Renungan


Translate

Kalo Konsepnya reinkarnasi, knp jumlah penduduk dunia terus bertambah?

Om swastiastu..

Banyaknya pertanyaan pertanyaan yang muncul tentang reinkarnasi membuat saya ingin menulis tentang ini. Generasi muda hindu kita sekarang ini sudah mulai kritis, saya lebih menghargai itu daripada harus lari sana sini berpindah hanya untuk mencari pembenaran tentang TUHAN. Semoga Tulisan saya ini bisa memberikan sedikit penjelasan bahwa sesungguhnya HINDU bukanlah agama yang perlu ditinggalkan karena dalam Weda semua ada jika kita ingin belajar. Mari kita mulai.. 

Inilah Pertanyannya tersebut :
Kalo konsepnya reinkarnasi, knp jumlah penduduk dunia nambah terus. Apakah satu atman di kehidupan yg lalu bisa menjadi 2 atau 3 org di kelahiran sekarang atau ada penjelasan yg lain? Tolong kasi bocoranx

Pertama sekali yang harus dibedakan adalah reinkarnasi dengan tumimbal lahir ( kelahiran kembali )

reinkarnasi biasanya masih disertai dengan memory ( ingatan pada kehidupan yang lalu ) yang menyebapkan orang tersebut masih bisa mengingat kejadian masa lalu seperti nama, tempat dan yang lain.

sedangkan jika tumimbal lahir ( kelahiran kembali ) maka semua memory akan terhapus, maka dari itu orang tersebut tidak akan dapat mengingat apa yang terjadi pada kehidupan yang lalu.

,,selain manusia , tumbuhan dan hewan juga mengalami renkarnasi,,buktikan jumlah Hutan dan hewan skg mulai punah,,! bayangkan aja,,gemana bumi nantinya, yg akhirnya tiba namanya pralaye(kiamat) yg meleburnya lagi.

Jawabannya sederhana, Padma Purana menyebutkan ada 8.400.000 jenis makhluk hidup di dunia. Mulai dari kuman, serangga, rumput, anjing, sapi, singa, gajah hingga manusia. Kita, sesuai perbuatan, pikiran dan ucapan kita, dapat lahir dengan bentuk badan salah satu di antara 8.400.000 jenis makhluk hidup tersebut. Adakah yang pernah menghitung jumlah hewan atau tumbuhan di dunia ini? Tentu tidak ada. Pertambahan jumlah penduduk adalah karena jiwa dari hewan atau tumbuhan mengalami peningkatan dengan hidup dalam badan manusia.

Kitab Sarrasamuccaya menyebutkan, mendapat badan manusia adalah kesempatan terbaik dalam mencapai pencerahan sehingga kita tidak lagi mengalami kelahiran ulang atau reinkarnasi. Hanya dengan badan manusialah kita dapat belajar tentang jati diri dan keinsafan diri. Jadi, mari sama-sama merpergunakan kesempatan menjadi manusia ini sebaik-baiknya.

Zaman terbagi menjadi empat yang disebut Catur Yuga, setiap zaman, kualitas manusia berbeda-beda, semakin waktu berjalan maka kualitas manusia semakin merosot. Saat ini adalah zaman yang paling merosot yang disebut Kali Yuga, The Age of Chaos, zaman kekacauan atau zaman besi. Nah, para brahmana pada yuga-yuga sebelumnya memiliki kemampuan untuk meningkatkan derajat hewan. Dengan pelafalan mantra-mantra Veda, brahmana zaman dulu dapat membawa atman dari hewan menuju hal yang lebih baik, misalnya menuju surga atau alam moksa. Tetapi, zaman sekarang kualitas brahmana menurun sehingga kurban hewan tidak pantas dilakukan di zaman Kali ini. Jadi, hewan dan tumbuhan setelah mendapat badan manusia barulah bisa memenuhi kebutuhan spiritual untuk mencapai pembebasan atau moksa.

Srimad bhagavatam 12.3.52:
“krte yad dhyayato visnum
tretayam yajhato makhaih
dvapare paricaryayam
kalav tad hari-kirtanat”

(Hasil manapun yang diperoleh pada zaman Krta (Satya) dengan cara semadi kepada Visnu, pada zaman Treta dengan cara menghaturkan korban-korban suci, dan pada zaman Dvapara dengan melayani kaki padma Tuhan (pemujaan kepada Arca), dapat juga diperoleh pada Kali-Yuga ini dengan cara mengucapkan nama suci Tuhan Sri hari).

Semoga Informasi dapat bermanfaat bagi kita semua  untuk menuju kebangkitan Hindu dalam diri anda.


Om shanti shanti shanti om...

Sumber: 
https://www.facebook.com/groups/321745277873661/permalink/534490816599105/

Artikel Terkait

12 comments:

  1. pertanyaannya salah nike bos...mungkin pertanyaan yang tepat begini ? ...Kalau semua orang moksa dan tidak mengalami keliharan kembali kenapa populasi manusia di bumi ini semakin bertambah ? pertanyaannya lebih kepada penguatan kepada Takdir tuhan atau kehendak Tuhan...

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. hehehe tapi jawaban yang kita berikan sudah sangat tepat,kenapa saya katakan tepat ?...orang non hindu tidak mengetahui atma manusia dan binatang dan juga tumbuhan adalah sama...karena dalam faham non hindu ruh/roh adalah nafas Tuhan berarti memiliki perbedaan 100% yang tidak mungkin mencapai Tuhan (moksa)/manunggal/menyatu dan hanya sampai alam sorga untuk menerima pahala(hasil dari perbuatan baik)

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. Dalam pandangan Non Hindu Ruh/roh adalah ciptaan Tuhan tapi dalam pandangan Hindu Atma adalah percikan Tuhan yang merupakan bagian dari Tuhan ibarat air dan embun,embun tidak disebut air tapi pada intinya embun adalah bagian dari air dan jika embun itu menetes dalam air maka bersatulah air dengan embun menjadi air onyangan.keto konE

    ReplyDelete
  7. Tuhan itu Maha Kuasa, Maha Pencipta dan Maha Segalanya, maka tidak semua manusia yang hidup sekarang ini ada karena reinkarnasi atau tumimbal lahir. Justru yang baru hidup sekali jauh lebih banyak dari yang mengulang hidup lagi.Inilah ke Maha Segalanya Tuhan Yang Tiada Tara dan Tiada Terkira (Jawa: Tan Kinaya Ngapa).
    Bahkan Tuhan tiap saat menciptakan planet planet baru di alam semesta yang tiada batas ini. Hal ini dikatakan oleh Doktor doktor Fisika dan Astronomi bahwa alam semesta itu memuai atau mengembang terus. Jadi Tuhan tidak pernah berhenti mencipta, termasuk mencipta manusia yang baru pertama kali hidup didunia! Ini jumlahnya jauh lebih banyak daripada yang hidup kembali yang kedua, ketiga, keempat, kelima, dstnya.

    ReplyDelete
  8. mudah2han hukum karma phala makin cepat berjalan
    astungkara
    swaha
    jay,,,,,,,,,

    ReplyDelete
  9. om swastiastu..jawaban yang selama ini saya cari.

    ReplyDelete
  10. Saya ingin berbagi cerita kepada anda bahwa saya ini HANDAYANI SAID seorang TKI dari malaysia dan secara tidak sengaja saya buka internet dan saya melihat komentar IBU DARNA yg dari singapur tentan AKI SYHE MAULANA yg telah membantu dia menjadi sukses dan akhirnya saya juga mencoba menghubungi beliau dan alhamdulillah beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor toto 6D dr hasil ritual/ghaib dan alhamdulillah itu betul-betul terbukti tembus dan menang RM.230.000 Ringgit ,kini saya kembali indon membeli rumah dan kereta walaupun sy Cuma pembantu rumah tanggah di selangor malaysia , sy sangat berterimakasih kepada AKI SYHE MAULANA dan tidak lupa mengucap syukur kepada ALLAH karna melalui AKI MAULANA saya juga sudah bisa sesukses ini. Jadi kawan2 yg dalam kesusahan jg pernah putus asah, kalau sudah waktunya tuhan pasti kasi jalan asal anda mau berusaha, ini adalah kisah nyata dari seorang TKI, Untuk yg punya mustika bisa juga di kerjakan narik uang karna AKI MAULANA adalah guru spiritual terkenal di indonesia. jika anda ingin seperti saya silahkan kunjungi situs/website AKI MAULANA ~>KLIK DISINI<~  yg punya rum terimakasih atas tumpangannya.

    ReplyDelete
  11. kitab Hindu dibagi 2 Sruti dan Smirti:
    Sruti yang berarti didengar Smirti yg berarti dirasakan.
    Didalam Sruti ada Weda dan Upanishad yang paling tinggi (Otentik) benar" suci.
    Di Smirti ada Ramayana, Mahabarata, Manusmirti, Purana, dll dan dibuat oleh manusia makanya banyak kontradikisi.
    Jika ada kontra di Smirti dg Sruti, ikuti Sruti.
    Kalo ngshare artikel dari Weda dan Upanishad gan. Di Weda nggk ada bilang reinkarnasi, justru bertentangan dg weda kalo reinkarnasi. Baca Weda mu, agama kok ikut"an.

    Jika agan baca Rigveda Buku ke 2 hymne 1 : 109
    agan akan tau kebenaran.

    ReplyDelete

Boleh berkomentar panjang lebar, silahkan!Tulisan ini mungkin sinis tapi mudah-mudahan bisa memberi pengertian dan kesadaran untuk lebih mencintai Agama,Tanah Air, Bangsa dan Nusantara. Mencintai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Darma Mangrwa, budaya serta peninggalan-peninggalan leluhur seperti Candi-candi, Pura, Puri, Purana ataupun yang lainnya.