Daftar KLIK Dibawah ini, Jika ingin Blog Anda Menghasilkan Uang


Author

Diharapkan bagi umat yang ingin menyumbangkan tulisan-tulisannya untuk dipublikasikan di blog ini, yang bersifat membangun dan mencerdaskan umat, silahkan kirim ke; kebangkitan.hindu@gmail.com Terimakasih

Manusia 1/2 Dewa - Iwan Fals

Translate

Positif dan Negatif tentang Umat Hindu di Bali

Om Swastiastu...
Sungguh miris jika kita melihat kenyataan sekarang tentang Hindu di nusantara tercinta kita ini , khususnya umat Hindu yang berada di Bali. Berbagai Pikiran Negatif dan Positif selalu mengantui dan menjadi Media artikel di berbagai dunia salah satunya adalah baca ini > kasihan-ya-orang-bali . Dan yang satu ini lumayan Kritis bagi saya baca ini >  membongkar-kesalahpahaman-tentang-kasta-di-bali walau sebenarnya Kasta ini sudah di keluarkan Bisama oleh PHDI Pusat baca ini >Fatwa Mengikis Kasta tapi tetap saja tidak ada kemajuan karena tidak pernah di sosialisasikan dan menjadikan pertentangan yang sangat ruwet di Bali, Kasta hanyalah permainan Politik yang dimanfaatkan oleh kaum kaum yang berkasta tinggi dimana sebenarnya KASTA tidak ada dalam WEDA yang ada CATUR WARNA yang merupakan pembagian seseorang berdasarkan pekerjaannya tapi hal itu disalah gunakan sehingga menjadi salah paham alias salah kaprah dalam menjalankannya.

Tapi biar bagaimanapun saya tetap memberikan Jempol bagi Umat Hindu di BALI , dgn hidup demikian mereka masih bisa mempertahankan adat dan agamanya dgn baek tanpa kekerasan, memang miris dan kompleks sekali permasalahan BALI sekarang dgn Pariwisatanya yang semakin maju. Dimana pihak pendatang yang begitu memanfaatkan tanah Bali sedangkan Rakyat Bali masih berkutat kutat dgn adatnya yang begitu irasional, tanpa melihat perkembangan zaman skg ini. dan Bukan itu saja seluruh umat Hindu Bali tahu bagaimana kemajuan Pariwisata ini mendapatkan devisa bagi negara sebesar 54% secara nasional masuk ke kas Pusat. Tanpa memberikan sedikit pun Bagi Umat Bali untuk memajukan Umatnya? Hal itu sampai skg masih di perjuangkan dgn di bentuknya forum forum yang mengatasnamakan Rakyat Bali menuntut hak bagi kemajuan Bali tapi apa yg di dapat skg??? silakan baca ini > tokoh-masyarakat-deklarasikan-forum-perjuangan-hak-bali , hal itu masih tanda tanya besar bagi kami umat Hindu Bali. Ketika Bali minta OTSUS juga tidak di dengarkan sama sekali. Hal ini bagaikan BOM waktu yang akan siap meledak yang melebihi BOM Bali 1.

"Satyam Eva Jayate”, “pada saatnya kebenaran lah yang akan menang”.Namaste.


Mengenai Otsus ini saya sependapat dgn tulisan rekan saya baca ini > mengapa-bali-menuntut-otsus? .Karena Rakyat Bali-pun ingin anak-cucunya dikemudian hari mencapai moksartham jagaditaya ca iti dharmah yakni kebahagiaan lahir dan bathin sesuai dengan ajaran Agama Hindu. Politik pemerintahan yang sesuai di Bali adalah seperti yang diatur dalam Reg Veda II sampai IX di mana secara panjang lebar telah diulas tentang persyaratan pemimpin, pengambilan sumpah jabatan, swadharma pemimpin, dan model demokrasi menurut ajaran Veda.
Bila otonomi khusus untuk Bali berhasil diperoleh, maka para pemimpin mulai tingkat Gubernur sampai Kepala Desa di Bali diharapkan melaksanakan pola dan kebijakan pemerintahan menurut Veda, dan untuk ini pihak legislatif dan eksekutif didampingi pemimpin-pemimpin umat Hindu terlebih dahulu merancangnya dengan matang.

Karena merasa di abaikan dan hanya di perah saja (baca ini > Dari Sarasehan FPHB : ‘’Sejak Dulu Bali Terpinggirkan’’), maka semestinya kita bisa berpikir secara militan sebagai Generasi Hindu yang akan datang. Hal ini sangat di perlukan untuk membangun semangat juang dalam mempertahankan dan Membangkitkan Hindu di nusantara ini, Dimanakah rasa Persatuan umat kita? sama Nyame Braye ( sodara ) saja saling tempur, terus dimanakah hasil dari forum forum Hindu yang mengatasnamakan rakyat Bali tsb ? Tunjukkanlah buat kami umat Hindu di Bali. Jangan hanya Koar koar di tempat tapi tidak menunjukkan hasilnya. Lihatlah sekarang kenyataannya!!.  
Belum lagi begitu banyak persaingan antara I dan K dalam menjalankan Konversi dan Misionarisnya di Bali, belum lagi ormas ormas  I aliran keras sudah mulai berani membuka dan terang terangan untuk bisa mengintervensi untuk memaksakan kehendaknya dgn jalan kekerasan. Dimanakah PANCASILA dan UUD 45 sekarang ini ? Kita tahu bagaimana lahirnya PANCASILA dan UUD 45 yang merupakan dulunya menjadi semboyan MAJAPAHIT dalam mempersatukan Nusantara kita ini silakan anda baca ini karena panjang sekali historinya maka saya berikan linknya saja yah baca > SEJARAH RUNTUHNYA KERAJAAN MAJAPAHIT YANG DI SEMBUNYIKAN PEMERINTAH. Dan masih banyak sekali wawasan yang semestinya kita sebagai umat Hindu menjadi lebih mawas diri dan kritis dalam menghadapi perkembangan demi perkembangan. jangan hanya tahu "Nak Mule Keto " tinggalkan hal tsb jadilah generasi Hindu yang Kritis, Militan dan Berani menghadapi tantangan yang semakin Kompleks dan Global ini. Jangan kita pernah merasa sebagai minoritas tetaplah kita Bangga dgn HINDU yang merupakan Jalan Kebenaran WEDA.

Walaupun sebenarnya saya berada di seberang dari pulau BALI dan merasakan langsung bagaimana rasanya di diskriminasi kan, seperti hal ini baca > tidak-terpilih-sebagai-komandan-kopassus-karena-beragama-hindu-wawancara-s-nyoman-suwisma  tapi apapun itu saya tetap berusaha untuk bisa menjadi lebih iklas dan bersemangat dgn HINDU walaupun di terpa dengan segala tekanan, dan saya banyak lihat teman teman Hindu hanyalah untuk sesuatu jabatan atau karier sampai harus mengorbankan agama sendiri dengan berpindah menjadi agama lain, sungguh di luar pikiran dan hati saya jika sampai berbuat begitu tapi saya berusaha untuk bisa menghargai hal tersebut. Karena saya meyakini suatu Sloka dalam Bhagawadgita :

Yo yo yām yām tanum bhaktah śraddhayārcitum icchati,
tasya tasyācalām śraddhām tām eva vidadhāmy aham
(Bhagavad Gītā, 7.21)
Arti:
Kepercayaan apapun yang ingin dipeluk seseorang,
Aku perlakukan mereka sama dan
Ku-berikan berkah yang setimpal supaya ia lebih mantap

samo ‘haṁ sarva-bhūteṣu na me dveṣyo ‘sti na priyah
ye bhajanti tu māṁ bhaktyā mayi te teṣu cāpy aham
(Bhagavad Gītā, IX. 29)
Arti:
Aku tidak pernah iri dan selalu bersikap adil terhadap semua makhluk.
Bagi-Ku tidak ada yang paling Ku-benci 
dan tidak ada yang paling Aku kasihi.
Tetapi yang berbakti kepada-Ku, 
dia berada pada-Ku dan Aku bersamanya pula

Untuk itu marilah kita bangkit bersama sama untuk menegakan Dharma kita sebagai Hindu, tingkatkan SDM generasi Muda Hindu untuk bisa menjadi yang lebih baek dari sekarang dan jadilah seorang HINDU yang sejati.
Om shanti shanti shanti om...

Artikel Terkait

3 comments:

  1. Kalo sekrang umat Hindu sudah pakai kekerasan baik itu masalah adat atau hak tanah kuburuan saya heran kenapa tidak ada yg berpikiran simple, dan tidak melihat keluar bagaimana orang-orang luar jadi menilai "kasian-ya-orang-bali" saya tidak pungkiri juga mungkin orang2 bali 30tahun mendatang seperti orang pinggiran betawi di jakarta jika cara pandang mereka (orangbali) tetap terhadap hukum adat yang tidak di update sesuai perubahan jaman,, begitu juga Kasta dijaman sekarang saya lebih miris lagi ketika melihat orang berkasta harus bekerja rendahan.. ayo orang-orang bali bangkit dari tidur lamamu !!!

    ReplyDelete
  2. India aja gak pake gitu2 bro otsus2..mau ikut2an Aceh ya? itu sejarahnya beda dan permasalahannya beda dgn bali. ntar bisa2 semua daerah minta otsus2 juga. Apakah org hindu bali melaksanakan veda atau adat istiadat? rasanya lbh dominan adat drpd agama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kenapa anda bisa mengatakan Bali rasanya dominan menjalankan adat daripada agama? jika anda bisa memahami konsep dese kale patra di Bali anda akan tahu yg mana agama dan yg mana adat. dan jika memang tidak bisa memberikan otsus paling tidak Bali di berikan lebih sebagai penyumbang devisa besar di indonesia!? Karena untuk kedepannya bukan untuk BALI sendiri tp untuk generasi Hindu yg akan datang. suksme atas komentnya

      Delete

Boleh berkomentar panjang lebar, silahkan!Tulisan ini mungkin sinis tapi mudah-mudahan bisa memberi pengertian dan kesadaran untuk lebih mencintai Agama,Tanah Air, Bangsa dan Nusantara. Mencintai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Darma Mangrwa, budaya serta peninggalan-peninggalan leluhur seperti Candi-candi, Pura, Puri, Purana ataupun yang lainnya.