Renungan


Translate

Bagaimanakah Hindu-Bali Akan Datang

Sungguh Ironis sekali...keadaan sekarang ini terutama terutama sodara-sodara kita yang ada Di Pulau Dewata. Begitu Kompleks permasalahan yang dihadapi...hingga melakukan Upacara saja mesti harus ribut dan belum lagi Kejadian baru-baru ini Di Bangli yang membuat saya sendiri tercengang dan tertegun dan Permasalahan adat lainnya...Apakah begini sekarang ini Hindu-Bali sama sodara sendiri saling Sikat?? Hidup ini sudah sangat sulit kenapa di tambah sulit " Dalam blog ini saya pernah menulis tentang ADA APA DENGAN ADAT dan HINDU ? Mungkin dalam tulisan itu anda bisa menyimak dengan apa yang terjadi sekarang ini...dan apa yang saya khawatirkan itu benar-benar terjadi dimana anda bisa baca Aspek Kelemahan Hindu-BALI . Sebenarnya Kita sebagai generasi penerus Hindu harus bisa berpacu dengan waktu menghadapi pertentangan adat ini...marilah kita melakukan perubahan dan bangkit untuk menyongsong masa depan yang lebih baik dan kuat. Jangan hanya bisa DIAM...dan berani dengan Sodara kita sendiri Permasalahan yang serius sebenarnya udah didepan mata kita..

1. Serbuan Pendatang yang semakin membludak, dan tanpa ada penyelesain sehingga sodara dan nyame beraye kita jadi hengkang contoh : Denpasar mungkin kalian sudah liat..denpasar sekarang ini. Semua berubah bisa anda liat saat Galungan tidak ada sama sekali Namanya PENJOR yang dulunya begitu indah dan berderet banyak dijalan-jalan. silakan anda buktikan dan melihatnya sendiri nanti...

Kute

2. Banyak sekali Pelecehan terhadap Hindu-Bali...mungkin bisa anda liat lewat Facebook dimana itu dilakukan tanpa ada penyelesaian.
3. Di Jembrana sekarang ini Orang Hindu-Bali dilarang menjual Babi. WOw...ada apa dengan Jembrana??? apa terjadi disana sodaraku..kemana orang-orang kita. silakan anda pikirkan...Mengenai larangan ini saya tau melalui BALI TV.

Dan masih banyak sekali permasalahan lainnya..tapi kenapa kita saling hantam sendiri dengan sodara...Lihatlah kenyataaan Hindu-Bali ini bagaimana kedepannya jika terus begini. Bangkit lah..segera lakukan perubahan dan reformasi adat dan awig-awig yang tidak sesuai dengan keadaan sekarang ini..Belum lagi sodara-sodara kita yang ada di luar...begitu banyak tekanan hingga konflik lainnya...Kita ini akan menjadi apa?

Coba lihat umat lainnya yang diluar kita..begitu hebatnya mereka berpacu dengan keyakinannya...Kita ( Hindu-Bali ) hanya DIAM..

Bagaimanakah Hindu-Bali akan datang?...silakan anda renungkan dan pikrikan....

terima kasih

Artikel Terkait

4 comments:

  1. Lagian masa jualan babi dan makan babi, kan byk penyakitnya dan tdk baik utk kesehatan manusia. Mengenai penjor itu hanya adat, mana yg urgen agama apa adat? kalo anda katakan dua2nya ya pantes saja agama hindu bali tdk aplikatif utk manusia dibelahan2 bumi lain, yg jd terpencil sendiri, beda sendiri hanya jd tontonan unik para turis saja akhirnya. Apa itu yg dibanggakan? Agama bkn tontonan dan objek turisme, agama adalah yg menghubungkan manusia dgn Tuhan nya, menghubungkan manusia dgn manusia, menghubungkan manusia dgn alam dan peradaban. Org hindu bali aja yg ditonton turis2 sampai lupa org hindu india kok gak ada jd tontonan2 bgt.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jika babi tidak baik kesehatan manusia , kenapa Vaksinnya di pake ? aneh banget ya.., Penjor kok adat sih ? Penjor itu Ritual Keagamaan terutama di hari raya galungan , mensukuri hasil bumi yg di persembahkan secara tulus iklas. wahh meragukan sekali sih anda ? Hindu di INDIA dan Hindu di BALI berbeda bro..karena itu HINDU disebut UNIVERSAL dimana mana bisa menyatu sesuai dgn Keadaan Daerah itu. Bukan unik tapi Hebat. Bali yg sekecil itu terkenal di seluruh dunia seperti MAJAPAHIT kecil yang Kuat.

      Delete
  2. nice gan,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

    ReplyDelete
  3. mudah2han hukum karma phala makin cepat berjalan
    astungkara
    swaha
    jay,,,,,,,,,

    ReplyDelete

Boleh berkomentar panjang lebar, silahkan!Tulisan ini mungkin sinis tapi mudah-mudahan bisa memberi pengertian dan kesadaran untuk lebih mencintai Agama,Tanah Air, Bangsa dan Nusantara. Mencintai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Darma Mangrwa, budaya serta peninggalan-peninggalan leluhur seperti Candi-candi, Pura, Puri, Purana ataupun yang lainnya.