg terlahir cacat dan miskin adalah mereka yang terkena karma masa lalu, lantas begitu kejamnya manusia menjudge mereka yang lemah tanpa ada sebuah bukti?? Justru mereka yang hidup dalam keadaan cacat dan miskin ketika dia hidup sabar maka akan dijanjikan Tuhan nikmat surga. Bukankah kalian setuju ada surga dan neraka??

      Delete
    4. Ada banyak mahluk hidup selain manuisa yg bisa bereinkarnasi menjadi manusia jika perbuatannya dalam kehidupan sebelumnya bagus /pahala baik. Itulah yg menjelaskan kenapa jumlah manusia terus bertambah. Reinkarnasi tidak hanya terjadi bagi penganut Weda namun juga terjadi pada semua mahluk hidup. Bertambahnya jumlah manusia di jaman ini dgn drastis namun dgn tingkat moral yg sangat rendah (seperti hewan kelakuannya bisa menjadi petunjuk bahwa yg lahir bereinkarnasi menjadi manusia adalah roh roh rendah dari tingkat bangsa hewan sebagai mana disebutkan bahwa bekas2 kebiasaan di kehidupan lampau bisa terbawa lahir ke kehidupan berikutnya dgn membawa kenangan kebiasaan kehidupan lampaunya, itulah yg menjadi bakat lahir

      Delete
    5. Dalam weda di jelaskan ada 14 level alam semesta, 7 level sapta loka adalah alam atas (sorga berada disini) dan 7 level sapta patala adalam alam bawah (neraka berada
      disini)

      Setiap mahluk setelah mati akan lahir di salah satu dari 14 alam itu sesuai dgn karmanya, jadi roh setelah kematian tidak selalu lahir di Bumi, namun dia bisa lahir di sorga atau neraka untuk menikmati hasil karmanya sampe habis lalu akan lahir ke Bumi lagi untuk melanjutkan perjalanannya spiritualnya untuk bisa menyatu dgn Tuhan

      Delete
    6. Sapta Loka

      Sapta Loka adalah tujuh tingkatan alam atas yaitu alam Bwah Loka dan Swah Loka yang digabung jadi satu, sebagaimana dijelaskan dalam Tri Loka sebagai lapisan - lapisan Bhuwana Agung atau alam semesta.

      Adapun ke 7 (tujuh) lapisan Alam Sapta Loka (diurut dari atas ke bawah) yang dimaksudkan adalah :

      Satya Loka | lahir di alam ini menjadi maha sempurna untuk bisa menyatu dan manunggal dengan Hyang Widhi, Tuhan Yang Maha Esa.

      Tapa Loka | lahir di alam ini menjadi apa yang disebut kesadaran kosmik.

      Jana Loka | Sang jiwa bisa melanjutkan evolusi bathinnya dan menyelesaikan sisa putaran karmanya di lapisan alam ini juga.

      Maha Loka | banyak juga jiwa yang lahir di lapisan alam ini karena welas asih memutuskan untuk reinkarnasi kembali.

      Svarga Loka | lahir di Svarga Loka ini belum menghentikan roda samsara, ada waktunya nanti sang jiwa harus kembali lahir ke dunia untuk melanjutkan evolusi bathinnya serta menyelesaikan sisa putaran karma wasananya sendiri.

      Alam halus bvah loka | di alam ini keadaannya cukup mirip dengan di bumi ini, kita mengalami kerinduan akan keinginan-keinginan duniawi, serta mengalami kesedihan dan kebahagiaan yang sama seperti halnya di bumi.

      Mayapada | lahir ke dunia ini sebenarnya disebutkan kesempatan yang sangat baik untuk merealisasi moksha.

      Delete
    7. Untuk lebih detailnya saudara bisa baca di link berikut http://rumah-dharma.blogspot.co.id/2011/06/tri-loka-tiga-pengelompokan-alam.html?m=1

      Delete
    8. Tri Loka : tiga jenis alam semesta
      Dalam Hindu kita mengenal ajaran tentang alam semesta [bhuwana agung] beserta seluruh lapisan-lapisan dimensinya. Ada alam materi [dimana kita sekarang berada] dan ada alam-alam halus. Secara garis besar bisa dikelompokkan menjadi tiga, yang disebut Tri Loka, yaitu Bhur Loka [lapisan-lapisan dimensi alam negatif], Bvah Loka [lapisan-lapisan dimensi siklus samsara, siklus kehidupan-kematian] dan Svah Loka [lapisan-lapisan dimensi alam positif]. Bhur Loka dalam beberapa teks-teks Hindu disebut juga Sapta Petala. Bvah Loka dan Svah Loka dalam beberapa teks-teks Hindu digabung jadi satu dan disebut Sapta Loka.

      Lapisan-lapisan dimensi alam ini tidak terletak vertikal [tinggi rendah] satu sama lain, tapi ada sama persis dengan kita sekarang. Hanya saja sebagian besar berada di dimensi [lapisan] yang halus [bukan alam materi]. Halus disini dimaksudkan diluar kemampuan indriya-indriya dan pikiran kita untuk melihatnya, sehingga kita yang masih di alam materi ini tidak bisa melihat, merasakan atau mengetahuinya. Kecuali bagi mereka yang memiliki indriya ekstra dan orang-orang yang sidha. Alam-alam halus ini semakin positif kehalusannya semakin halus, semakin negatif kehalusannya semakin kasar.

      Komposisi alam semesta [bhuwana agung] ini sesungguhnya mirip dengan komposisi seluruh lapisan badan kita [bhuwana alit]. Ketika kita mati, kita akan memasuki salah satu dari lapisan-lapisan alam halus ini, sesuai dengan tingkat kemurnian bathin kita sendiri [badan halus]. Kita tidak bisa pergi dan menetap lama-lama di alam-alam yang berbeda dengan tingkat kemurnian bathin kita. Analoginya mungkin bisa dikatakan seperti kalau kita naik pesawat terbang terbuka, kita akan mengalami kesulitan untuk bernafas pada ketinggian dimana oksigen tipis, kita akan megap-megap, tapi bagi orang yang sudah biasa tinggal di pegunungan tinggi hal ini tidak masalah.

      KEMATIAN
      Sebelumnya perlu dijelaskan kembali bahwa faktor kunci di alam kematian adalah kecenderungan pikiran kita sendiri [vasana]. Alam kematian adalah lapisan-lapisan alam yang mayoritas dibentuk oleh mental. Ketika kita mati, kita berpisah dengan sthula sarira [badan fisik] kita. Akibatnya semua rekaman atau memory dari seluruh kehidupan kita [yang tersimpan di karana sarira] muncul dan jebol semua, karena tidak ada lagi badan fisik yang menjadi penghalang [membuat kita lupa]. Seluruh akumulasi pengalaman hidup muncul dari segala sudut pikiran, kejadian demi kejadian. Seperti film yang diputar cepat. Semua kejadian dan pengalaman hidup kita akan terlihat sangat jelas dan detail layaknya kita menonton film layar lebar.

      Akumulasi pikiran buruk dan memory buruk [marah, dendam, iri hati, hawa nafsu, serakah, dll] akan membawa kita menuju wilayah-wilayah yang negatif. Akumulasi pikiran baik dan memory baik [welas asih dan kebaikan] akan membawa kita menuju wilayah-wilayah yang positif. Dan bathin yang sudah bebas [jivan-mukti] akan membawa kita menuju pembebasan [moksha]. Mengapa demikian ? Karena tubuh dan lingkungan kita di alam kematian dibentuk oleh bahan-bahan divine energy yang sama dengan yang membentuk pikiran kita. Sehingga kita kemudian akan tinggal di salah satu lapisan alam-alam halus yang paling sesuai dengan kualitas dan kecenderungan pikiran kita sendiri.

      Delete
    9. TRI LOKA PERTAMA : BHUR LOKA [ALAM HALUS NEGATIF, ALAM BAWAH]-
      Bhur loka atau alam halus negatif ini adalah alam yang dihuni oleh jiwa-jiwa yang bathinnya gelap, hidupnya tidak benar atau menyalahgunakan kesaktian semasa hidupnya. Umumnya kita menyebut mereka sebagai para ashura atau mahluk-mahluk bawah [bhuta kala].

      Bhur Loka [disebut juga Sapta Petala atau naraka] adalah alam mental-energi negatif, bukan seperti alam fisik. Kita disini sangat tersiksa karena proyeksi mental-energi negatif dari isi pikiran-pikiran kita sendiri [pikiran buruk dan memory buruk]. Bisa dikatakan seperti mengalami mimpi sangat buruk, tapi lebih nyata dari mimpi buruk, karena pikiran-pikiran buruk kita terproyeksikan menjadi begitu nyata oleh energi-energi negatif di alam ini. Jiwa-jiwa ini semuanya mengalami siksaan, namun tentu saja tidak ada yang terluka atau apa dalam artian fisik, karena itu tak ada bedanya seperti orang yang bermimpi sangat buruk [dalam tidur].

      Lapisan badan yang dipakai di alam ini adalah sukshma sarira. Jiwa-jiwa yang lahir di alam ini setelah mati sebenarnya bukanlah sebagai hukuman, melainkan hanya hukum alam yang bekerja bahwa kita akan tiba di tempat yang paling sesuai dengan kondisi bathin kita sendiri. Analoginya mungkin bisa dikatakan seperti minyak yang akan berkumpul dengan minyak dan air yang akan berkumpul dengan air secara otomatis.

      Di masing-masing petala ini kita akan bertemu dengan jiwa-jiwa yang kualitas negatif-nya sejenis dengan kita. Dan perlu diketahui bahwa di alam ini terjadi perbudakan mental [cuci otak] oleh jiwa-jiwa yang sakti atau cerdas [jiwa-jiwa gelap penguasa neraka] kepada jiwa-jiwa yang lainnya. Kita dipengaruhi agar marah, membenci, sombong, terikat pada nafsu keinginan, dll. Tujuannya agar jiwa-jiwa ini tetap terjebak di alam ini dan mereka menjadi penguasa disini. Itu juga salah satu sebabnya kenapa sekali sang jiwa terperosok disini, dia akan tinggal untuk jangka waktu yang sangat lama, sebelum bisa lahir kembali di alam material untuk kembali melanjutkan evolusi bathin. Durasinya bisa antara ribuan tahun, jutaan tahun, milyaran tahun atau bahkan selamanya sampai maha pralaya [kehancuran alam semesta]. Jiwa-jiwa sangat sulit keluar dari sana karena hirarki jiwa-jiwa gelap yang menjadikan dirinya penguasa neraka, mempengaruhi pikiran mereka agar tetap negatif, sehingga terus terkurung disana.

      Bhur Loka atau Sapta Petala terdiri dari tujuh lapisan dimensi alam. Semakin negatif atau kasar lapisan dimensi bhur loka yang kita masuki, lingkungannya semakin tidak mendukung bagi jiwa untuk mengalami kebahagiaan dan kedamaian. Jiwa-jiwa yang terperosok ke alam ini adalah apa yang biasa kita sebut sebagai para ashura atau mahluk-mahluk bawah [bhuta kala]


      Delete
    10. Berikut penjelasan mengenai Bhur Loka atau Sapta Petala :


      1. Sapta Petala lapisan atau dimensi pertama : Atala.
      Sang jiwa akan lahir di alam ini karena dalam hidupnya dia baik secara fisik maupun melalui perkataan [hinaan, fitnah, penipuan, manipulasi, ajaran spiritual palsu, hasutan, dll], menyebabkan seseorang mengalami kesengsaraan berkepanjangan. Sumber kesengsaraan di alam ini adalah pikiran dan memory akan rasa marah, tersinggung, rasa sakit fisik, rasa bersalah, dll. Sumber kebahagiaan utama di alam ini adalah pikiran dan memory akan kasih sayang dan kebaikan yang pernah dilakukan.

      2. Sapta Petala lapisan kedua : Witala.
      Sang jiwa akan lahir di alam ini karena dalam hidupnya dia baik secara fisik maupun melalui perkataan [hinaan, fitnah, penipuan, manipulasi, ajaran spiritual palsu, hasutan, dll], menyebabkan sekelompok orang mengalami kesengsaraan berkepanjangan. Misalnya saja [hanya contoh] melakukan penipuan besar kepada sekelompok orang, mengeksploitasi tenaga kerja, dll. Sumber kesengsaraan di alam ini adalah pikiran dan memory akan berbagai keinginan-keinginan pikiran yang tidak terpenuhi seperti karir, pendidikan, rasa sayang dari anak-anak, dll. Sumber kebahagiaan utama di alam ini adalah pikiran dan memory akan keuntungan besar dalam bisnis, kekayaan seperti rumah megah, mobil mewah, baju bagus, HP canggih, dll.

      3. Sapta Petala lapisan ketiga : Sutala.
      Sang jiwa akan lahir di alam ini karena dalam hidupnya dia baik secara fisik maupun melalui perkataan [hinaan, fitnah, penipuan, manipulasi, ajaran spiritual palsu, hasutan, dll], menyebabkan banyak orang mengalami kesengsaraan berkepanjangan. Misalnya saja [hanya contoh] meracuni makanan atau obat-obatan [formalin, methanol, zat berbahaya, obat dengan dosis tidak sehat], memproduksi narkoba, melakukan korupsi dengan dampak besar, dll. Sumber kesengsaraan di alam ini adalah pikiran dan memory akan berbagai keinginan-keinginan badan dan pikiran yang tidak terpenuhi. Sumber kebahagiaan utama di alam ini adalah pikiran dan memory akan keinginan-keinginan badan dan pikiran yang terpenuhi.

      4. Sapta Petala lapisan ke-empat : Talatala.
      Kita mulai memasuki lapisan alam negatif [pertama] yang merupakan habitat bagi jiwa-jiwa yang sedikit punya rasa kasih sayang dan dominan punya bathin gelap seperti : kemarahan, dendam, iri hati dan kebencian. Sang jiwa akan lahir di alam ini karena dalam hidupnya dia melakukan, menghasut, mengatur, memanipulasi atau mengorganisir kebencian pada orang lain [melalui orasi, ideologi, ajaran spiritual, dll] yang berujung pada terjadinya aksi kekerasan fisik fatal kepada sekelompok orang. Sang jiwa di alam ini mulai merasakan kesengsaraan mental yang mendalam, akibat proyeksi mental-energi yang tidak terhingga di alam ini. Sumber kebahagiaan utama di alam ini adalah pikiran dan memory akan puasnya melampiaskan amarah yang menyebabkan orang lain menderita.

      Delete
    11. 5. Sapta Petala lapisan kelima : Mahatala.
      Sang jiwa akan lahir di alam ini karena dalam hidupnya dia melakukan, menghasut, mengatur, memanipulasi atau mengorganisir kebencian pada orang lain [melalui orasi, ideologi, ajaran spiritual, dll] yang berujung pada terjadinya aksi kekerasan fisik fatal kepada banyak orang. Sumber kesengsaraan di alam ini adalah akibat perbudakan mental dari jiwa-jiwa gelap penguasa alam petala serta sang jiwa merasa putus asa akibat kecilnya peluang untuk bisa bebas dari alam ini. Sumber kebahagiaan utama di alam ini adalah setitik harapan kecil bahwa suatu hari akan ada yang menolong dari kesengsaraan mendalam ini.

      6. Sapta Petala lapisan ke-enam : Rasatala.
      Sang jiwa akan lahir di alam ini karena dalam hidupnya dia melakukan, menghasut, mengatur, memanipulasi atau mengorganisir kebencian pada orang lain [melalui orasi, ideologi, ajaran spiritual, dll] yang berujung pada terjadinya aksi kekerasan fisik fatal kepada banyak orang di suatu wilayah besar dari suatu negara atau bangsa. Sumber kesengsaraan di alam ini adalah siksaan mental yang sangat berat akibat dari kesengsaraan mental yang ekstrim. Tidak ada kebahagiaan di alam ini.

      7. Sapta Petala lapisan ketujuh atau paling negatif & gelap : Patala.
      Sang jiwa akan lahir di alam ini karena dalam hidupnya dia melakukan, menghasut, mengatur, memanipulasi atau mengorganisir kebencian pada orang lain [melalui orasi, ideologi, ajaran spiritual, dll] yang berujung pada terjadinya aksi kekerasan fisik fatal kepada banyak orang di satu negara atau lintas negara [beberapa negara atau bangsa]. Sumber kesengsaraan di alam ini adalah siksaan mental yang sangat berat akibat dari kesengsaraan mental yang ekstrim. Tidak ada kebahagiaan di alam ini.

      Delete
  10. kitab suci nya mesti d benahi, ngaco,ngaur.. masa ada tuhan (dewa) 3, pa gk bkal brantem mereka2 tuh.. ngurus bumi ne susah lo, harus berlebel MAHA,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maha tpi masih pke utusan emang lgi dibuk atau gk sempat.pakai perwakilan pula.yg sedihnya lgi umat jadi saksi hal yg mreka tidak ketahui, saksi palsu.

      Delete
    2. Yang bilang tuhan tu 3 siapa? Kalau nda paham diem aja!

      Delete
    3. Yang bilang tuhan tu 3 siapa? Kalau nda paham diem aja!

      Delete
    4. brahma-wisnu-shiwa
      pencipta-pemelihara-penghancur
      quasar(big bang)-galaxy-blackhole
      lahir-hidup-mati
      alif(awal)-lam(hidup)-mim(maut)
      tuhan atau dewa dalam hindu bukan personifikasi tapi lebih ke force seperti jedi dalam film starwars.memahami tuhan hindu bukan seperti orang tua berjanggut dilangit tapi lebih seperti force dalam film starwars

      Delete
    5. @ sandi ciks..mohon lbh bijak untuk berkomentar...maaf ya saudara hindu.. untuk sdr fir'aun: dlm tauhid islam tuhan itu sangat sempurna maka dari itu tuhan tidak mau turun langsung menjelma sebagai mahluk ciptaannya karena ia jauh lbh tinggi dari mahluknya maka ia tdk boleh disejajarkan dengan mahluknya...nabi musa pernah meminta agar tuhan menampakkan zatnya tapi hanya sedikit sekali yang ditampakkan akan tetapi nabi musa tidak kuat hingga pingsan..maka dari itu tuhan mengutus orang2 pilihan yg disebut nabi untuk menyampaikan risalah

      Delete
    6. iklas, masa Tuhan disamakan kayak matahari kecil, matahari kita saja jeuh lebih terang kalau udah dekat, apalgi ada triliunan matahari. Sempurna tapi tdk bisa berubha wujud, kalau memang mau menemui nabi kan bisa mengurangi terang sinar nya, kita saja bisa mengubah intesitas cahaya lampu.

      manurut ajaran Hindu wujud itu bisa diubah2, bisa apa saja dan bisa banyak, yg tdk berubah dan kekal adalah Roh. Tuhan itu Roh yg tanoa batas, dan tentu saja TANPA WUJUD. Sedangkan dewa2 adalah manifestasi, roh yg memakai suatu wujud, wujud sebenarnya bisa saja kalau mau, kita saja bisa meribah wujud benda dll, seperti pula semua wujud termasuk benda akan berubah dan tdk kekal bahkan akan lebur / kiamat.

      Delete
    7. Awloh itu apa?batu hajar aswad?setiap ke mekkah slalu bilang aq memenuhi panggilan mu ya allah,ke arah batu hitam itu,,jd batu itu = allah?

      Delete
  11. Dalam Kitab Weda, ada nggak dijelaskan...Manusia yang pertama itu tercipta dari apa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dari 5 unsur brow.coba liat tubuh ente..

      Delete
    2. Yg terbuat dari tanah doank tu gentongnya mbah marijan.

      Delete
    3. 5 unsur
      tubuh/daging/protein dari tanah
      darah,lympha etc dari air
      pemroses hidup / paru paru dari udara
      zat besi darah etc dari logam
      pemroses kesadaran /pikiran/otak dari api/chi/bioelectric

      Delete
    4. Dalam weda disebutkan bahwa manusia maupun alam semesta pada awalnya merupakan energi Tuhan(adhi shakti) lalu energi ini membentuk unsur panca maha butha/materi dimulai dari unsur gas (Bayu misal :hidrogen) hingga ke unsur cair (apah) dan padat (pertiwi). Selain materi juga terbentuk unsur Api (teja) dan Ruang (akasha). Ini sesuai dgn pemahaman dalam sains modern dimana materi ini merupakan energi yg dimampatkan (E= MC^2)

      Jadi manusia itu tidak terbuat dari tanah saja namun terbuat dari unsur padat, cair, gas, api dan ruang. Coba cek sendiri badannya, pasti ada unsur2 diatas. Smoga bisa dipahami

      Delete
  12. Inti nya semua agama itu ad di weda
    Kita di tuntun untuk ikuti ajaran muhamad saw.. Tp bukan agama na
    Di weda itu uda ad kpn turun na semua para nabi

    ReplyDelete
    Replies
    1. gan , di kitab kalian (weda) penjelasan tentang nabi muhamad saw itu apa saaja ?

      Delete
  13. Silahkan baca, Bible, Qur'an, et La Sains, karangan Doktor Maurice Buchaile. Disana anda akan tercengang dengan konsep penciptaan alam semesta menurut Qur'an dan Sains moderen. :-) Baca, Baca, Baca!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. anda saja yg baca sendiri ngapain nyuruh2 orang baca penyocok-cocokan kayak harun yahya, nanti ada pennemuan baru berubah lagi, bikin lagi buku dan VCD. lain halnya dg sains di Weda, banyak ilmuwan dunia yg mengagumi, searh saja pengakuan tokoh dunia, Baca, baca...

      Delete
  14. Mohon maaf tanpa mengurangi rasa hormat antar umat beragama. Jika kami yang dikubur menunggu lama untuk dapat reinkarnasi kembali lantas siapakah jutaan bayi yang lahir setiap harinya di bumi?? Sedangkan jumlah kematian umat hindu tak mampu menyaingi jumlah kelahiran yang ada di bumi. Bukankah menurut sensus jumlah manusia itu semakin banyak. Kalau dulu manusia ada 2 orang, kemudian berkembang biak menjadi banyak, jiwa2 siapakah yang terlahir? Tercipta atau reinkarnasi?? Apakah ruh bisa membelah diri menjadi banyak untuk dapat lahir??

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk penjelasan saudara angga di atas saya setuju , kami hanya ingin membagi wawasan tentang ilmu yang kami peroleh yang insaallah fakta dari logika

      Delete
    2. Selain roh manusia, roh binatang pun bisa lahir sebagai manusia jika perbuatan/pahala di kehidupan lampaunya sudah mencukupi untuk roh itu lahir memgambil badan manusia.

      Delete
    3. Link berikut menunjukkan pembuktian ilmiah oleh para peneliti di amerika bahwa reinkarnasi itu nyata
      http://reluctant-messenger.com/reincarnation-proof.htm

      Delete
    4. yg komentar bilang hanya yg dikremasi yg reinkarnasi, dan yg dikubur jadi roh gentayangan, seharusnya tdk dimasukkan ke dalam hati. Tentu saja maksudnya reinkarnasi berlaku bagi semua mahluk. Hewan pada saatnya juga reinkarnasi, karena jadi hewan kan juga ada susahnya, ada penderitaan, itu namanya karma / Tapa, dan karma tdk akan hilamg begitu saja jadi 0

      Delete
  15. yakini apa yg kalian yakini jangan menjudge

    ReplyDelete
  16. Buang jauh2 pemahaman ttg teori evolusi darwin, bbrpa thn terkahir di china dtemukan gerabah yg umurnya sm dengan manusia purba, itu artinya antara manusia purba dan manusia modern(kita) hidup berdampingan, dan itu memtahkan teori klo kt evolusi dr kera, dan sesuai dg kisah ramayana ketika para manusia berdmpingn dg kelompok manusia kera (hanuman, subali , sugriwa dan raksasa)

    ReplyDelete
  17. Replies
    1. bilang aja kalau agama kami itu memang ada benarnya

      Delete
  18. Seorang professor bahasa dari Alahabad University India mengajak kepada umat Hindu untuk segera memeluk agama Islam, adalah terdapatnya sebuah ramalan penting dalam kitab suci Hindu tentang kedatangan yang ditunggu-tunggu dari seorang Kalky Avtar (baca :autar). "av" artinya : turun. "tr" artinya melewati. Jadi arti kata Avtar adalah "diturunkan atau diutus untuk turun". Kalky Avtar artinya adalah : "utusan terakhir".

    Pundit Vaid Parkash – sang professor (yang menulis buku berjudul "Kalky Avtar"), secara terbuka dan dengan alasan-alasan ilmiah, mengajak para penganut Hindu untuk segera memeluk agama Islam dan sekaligus mengimani risalah yang dibawa oleh Rasulullah SAW, karena menurutnya, sebenarnya Nabi Muhammad adalah sosok yang dinanti-nantikan sebagai sosok pembaharu spiritual dalam agama Hindu.

    ReplyDelete
  19. Sadar dan sadar yang kalian sembah itu PATUNG , Jangan sampai tertipu oleh muslihat Syetan ...
    Itu Patung saudara2 ku .

    ReplyDelete
  20. Tolol ptung adalah simbol untuk mnuju k maha kuasa bkn kyak agama adahrmik... bhwa Dri zaman k zaman emnk islam aja ajaharnya adharma....

    ReplyDelete
  21. Tolol ptung adalah simbol untuk mnuju k maha kuasa bkn kyak agama adahrmik... bhwa Dri zaman k zaman emnk islam aja ajaharnya adharma....

    ReplyDelete
  22. Penjelasan diatas memang benar. Leluhur umat manusia memeng benar adalah MANU dan ada 14 manu. ADAM dan SITI HAWA dalam agama Islam dan Kristen adalah RSI ADAMA dan DEWI HAWYAWATI dalam Kitab Suci Weda Purana dan Itihasa. Mereka adalah pemuja Dewa Siwa. Mereka adalah leluhur manusia pada jaman kali yuga yang dimulai sekitar 5118 tahun lalu. RSI ADAMA dan DEWI HAYWAWATI menurunkan ras manusia baru yaitu manusia seperti kita pada jaman kali yuga saat ini dengan karakter moral dan mental lemah yaitu yang mudah digoda, disesatkan, tergiur dengan kenikmatan berdosa yaitu memiliki moral dan mental yang rendah karena awalnya juga RSI ADAMA dan DEWI HAYWAWATI telah berhasil dibujuk oleh ular yang merupakan jelmaan penguasa sifat kejahatan (Pribadi Kali/Jahat) sehingga anak keturunan manusia jaman sekarang juga gampang disesatkan kejalan dosa karena itulah dalam agama islam dan kristen disebutkan dengan KEJATUHAN ADAM dan HAWA dari sorga. Umat Hindu kebanyakan hanya mengenal Weda sebagai kitab sucinya begitu pula umat agama lain. ada banyak cabang-cabang weda termasuk Purana dan Itihasa yang mana purana dan itihasa merupakan kitab suci yang menerangkan tentang sejarah penciptaan sampai akhirnya mengulas leluhur umat manusia disetiap jaman yang terjadi bermilyar-milyar tahun sebelum saat ini bahkan tak terhitung waktunya karena Tuhan memiliki usia yang kekal dan ciptaan BELIAU juga ada saat BELIAU ada. Alam ciptaan ini hanyalah penjara akibat kesalahan kita (ROH dalam badan) sehingga kita diberikan sanksi dengan cara belajar di alam semesta ini.
    Weda juga memiliki bagian2/cabang lain seperti ilmu pengobatan, pemujaan/mantra/nyanyian suci, kesaktian dan ritual agama, dll. Hanya saja umat hindu kebanyakan hanya mengenal Weda sepotong-sepotong (akibat begitu universal/luasnya serta lengkapnya dan beraneka ragamnya isi WEDA) dan biasanya yang dikenal umat hindu hanya mantra suci mantram gayatri atau sekedar tuntunan sederhana sembahyang sehari-hari.

    ReplyDelete
  23. ketika anda semua bertengkar satu sama lain di medsos ini atau dalam kehidupan anda sehari-hari dan saling menjelekkan satu sama lain, maka disanalah anda semua harus belajar lagi. Karena inti dari semua agama adalah mendapat pemahaman yang satu/tunggal/sama tentang TUHAN. Pola pelaksanaan dan penerapan tiap ajaran agama yang berbeda-beda hanyalah cara praktik belajar anda yang berbeda. Ibarat belajar matematika, setiap sekolah pasti memiliki ruang kelas yang berbeda, guru/tenaga pengajar yang berbeda, cara/pola pengajaran yang berbeda, teknik belajar yang berbeda, waktu belajar yang berbeda, dll tapi pada intinya pelajaran matematika mengajarkan anda untuk pintar BERHITUNG. Hal yang wajar ketika seorang murid akan mendapat hasil yang berbeda lalu bertengkar pada awalnya dengan murid yang lain terhadap sebuah soal perkalian, pembagian, pengurangan atau pecahan atau mungkin ada yang diam saja karena tidak mengerti soal latihan matematika dimaksud. Tapi sang guru yang memahami soal matematika itu hanya akan tersenyum mengetahui perbedaan jawaban para murid karena tujuan sang guru memang membuat para murid pintar matematika dengan segala jenis perkalian, pecahan, pembagian, dll, sampai akhirnya para murid baik itu di satu kelas atau satu sekolah atau bahkan secara nasional mendapat nilai yang bagus pada saat Ujian Nasional dan itu artinya timbul SATU pemahaman tentang pelajaran matematika.
    begitu juga hal yang sama pada AGAMA. ada yang beragama dengan memuja ARCA (patung suci), beragama dengan menyanyikan lagu rohani, beragama dengan cara melayani dan membuat manusia atau makhluk hidup lain senang, beragama dengan pelayanan, beragama dengan bekerja dengan giat dan rajin, beragama dengan menjaga pikiran perkataan dan perbuatan selalu suci dan tidak berdosa, beragama dengan sedekah, kebersihan, dll.
    Pola belajarnya berbeda-beda tapi tujuannya SATU, memahami TUHAN bukan untuk saling menghujat, menjelekkan, menghina, dll

    ReplyDelete
  24. Agama ku adalah agama ku. Agama mu adalah agama mu. Yang buat artikel tdk usah pake menghujat. Yang baca tdk usah komen menghina. Apapun keyakinan kalian, bahkan jika kalian tidak punya keyakinan..marilah kita saling tepo seliro.

    ReplyDelete
  25. debat yang tdk bermutu. aku agama hindu. tp ngga suka debat seperti ini. biar dunia ini mengalir. tuhan tidak akan membiarkan hal" jahat di dunia. pasti ada sisi kebaikan didunia ini. lihat dan amati. siapa yang menebar kebaikan, dan siapa yang menebar kejahatab dimana". walaupun pengikut agama A, agama B, Agama C dll tidak mengakui adanya kejahatan tersebut yang dibenarkan oleh pemimpin agamanya. ya itulah yang terjadi. mereka malu karena ditakdirkan ke agama yang penuh kekerasan dan menutup"inya dengan kitabnya sendiri. seolah" tidak mengajari demikian. lihat faktanya. lihat sejarahnya. baik tetaplah baik, walau sedikit dan banyak kuantitasnya juga tetaplah baik baik. jahat mau sedikit banyak tetap orang jahat. gitu aja kok repot. tapi orang jahat baik itu bukan serta merta dilakukan begitu saja. semua pasti berasal dari sumber dimana ia belajar, dimana ia mengemban ajarannya. nggak mungkin orang baik dan jahat tidak ada dasarnya. pasti semua itu mengikuti ajarannya. lihat fakta aja nggausah mengelak a, b, c, d dll.

    ReplyDelete
  26. Nanti setelah kematian baru bisa terbukti agama mana yg benar. Dan penyesalan tak akan berguna lagi setelah ruh ini lepas dari jazad nya.

    ReplyDelete
  27. Nanti setelah kematian baru bisa terbukti agama mana yg benar. Dan penyesalan tak akan berguna lagi setelah ruh ini lepas dari jazad nya.

    ReplyDelete
  28. baik tetap baik. jahat tetap jahat. pembunuh tetap pembunuh. pengasih tetap pengasih. gampang aja ndak usah ribet dan muluk". mau surga mau neraka. itu semua yang menentukan tadi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tolol ini orang mmnkx smua umat islam itu pembunuh umat hindu jga pembunuh
      Jdi jngn kliem klau agama kmi itu jahat bangsat...intropeksi sebaik baik mna kha umat mu hingga kmu kliem islam itu jahat

      Delete
  29. ndak ada pembunuh akan masuk sorga. ndak ada pula pengasih dan orang" baik masuk neraka. semua itu karena sebab akibat yang mereka lakukan . biar dunia ini melihat mana baik mana yang jahat. Nurani tdk dapat dibohongi.

    ReplyDelete
  30. Wew...pembahasan nya sotoy semua..
    Dunia ini luas...ada banyak misteri yg msh kalian gak tau..jd jgn jd org sok tau...kehidupan di laut,di darat dll itu semua rahasia..jd jgn merasa paling mengetahui mana yg benar dan mana yg salah.

    ReplyDelete
  31. jangan padda tolol deh ..mw agama apa ajha yg penting jalankan .toh ahirnya kita tujuannya sorga...apapun agamanya menurut saya sama..hanya tuhan yg tau segalanya...

    ReplyDelete
  32. Kebenaran hakiki tentang tuhan akan terjawab setelah kita menjadi ghaib (setelah kita mati), sebab tuhan itu ghaib. Saran saya jangan salah pilih agama, hidup cuma skali, ingat kita sdh hidup didunia tdk bisa kembali lagi ke alam rahim, nanti setelah kita meninggal kita tidak bisa lagi, kembali ke alam dunia.

    ReplyDelete
  33. Kebenaran hakiki tentang tuhan akan terjawab setelah kita menjadi ghaib (setelah kita mati), sebab tuhan itu ghaib. Saran saya jangan salah pilih agama, hidup cuma skali, ingat kita sdh hidup didunia tdk bisa kembali lagi ke alam rahim, nanti setelah kita meninggal kita tidak bisa lagi, kembali ke alam dunia.

    ReplyDelete
  34. Ha ha ha ha,,, pada akhirnya, manusia lebih memperdebatkan "Tuhan",daripada "mengagungkannya",,,
    Apa lagi dari orang2 awam agama yang bawa2 "islam" malu2in asli,,

    Gini, aku islam... Kalau aku setuju dengan artikel (ceramah) diatas karena kehidupan spiritualisku,aku mengalami beberapa yang disebutkan,, ada roh,reinkar dsb... Jadi aku mengapresiai...

    Buat saudara muslimku yang ga percaya,, lakum diinukum waa liyadiin.... That's enaugh... Kenapa harus mengujar kebencian?,, ngaji dimana?,,, Muhammad ku dalam Al-Qur'an gak pernah mengujar kebencian,,, nah dari situ kita bisa tanya,,, "apa sebenarnya agama kalian wahai para pengujar kebencian???"

    ReplyDelete
  35. Jlas alqur,an kitab yng sempurnah karna dia yng terakhir untuk menyempurnahkan perbedaan pndapat dari kitab2 yng kuno dan yng diantara kitab tersebut alqur,an lah penyempurnaannya mkah tdk bisa klian klaim salah mmnkx kmu bisa buktii apa klw dalam alqur,an itu slh jls js dia yng terakhir untuk menyempurnakan dari sglah pndapat

    Artikel yng kmu tulis sja berteleh teleh karna kmu tdk mmpu menyempurnakannya...

    Tuliskan lah artikel yng jlas tepat dan padat jngn nebar fitna kmi siap jihad atas nama allah




    ReplyDelete
    Replies
    1. sempurna??? wkwk klk tuhan mu memng sempurna dan maha tau, msak kitap suci ada revisinya😂 saya si lbih prcya yng prtma, klk memng tuhan mu yng bner, kenapa agama mu bukan jdi agama pertma?

      Delete

Boleh berkomentar panjang lebar, silahkan!Tulisan ini mungkin sinis tapi mudah-mudahan bisa memberi pengertian dan kesadaran untuk lebih mencintai Agama,Tanah Air, Bangsa dan Nusantara. Mencintai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Darma Mangrwa, budaya serta peninggalan-peninggalan leluhur seperti Candi-candi, Pura, Puri, Purana ataupun yang lainnya.