Renungan


Translate

Akibat Pindah Agama Menurut HINDU

Om Swastiastu...

Pindah agama kadang juga disebabkan kurang peduli orang tua terhadap anak-anaknya terutama yang kurang mengetahui dan memahami tentang HINDU. Ini banyak terjadi di nusantara ini terutama bagi anak gadis yang di ambil non Hindu, tapi tidak menutup kemungkinan juga dari laki-laki Hindu berpindah ke lain hati dengan alasan berbagai macam yang mungkin kalian sudah tahu sendiri. 
Prinsip predana ikut purusa disalah artikan. Jika anak perempuan harus ikut suami walau suami beragama bukan Hindu. Padahal yang dimaksud adat bahwa istri ikut suami adalah bukan agamanya melainkan mengikuti adat yang masih berdasarkan Hindu.


Untuk itu saya akan membahas di dalam blog ini akibat berpindah agama, yang mungkin dapat bisa memberikan pencerahan dalam hati kalian wahai ' generasi Muda Hindu Nusantara ' . Banyak sekali kejadian kejadian saya temukan setelah berpindah agama malah menjelek-jelek kan agamanya yang terdahulu dengan mengganggap keyakinannya yang sekarang "Lebih Benar" tanpa tau akibat dari perpindahannya itu.

Hukuman atau Akibat bagi yang meninggalkan Hindu Sesuai Weda antara lain :
1. Setelah Ajal Tiba Atamannya Tidak akan pernah mencapai alam kebahagiaan, kesempurnaan, dan tujuan tertinggi yaitu moksa.
Kata-kata ini tersurat dalam Bhagavadgita Xvi.23 "Ia yang meninggalkan ajaran-ajaran kitab Suci Veda, ada dibawah pengaruh kama (napsu) tidak akan mencapai kesempurnaan, kebahagiaan dan tujuan tertinggi".
Mantram ini memberikan tuntunan agar kita jangan meninggalkan kitab suci veda hanya karena menuruti nafsu (kama) maka ybs tidak akan selamat.
Bisa jadi orang yang meninggalkan Hindu di dunia ini dia bahagia, tetapi dapat dipastikan kelak Atmannya akan terseret ke lembah Neraka Dalam Bhagavadgita XVI.19 disebutkan juga : " Mereka yang kejam membenci Aku, adalah manusia yang paling Hina, yang Aku campakkan tak henti-hentinya penjahat itu ke dalam kandungan raksasa".
Kalau kita renungkan mantram ini menekankan orang yang pindah agama atau keluar dari agama Hindu sama artinya membenci Brahman, sehingga kelak atmannya patut dicampakkan lembah neraka. Itu akibat perbuatannya sendiri seperti tersirat dalam Atharwa veda II.12.6 " Perbuatan jahat orang yang berdosa membuat kehidupannya tersiksa"
2. Setelah Ajal Tiba Atmannya akan tenggelam ke lembah Neraka.
Dalam Manawa Dharma sastra VI.35 " Kalau ia telah membayar 3 macam hutangnya (Kepada Brahman, leluhur dan orang tua) hendaknya ia menunjukkan pikiran untuk mencapai kebebasan terakhir. Ia yang mengejar kebebasan terakhir ini tanpa menyelesaikan tiga macam hutannya akan tenggelam ke bawah.
Karena dia sudah meninggalkan agama Hindu berarti dia tidak bisa lagi membayar 3 macam hutangnya (tri Rna) , karena mereka tdk mengakui adanya Tri Rna ini. Sering kita melihat orang yang pindah agama saat orang tuanya meninggal dia memakai pakaian adat, dia melakukan sembahyang Hindu saat orang tuanya di aben, padahal dia sudah bukan hindu.
Keluarga mereka menerima seolah-olah tidak ada beban, demikian pula masyarakat tidak perduli melihat hal tersebut. Kalau dikeluarganya mengerti Hindu tentunya yang pindah agama tersebut tidak akan diperbolehkan menyembah orang tuanya, karena akan menghambat jalannya Atman orang tua menuju alam Leluhur dan alam para Dewa.
3. Setelah Ajal Tiba Atmanya tidak akan ketemu jalan menuju Swargaloka.
Dalam Bhagavad gita III.35 " Lebih baik mengerjakan kewajiban sendiri walaupun tiada sempurna daripada dharmanya orang lain yang dilakukan dengan baik, lebih baik mati dalam tugas sendiri daripada dalam tugas orang lain".
Kita sebenarnya telah beragama hindu sejak Atman, Roh dan Jiwa diceptakan Brahman, bukan saat kita dilahirkan, karena kita percaya dengan reinkarnasi / samsara punarbhawa. Berarti sejak Brahman menciptakan kita selama itu pulalah kita telah beragama Hindu. Bisa jadi kita atman telah berusia ribuan tahun, berarti karma wasana sudah melekat juga sejak ribuan tahun.
Kalau seseorang beragama Hindu sejak Atman diciptakan Brahman, lalu pindah ke agama lain, maka karma wasana di agama lain tidak ada artinya, karena dikumpulkan dalam waktu singkat kendati pun dilakukan dengan disiplin dan ketat.



Sejak dalam kandungan kita telah beragama Hindu. Nenek moyang kita juga beragama Hindu. Bahkan seluruh umat manusia pada awalnya beragama Hindu seperti disebut dalam bhagawad Gita berikut :

Sribhagawan uwaca
Imam wiwaswaite yogam, proktawan aham awyayam, wiwaswan manawe praha, manur ikswakawe’ brawit. Ewam paramparapraptam, imam rajarsayo widuh, sa kalena ‘ha mahata, yogo nastah parantapa. Sa ewa ‘yam maya te’dya, yogah proktah puratanah, bhakto ‘si me sakha cati, rahasyam hy etad uttamam (BG.1-3)

Artinya;
Sri Bhagawan bersabda
Ajaran abadi ini (weda) Aku turunkan kepada WIWASWAN, wiwaswan mengajarkan kepada MANU dan Manu menerangkan kepada IKSWAKU. Demikian diteruskan turun temurun, para Raja resi mengetahuinya, ajaran ini lenyap di dunia bersamaan dengan berlalunya masa yang amat panjang. Yoga yang tua itu pulalah (weda) yang kuajarkan kepadamu sekarang sebab engkau adalah pengikut dan kawan-Ku, sesungguhnya ini sangat rahasia.

MANU (yang menerima ajaran kitab Weda pertama kali) adalah leluhur umat manusia sehingga seluruh keturunannya disebut MANUSIA. Kitab Weda yang diajarkan kepada beliau-beliau inilah yang kembali diajarkan kepada Umat manusia saat ini.

Seperti dikatakan sendiri oleh beliau dalam Bagawad Gita. XV.15 berikut :  Weda ntakrid wedawid ewa ca ‘ham/ Akulah pencipta weda dan Aku yang mengetahui isi weda. Kitab Weda disebut juga  sastrawiddhi atau sastra brahman karena berasal dari Hyang Widdhi/Brahman/Tuhan YME.

Mereka yang mencela dan menyimpangkan kitab Weda, dan tidak mengikuti ajaran Weda adalah orang-orang bodoh  yang tidak tahu jalan kebenaran dan kehilangan kesempatan untuk mengetahui kebenaran abadi (BG.III.32)

Sedangkan mereka yang selalu mengikuti ajaran Weda dan selalu melaksanakan perintah-perintah kitab Weda dengan penuh keyakinan dan bebas dari kepentingan duniawi akan dibebaskan dari perputaran karma (dibebaskan dari Hukum Karma dan Reinkarnasi) seperti sabda Sri Krisna dalam Bagawad Gita.III.31 berikut :
Ye me matam idam nityam anustisthanti manawah, sraddhawanto ‘nasuyanto mucyante te’pi karmabhih.
Mereka yang selalu mengikuti ajaran-Ku dengan penuh keyakinan dan bebas dari keterikatan duniawi, mereka juga akan dibebaskan dari belengu karma. (bebas dari kelahiran kembali/Reinkarnasi).

Ananyas cintayanto mam, ye janah paryupasate, tesam nityabhiyuktanam, yogaksemam wahamy aham.(BG.IX.22)
Mereka yang selalu menuja-Ku, merenungkan Aku selalu, kepada mereka Ku bawakan segala apa yang mereka tidak punya dan akan Ku lindungi segala apa yang mereka telah miliki.

Setelah Sodara baca tentang Pemahaman di atas, Sejatinya kita semestinya bisa bertahan dalam mengendalikan diri baik Perempuan maupun Laki-laki karena dengan Berpindah agama akan menyebabkan dan mengakibatkan sesuai dgn KARMA kita di dunia ini. 

Artikel Terkait

144 comments:

  1. Sloka tsb diatas diwahyukan sebelum ada agama lain terbentuk. Menurut saya kata dharma lebih tepat diterjemahkan sebagai kebenaran bukan agama. Wahyu tsb diwahyukan utk seluruh manusia tanpa perkecualian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. siipp bro, jgn ikut2an cara mereka.

      Delete
    2. Kita umat Hindu tidak ikut-ikutan cara mereka..tetapi itulah sebenarnya yg termuat dalam sastra (Weda). Selama ini umat Hindu telah dibohongi oleh para penulis Hindu (Kaum Indologis) diantaranya Max Muller Cs. Para Indologis sengaja menterjemahkan kitab-kitab Weda utk menyesatkan pemahaman Umat thd kitab Weda. Spt AYU WERE SIDHI PALANIA diterjemahkan AYUEWERE TAN SIDDHI PALANIA. CATUR WARNA diterjenahkan 4 Warna Kulit (ras). Oleh krn itu saya menyarankan supaya Kitab-Kitab Weda terjemahan Max Muller yg dipakai acuan selama ini supaya dikaji Ulang.

      Yah sastrawiddim utsrijya, selama ini oleh para penulis Hindu (Max Muller Cs) diterjemahkan " Mereka yg meninggalkan kitab-kitab suci" padahal sudah jelas disebut adalah SASTRAWIDDHIM yaitu SASTRA DARI HYANG WIDDHI maksudnya tegas adalah WEDA, ini Untuk membedakannya dengan SASTRAMANAWA (MANAWA DHARMA SASTRA).

      Diterjemahkan = Kitab-kitab suci jelas dengan tujuan menyesatkan, krn Injil dan Alquran juga termasuk kitab suci...jadi dengan menterjemahkan nya menjadi kitab-kitab suci..maka Max Muller dkk mengarapkan Umat Hindu punya toleransi thd Injil dan mau menerimanya.

      Federick Maximilian Muller, Sarjana keturunan Jerman, Anggota Gereja Kristen Oxford tahun 1851, menerima bayaran sangat tinggi dari East Indian Company untuk setiap lembar terjemahkkan Weda. Surat Max Muller tertanggal 25 agustus 1856 dan tanggal 16 Desember 1868 mengungkapkan fakta bahwa Max Muller ingin membawa kekristenan di India dan menyingkirkan agama Hindu. (www.encyclopedia of authentic Hinduism).

      Delete
    3. saya setuju dengan bapak eka, dharma jangan diartikan agama, karena pada dasarnya hindu adalah sanatana dharma yaitu ajaran tentang kebaikan dan kebenaran. jika itu merupakan ajaran sudah tentu tidak harus ada pengkotak-kotakan manusia berdasarkan agama.
      satu contoh: jika seseorang suka membantu sesama, walaupun dia seorang muslim/kristen/buda, bukankah dia berarti sudah melakukan satu ajaran yang dianjurkan oleh kitab weda, dan bukankah dia juga pasti mendapatkan pahala yang baik dari tuhan. jadi jika tuhan saja tidak membedakan kenapa kita harus membedakan orang berdasarkan agamanya.
      jadi klo menurut saya kita sebagai umat hindu jangan ikut-ikutan seperti agama tetangga yang sangat gemar membedakan orang berdasarkan agama sehingga menyatakan kafir tidak akan masuk surga/diluar agamanya tidak ada keselamatan.
      saya justru sangat bersyukur menjadi pengikut hindu dimana ajarannya lebih mengedepankan perilaku daripada embel-embel agama, jadi kedewasaan spiritual bisa kita dapatkan di hindu.
      mohon maaf jika ada yang tidak berkenan.

      Delete
    4. Assalamu alaikum…wr.wb... saya ingin berbagi cerita kepada teman-teman yang pecinta togel,bahwa dulunya saya TKI di singapura yang terlantar buat makan aja sangat susah,dan alhamdulillah setelah saya hubungi AKI SUNDOSO saya bisa pulang kampung dan memulai hidup yang baru,ini semua berkat bantuan AKI SUNDOSO.karna angka ritual yang di berikan beliau saya bisa menang togel yang 4D singapura yaitu ( 3813 ) saya menang 297.juta syukur alhamdulillah kini sekarang saya sudah buka usaha sendiri,saya ucapkan banyak terima kasih kepada AKI SUNDOSO..tampah bantua dari AKI saya tidak bisa seperti sekarang,bagi teman-teman di indo maupun yang terlantar di luar negri mau mengubah nasib seperti saya silahkan HUBUNGI AKI SUNDOSO di NO: {-082-347-539-177-} karna AKI SUNDOSO dengan senang hati membantu memperbaiki nasib anda,sebab angka ritual di berikan AKI SUNDOSO di Jamin terbukti 100% akan keluar,atau silahkan buktikan sendiri karna kesempatan tidak akan datang kedua kali…terima kasih banyak AKI WASSALAM

      dijamin 100% jebol saya sudah buktikan...sendiri....






      KLIK DISINI - >>>>> ANGKA TEMBUS SINGAPURA HARI INI <<<<<













      Delete
  2. dharma adalah kebenaran yg hakiki layaknya Hindu Dharma di nusantara ini.

    ReplyDelete
  3. tyg suka tulisannya... wl ada teman yg kurang sependapat, tp tyg pribadi mendukung blog ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Suksme, bro. pro dan kontra wajar selama masih berjalan utk generasi berikutnya.

      Delete
  4. Kabar mengenai banyaknya umat Hindu yang beralih ke agama lain memang menghawatirkan bagi sesama kita umat Hindu dan cukup membuat kita mengelus dada sendiri. Tapi menurut hemat saya, jangan sampai umat Hindu ikut menjelek - jelekkan institusi agama lain dan bertahan dengan cara mengeksklusifkan Hindu.

    Kebenaran tiga kerangka dasar kita : Tatwa, Susila, dan Acara adalah hal yang harus dijunjung. Tiga kerangka tersebut tetap satu apapun agamanya. Bila ingin melihat perbedaan yang mencolok dengan agama lain mungkin tidak ada agama lain di Indonesia dengan ritual seperti Hindu dan tidak ada kepercayaan panca sradha di agama lain.Tiga kerangka inilah yang perlu kembali diingatkan, kalau perlu dikontemplasikan pada para umat yang akan beralih agama.

    Adanya fenomena yang katanya banyak umat hindu beralih agama lain menurut saya perlu dikaji secara sosiologis, sebab dunia saat ini sangat terbuka dan Bali yang menjadi pusatnya Hindu di Indonesia seperti tanpa proteksi dari para pendatang, sementara Hindu memiliki umat sangat minoritas (jika diperbandingkan dengan agama lain).

    Kalau boleh jujur di forum ini, saya masih baru berkeyakinan Hindu, sudah mantap tapi belum sudhi wadhani karena masih melihat situasi keluarga. Saya beralih karena secara sadar dan rasional, naluri saya sesuai dengan isi tiga kerangka tersebut.

    Semoga pandangan saya memberi perspektif berbeda dan berada di jalan damai.

    Salam. Om santi, santi, santi, om

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya haturkan terima kasih dgn De Marhendra atas koment sodara di blog saya ini walaupun banyak kekurangnnya. Mengenai Judul blog yang saya angkat di atas hanya sekedar mengingatkan kpda generasi yg akan datang.

      Delete
  5. Bagus bro topiknya , saya banga dengan generasi muda yang peduli dengan Jati dirinya ,Karena apa orang yang Pindah keyakinan itu sama dengan penghianat yang mana Mereka sudah lupa siapa jati diri mereka sesunguhnya ibarat anak yang GAK mengakui ibu kandungya durhaka .

    ReplyDelete
  6. Siapapun yabg meninggalkan kawitan akan hancur.

    ReplyDelete
  7. Saya setuju penguatan srada kita terhadap weda melalui pencerahan. Tapi penafsiran sloka sloka weda seperti yang anda sebutkan di atas haruslah berdasar atas bisama sulinggih artinya pendalaman yang mendalam, sehingga kita tidak terkesan arogan memvonis manusia. Mungkin dalil yg tepat adalah tri rna. Hutang kita kepada pencipta dan leluhur

    ReplyDelete
    Replies
    1. artikel ini sebelum di munculkan perlu pengkajian dulu bersama teman spritualis. kalo Bisama itu memerlukan persetujuan banyak pihak dan susah jadi kita mengacu pada Kitab Suci. Suksme atas sarannya..

      Delete
  8. Saya setuju penguatan srada kita terhadap weda melalui pencerahan. Tapi penafsiran sloka sloka weda seperti yang anda sebutkan di atas haruslah berdasar atas bisama sulinggih artinya pendalaman yang mendalam, sehingga kita tidak terkesan arogan memvonis manusia. Mungkin dalil yg tepat adalah tri rna. Hutang kita kepada pencipta dan leluhur

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan untuk menvonis liahat terakhirnya sesuai Karma yg berjalan

      Delete
  9. Menurut saya bagi orng awam bukan agamanya yg mesti terlalu diagungkan. Tapi ajaran kitab suci veda lah. Agama adalah warisan yg mesti dijaga, dan diyakini karena agama adalah cara mencari bekal kematian, veda adalah bekal kematianya.

    ReplyDelete
  10. salah satu kelemahan umat hindu adalah kurangnya pemahaman ajaran agama hindu sejak dini hal inilah memungkinkan lemahnya fondasi dari seseorang untuk memeluk agama hindu. jangankan kita yang seorang anak bahkan orang tua kita pun setiap kita tanya masalah agama jawabannya ANAK MULE KETO,,,,,SASTRA WAYAH NE DE.. DE ANE KETO KETO TAKONANGE,,,, nah dari hal inilah hendaknya kita yang sudah mengenyam pendidikan dan dengan pesatnya teknologi hendaknya mulai untuk mencari dan mempelajari secara mendalam baik melalui media sosial atau berkunjung ke pusat pusat pengkajian weda yang nantinya dapat disebarkan kepada adik adik kita yang sangat perlu akan pengentahuan agama hindu, yang paling penting adalah mulai mencari sloka sloka Bhagavad gita yang dapat merangsang dan memperkokoh keyakinan terhadap agama Hindu,,,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Patut pisan pak gede agus tyng setuju 100% usul tiyang desa pakraman lebih diberdayakan,phdi & pandita segra duduk bersama cari solusinya,astungkara

      Delete
  11. salah satu kelemahan umat hindu adalah kurangnya pemahaman ajaran agama hindu sejak dini hal inilah memungkinkan lemahnya fondasi dari seseorang untuk memeluk agama hindu. jangankan kita yang seorang anak bahkan orang tua kita pun setiap kita tanya masalah agama jawabannya ANAK MULE KETO,,,,,SASTRA WAYAH NE DE.. DE ANE KETO KETO TAKONANGE,,,, nah dari hal inilah hendaknya kita yang sudah mengenyam pendidikan dan dengan pesatnya teknologi hendaknya mulai untuk mencari dan mempelajari secara mendalam baik melalui media sosial atau berkunjung ke pusat pusat pengkajian weda yang nantinya dapat disebarkan kepada adik adik kita yang sangat perlu akan pengentahuan agama hindu, yang paling penting adalah mulai mencari sloka sloka Bhagavad gita yang dapat merangsang dan memperkokoh keyakinan terhadap agama Hindu,,,,,

    ReplyDelete
  12. interpretasi yang ngawur...
    Ikut2an radikal...
    semua agama bagus....tergantung yang menjalankan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. tidak semua agama itu bagus walaupun benar tergantung yg pribadinya sendiri

      Delete
    2. saya tidak ikut ikutan radikal, malah harus di sampaikan agar mereka semua tau. suksme, bagus tidak nya suatu agama tergantung dari orang dan kitabnya itu menurut saya sendiri. jika semakin pintar seorang beragama seharusnya moral dan spritualnya semakin mantap, tapi kenyataan di lapangan di luar logika.

      Delete
    3. betul..tidak semua agama bagus

      Delete
    4. saya bangga dengan tulisan di atas pemuda hindu harus bangkit..harus melek...dan saya tidak setuju dengan Ketut suarnata yang bilang interpretasi yang ngawur...
      Ikut2an radikal...tolong hargai tulisan generasi hindu( sanggah pedidi nyen orin maktinin) kutipan leluhur

      Delete
    5. Menurut Saya semua agama itu bagus, kadang orangnya aja kurang bagus (akal). wkwkwkwkwkwk

      Delete
    6. semua agama bagus tapi leluhur kita harus tetap di hargai... dengan meninggalkan hindu secara otomatis mereka meninggalkan hindu dan leluhur khususnya budaya Bali..dgn istilah mesoda di sanggah PAIBON...tempat kita menjunjung leluhur.....barang siapa yang melupakan leluhur baik nenek moyang apalagi orang tua...akan mengalami kemelaratan sepanjang hidup.

      Delete
  13. Kalo yg terjadi sebaliknya bagaimana?
    Orang luar menikah dengan orang hindu dan ikut hindu apa ada gininya juga min ?
    Mohon di bantu pencerahannya
    Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jika situasina sprti itu alngkah baik dipertimbangkan dr segi kpercayan orng tersebut krn menyesuaikan dari agama orng itu.. Namun jka situasinya pernikahn bda agama lbh baik kta mniru budaya india yg menikah dengan beda agama namun tidak ikut satu asama lain.. NAmun berbeda dlm satu atap hidup rukun dan saling toleransi

      Delete
    2. ikut Hindu atau agama apapun yg resmi di nusantara ini sudah di jamin dgn UUD 45. Jika sodara memeluk HINDU silakan baca dulu BG semoga ada pencerahan. di tekankan Hindu bukan misionaris itu saja.

      Delete
    3. Gk sesuai ucapan comment dengan ucapan penulisan di blog nih mimin.
      D Blog ikut agama lain di kata di benci.
      Giliran klo ada agama lain ikut ke hindu suruh baca dll dulu.
      Knpa gak jawab di benci / di suka min??
      Hmmmmm

      Delete
    4. Sbnerny trgntung pada dri msing" aja smua agama tu mngjarkan baik klo jlek itu trgntung dri msing" pmbawaannya aja.. cntoh dalam kluarga sya sndri ayah sya hindu asli bali dan ibu sya muslim asli klimantan tpi krna kdua pihak tdk sling memaksa untuk pndah agma akhirnya mreka tetep pda agma msing" smpai skrang n trnyta bner" indah kita dlam kluarga sling tleransi sprti skrang jika hri raya glungan yg nyiapain bnten ibu sya dan jika puasa ayah srta sya stidakny ikut brpuasa atau mnghrgai.. krna prbdaan itu sbnernya indah..heee.. maaf sdikit brbgi crta..

      Delete
    5. Saya tekankan lagi Hindu bukan agama misionaris, Siapapun yang masuk Hindu maka Hukum Karma Pasti berlaku karena sebelumnya kita di sumpah dgn Sudiwedani dimana disana terdapat juga Panca Srada. dn perlu diingatkan juga yg masuk Hindu tidak semuanya mesti membenci sekarang belajarlah utk ke Iklasan diri sodara dlm melaksanakannya. Masalah benci ato Suka dengan sodara yg lain itu relatif, saya tekankan juga Masuk Hindu bukan berarti harus mengikuti adat Bali. Jadi teruslah belajar dgn tulus dan iklas. maka dari itu saya suruh membaca BG. terimakasih.

      Delete
  14. Kwewh ngitungang... bagaimana klw dalam keluara itu brontak... otomatis klw mau ngalah ya keluar.. yen sing keluar.... jeg cara ci2ng berung, seh dini , seh ditu... tapi... sy punya keyakinan tuhan ada dimana2.

    ReplyDelete
  15. tapi min, bagaimana jika orang yang pindah agama tersebut dia malah menjadi semakin baik, mendekatkan diri dengan tuhan dan mentaati semua aturan tuhan. apakah hukum diatas masih berlaku utk org trsbut?
    dan dia pindah agama bukan karena nafsu dan pasangan yg beda agama, tp krn niat dri hati. itu bagaimana?
    mohon jawabanya admin, krn saya tidak tahu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kemarin saya dijelaskan tentang pri laku bunuh diri karena byk ditemukan umat kita melakukan Bunuh Diri dan ternyata setelah di kupas dikatakn oleh seorang Pedande bahwa hukumnya 600 tahun tidak bisa renkarnasi menjadi manusia.

      jadi saya hanya bisa mengatakan Hukum KARMA tetap berjalan baek di sengaja maupun tidak di sengaja.

      Delete
    2. Jawaban dan pertanyaan tidak sesuai

      Delete
    3. jawabannya nyambung lah,,sodara.Karma seseorang dilihat dari baek dan buruknya jika baek akan mendapatkan kebaikan jika buruk akan mendapatkan akibatnya..simple kan. masalh iklas maupun tidak iklas konversi agama terjadi pasti ada sebab dan akibatnya jadi prosesnya sesuai judul.

      Delete
    4. Kan pertanyaanya pindah agama dan semakin yakin dengan agama barunya prilakunya berubah semakin baik, kok jawabjya prilaku bunuh diri? Nyambungnya dimana?

      Delete
    5. berarti anda yg tidak bisa mengerti arti bahasa arti terakhirnya bahwa KARMA tetap belaku..

      Delete
    6. Kok malah saya yg gak ngerti, gaknusah bawa" KARMA, pertanyaannya pindah agama dan semakin yakin dgn agama barunya, apa hubunganya sama bunuh diri? Bunuh diri itu perbuatan dosa gak ada bagus"nya, kalo pindah agama belum tentu selama dia yakin dgn agama barunya dan merubah prilakunya menjadi semakin baik? Hubunganya dimana? Saya liat jawaban anda utu banyakan ngaco, semua jawaban terlihat copy paste dari buku atau kitab tanpa ada penjelasan dari anda sendiri

      Delete
    7. Artinya itu sama saja dengan bunuh diri jika melakukan pindah agama itu artinya,,sodara sendiri yang terlalu aneh bagi saya. jika memang itu benar itu semakin baik dgn dgn agama barunya berarti KARMA yg dulu sebelum Pindah agama akan tetap berjalan. Tolong kalo nggak ngerti jgn Koment ya bro...pelajari keyakinan anda sendiri dulu. terimakasih.

      Delete
    8. kalo memang seperti itu apa itu atas pendapat anda sendiri, kata org atau bersumber dri weda?

      Delete
    9. @ Co'on Punk. Pindah agama sama dengan bunuh diri??? saya hanya bisa tersenyum mendengarkannya :-) Lebih mirip bunuh diri bila kita salah mengartikan kebaikan yang kita pelajari :-)

      Delete
    10. Menurut saya pandangan K-grab bali bagus, memandang semua agama secara universal,, sejatinya memang begitu,,
      Tapi ada hal yang memang sgt terikat dengan hal" tertentu jika berpindh keyakinan, seperti di bali sendiri kita sgt mempercayai dgn adanya leluhur, leluhur merupakan jembatan atara tuhan dn manusia, jika di pandg secra universal tuhan mmg tdk terbatas oleh apapun apa lg memerlukan perantara,, namun di bali sendiri memiliki budaya dan tradisi yang sudh di percaya dri turun temurun, bawha sejatinya kita hidu disini memang ada ikatan karma antara manusia yang satu dgn yang lainnya, begitu pula dgn keluarga termasuk leluhur, dan bali sgt percaya dgn adanya sekala dan niskala,,
      Mungkin maksun co'on punk disini, apa bila kita berpindh agama sementara kita msh ada ikatan karma dgn keluarga dn leluhur, maka bisa dikatakan itu sm dgn bunuh diri, dgn banyk kasus terutama saat laki" sebagai purusa penerus keturunan dlm keluarga memutiskn untk pindh agama maka, kemungkinan akan mengalami kesakitan krena tidk menjalankan karma yang seharusnya ada ikatan dgn keluarga dn leluhur...

      Kurang lebih seperti itu maksudnya....
      Dn jika dipandg scra universal, apabila pidh agama semakin kusyuk dgn agama barunya, itu umumnya terjadi kpd perempuan krena biasanya perempuan bali yang sudh menikah dn mengikuti suami scra otomatis akn putus hubungan secara niskala dgn kelurga dn mengalami ikatan baru dgn keluarga baru... sedikit share menurut pandangan saya,,
      Suksema

      Delete
    11. Emang ts keliatan cuma baca terus di copas gak ditelaah dan dijabarkan lagi

      Itu fungsinya kita diberi akal oleh tuhan, biar gak asal telen apa yg kita baca

      Delete
    12. This comment has been removed by the author.

      Delete
    13. Pertanyaan yang cerdas! Saya sangat senang jika ada orang Hindu yang bisa berpikir kritis seperti anda.
      Jadi begini,semua agama memang pada dasarnya sama-sama baik.Namun dibandingkan agama yang lain,agama kita yang paling unik.
      Kenapa?. Karena agama hindu tidak hanya menyembah tuhan saja.Dia juga menyembah dewa,dan bahkan juga leluhur.
      Jadi jika kita sebagai seorang Hindu pindah agama ke agama lain,otomatis kita akan mengabaikan sembah ke para dewa ataupun leluhur yang telah berjasa melahirkan kita semua.
      Karena agama lain tidak mengajarkan untuk menyembah leluruh kita sebagai ucapan terima kasih atas jasa-jasa mereka.
      Bukankah itu tindakan yang durhaka?Semoga saudara memikirkannya....
      Megacinta.
      Radiantha Wedagama

      Delete
    14. Agama lain bukan nggak mengajarkan untuk menyembah leluhur, dan mereka masing" agama punya alasannya, jgn disamain sama pikiran anda, apa yg anda alami berbeda dgn orang lain, jadi pribadi jgn dijadikan patokan utama

      Delete
    15. Jawaban admin jga saya rasa agak sdikit kaku, bagi orang awam apalagi yg bukan Hindu pasti menganggap bahwa tidak ada sangkut pautnya antara pindah agama, bunuh diri dan karma
      Kalo menurut saya sih, kenapa mesti pindah agama?apa agama awal anda tidak mengajarkan kedamaian atau memberikan ketenangan sampai ingin pindah agama?
      Bisa disimpulkan sih, dia tidak menemukan ketenangan dari agama awalnya mngkin karena adat yg dirasakan kaku, kurangnya pemahaman/pendalaman agama dan akhirnya melihat keyakinan orang lain dirasakan lebih indah jadi tergiur
      Opini saya ini bukan hanya untuk penganut Hindu saja, karna saya pikir smua agama didunia ini pasti mengajarkan umatnya kebaikan dan spesialnya sebuah keyakinan itu untuk penganutnya sendiri yang telah mendalami keyakinan tersebut, spesialnya sebuah keyakinan bukan untuk membanding - bandingkan satu sama lain
      Supaya kita bisa tetap menjaga namanya kedamaian
      Dunia sudah banyak ributnya brow, jgan nambah2 lagi untuk hal2 yg kyak bgini, saat ini senggol dikit aja sudah main bacok
      Saran saya, cintailah apa yg sudah dari awal milikmu sebaik mungkin sebelum berniat mencicipi milik orang lain

      Salam damai damai damai

      Delete
    16. setelah baca koment di atas..dan berdasarkan artikel blog ini.
      Hukum ini berlaku bagi Purusa dan Perdane . suka tidak suka. karma itu tetap berjalan.

      Delete
  16. Om swastiastu

    Apa tafsiran yg anda simpulkan relevan dgn arti dr sloka diatas? Mungkinkah itu kontradiktif dgn sloka brikut?

    (Bhagavad Gītā, 4.11)
    Jalan mana pun yang ditempuh seseorang kepada-Ku,
    Aku memberinya anugerah setimpal. Semua orang mencari-Ku
    dengan berbagai jalan
    .
    (Bhagavad Gītā, 7.21)
    Kepercayaan apapun yang ingin dipeluk seseorang,
    Aku perlakukan mereka sama dan
    Ku-berikan berkah yang setimpal supaya ia lebih mantap

    Mhon koreksi jika ada ksalahan. Matur suksme :) Om santhi santhi santhi om

    ReplyDelete
    Replies
    1. BG 4.11 yang sodara sampaikan sudah pernah saya bahas dgn teman spritualis byk di salah artikan terutam di putar balikan oleh oknum oknum misionaris yg dgn gampangnya mereka mengutip itu. jelas di katakan dalam inti BG dan ayat tsb di maksud adalah jalan Bakti Yoga, Karma Yoga, jnana yoga, dan Raja Yoga inilah yg dimaksud sebagai jalan itu. jgn salah diartikan dgn lainnya.

      Mengenai BG 7.21 sudah ada perubahan dalam BG yg diartikan sesuai aslinya silakan download dulu karena memang ada perubahan dgn BG yg dulu edisi cetak yg dilakukan DEPAG.

      Suksme atas komentnya dan kritisinya

      Delete
    2. mohon maaf sebelumnya jika bahasa saya yang awam tentang agama,
      dikatakan sebelumnya bahwa dapat dilakukan dengan jalan bhakti yoga, namun apakah yang terkategori sebagai bhakti yoga hanya dilakukan secara hindu? saat bersembahyang dengan cara lain apakah tidak terkategori sebagai bakti yoga?
      untuk karma yoga, menurut saya dalam agama apapun kita, selama kita mengamalkan ajaran agama yang selalu mengarah kearah kebaikan, apapun agama yang kita peluk tidak masalah..
      mohon penjelasannya terima kasih

      Delete
    3. Kalau pendapat saya pribadi jalan manapun yang dijalani sama saja. Tergantung kita meyakininya. Yg jelas jngan berbuat jahat dan berbuat baiklah pada orang lain. Dosa atau tidak hanya tuhan yang tahu. Manusia hanya menafsirkan, jnganlah kita mencela kepercayaan dan keyakinan orang lain selama yg dituju juga sama yaitu Tuhan, Brahman.
      Suksma.

      Delete
    4. mungkin ini bisa menjelaskan sedikit tentang Bakti Yoga :

      Bhakti Marga Yoga
      Bhakti artinya cinta kasih. Kata bhakti ini digunakan untuk menunjukkan kasih kepada objek yang lebih tinggi atau lebih luas cakupannya. contoh: kepada orang tua, para leluhur, para dewa, Tuhan Yang Maha Esa. Kata cinta kasih digunakan untuk menunjukkan cinta kepada sesama manusia atau mahluk di bawah mansuia : kawan, keluarga, pacar, tetangga, rekan kerja, binatang, tumbuh-tumbuhan, alam samesta ini. Jalan Bhakti Marga: jalan untuk menuju Tuhan Yang Maha Kuasa dengan menggunakan sarana RASA. Orang yang melakukan jalan bhakti disebtu Bhakta.
      Sivananda (1997:129-130) menyatakan bahwa bhakti merupakan kasih sayang yang mendalam kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang merupakan jalan kepatuhan atau bhakti.
      Bhaktiyoga disenangi oleh sebagian besar umat manusia. Tuhan merupakan pengejawantahan dari kasih sayang, dan dapat diwujudkan melalui cinta kasih seperti cinta suami kepada istrinya yang mengelora dan menyerap segalanya. Cinta kepada Tuhan harus selalu diusahakan. Mereka yang mencintai Tuhan tak memiliki keinginan ataupun kesedihan. Ia tak pernah membenci mahluk hidup atau benda apapun, dan tak pernah tertarik dengan objek-objek duniawi. Ia merangkul semuanya dalam dekapan tingkat kasih sayangnya.
      Kama (keinginan duniawi) dan trisna (kerinduan) merupakan musuh dari rasa bhakti. Selama ada jejak-jejak keinginan dalam pikiran terhadap objek-objek duniawi, seseorang tidak dapat memiliki kerinduan yang dalam terhadap Tuhan. Atma-Nivedana merupakan penyerahan diri secara total setulus hati kepada Tuhan, yang merupakan anak tangga tertinggi dari Navavidha Bhakti, atau sembilan cara bhakti. Atma-Nivedana adalah Prapatti atau Saranagati. Penyembah menjadi satu dengan Tuhan melalui Prapatti dan memperoleh karunia Tuhan yang disebut Prasada. Bhakti merupakan suatu ilmu spiritual terpenting, karena mereka yang memiliki rasa cinta kepada Tuhan, sesungguhnya kaya. Tak ada kesedihan selain tidak memiliki rasa bhakti kepada Tuhan.
      Dari caranya mewujudkan, bhakti dibagi dua yaitu

      1. Para bhakti
      2. Apara bhakti.

      Para artinya utama; jadi para bhakti artinya cara berbhakti kepada Hyang Widhi yang utama, sedangkan apara bhakti artinya tidak utama; jadi apara bhakti artinya cara berbhakti kepada Hyang Widhi yang tidak utama. Apara bhakti dilaksanakan oleh bhakta yang tingkat inteligensi dan kesadaran rohaninya kurang atau sedang-sedang saja. Para bhakti dilaksanakan oleh bhakta yang tingkat inteligensi dan kesadaran rohaninya tinggi.
      Ciri-ciri bhakta yang melaksanakan apara bhakti antara lain banyak terlibat dalam ritual (upacara Panca Yadnya) serta menggunakan berbagai simbol (niyasa).
      Sedangkan Ciri-ciri bhakta yang melaksanakan para bhakti antara lain sedikit terlibat dalam ritual tetapi banyak mempelajari Tattwa Agama dan kuat/berdisiplin dalam melaksanakan ajaran-ajaran Agama sehingga dapat mewujudkan Trikaya Parisudha dengan baik dimana Kayika (perbuatan), Wacika (ucapan) dan Manacika (pikiran) selalu terkendali dan berada pada jalur dharma.
      Bhakta yang seperti ini banyak melakukan

      1. Drwya Yadnya (ber-dana punia),
      2. Jnana Yadnya (belajar-mengajar),
      3. Tapa Yadnya (pengendalian diri).

      Delete
    5. ## ## Karma Yoga adalah jalan untuk menuju Tuhan dengan sarana kerja (perbuatan) yang tulus iklas tanpa pamrih. Dalam pandangan Vivekananda, hal ini berarti ‘bekerja untuk kerja itu sendiri’, terlepas dari segala bentuk ikatan (egoisme) atau ikatan terhadap hasil kerja, karena segala bentuk keakuan ‘aku’ dan ‘punyaku’ adalah penyebab segala kesusahan, segala bentuk keakuan akan membuat manusia terikat kepada sesuatu dan manusia itu akan hidup sebagai budak. Semakin sering seseorang mengatakan ’ini aku’ dan ‘punyaku’ akan semakin banyak belenggu yang yang mengikat dan semakin banyaklah perbudakan-perbudakan. Oleh karena itu, menurut Vivekananda, Karma Yoga mengajarkan kepada manusia untuk menikmati segala keindahan gambaran-ganbaran dunia, tetapi jangan mempersamakan diri kita dengan salah satu diantaranya.

      Menurut Vivekananda, baik buruknya perbuatan yang dilakukan, kedua-duanya akan mendatangkan akibat, pekerjaan-pekerjaan itu akan selalu menghasilkan Karma. Perbuatan baik membawa kebaikan, perbuatan buruk mengakibatkan keburukan. Tetapi baik dan buruk itu merupakan ikatan bagi jiwa manusia, bilaman kita tidak terikat pada suatu perbuatan, maka perbuatan itu tidak dapat mengikat kita.

      Mungkin itu saja dulu yg bisa paparkan disini, semoga bisa bermanfaat, terimakasih.

      Delete
    6. TOLOL ADMIN NYA. CUMA BISA COPAS MULU.....
      HOAMS....

      Delete
  17. Pernahkah qta berfikir bahwa agama yg skrng qta peluk adalah berdasarkan keturunan...
    Pernahkah qta coba membuka diri untuk mencari keyakinan yang sesungguhnya dengan "mempelajari" dari agama lain....
    Agama di peluk dengan keyakinan, bukan karna paksaan atau terpaksa. Perpindahan agama semua ada resikonya di dunia tpi jgan lantas manusia berhak memutuskan hukuman yg sudah d alam yang berbeda.
    Kesalahan, kebenaran, hukuman & kebahagian hanya Sang Pencipta yg berhak akan itu. Manusia tak berhak mengadili...

    ReplyDelete
    Replies
    1. memang bukan manusia yg menjustice dan Hindu bukan seperti tetangga sebelah mungkin sodaraku sudah tau, diisni dlm artikel ini admin hanya menyampaikan informasi sesuai dgn apa adanya tanpa harus memaksa utk menuruti dll ataupun radikal, silakan jalani sesuai Karma Pala kita di dunia ini.

      Delete
  18. mohon maaf sebelumnya, saya adalah wanita hindu yang masih benar-benar dangkal dan awam dengan ajaran agama hindu.
    saya masih bingung juga dengan hal ini. bagaimana jika suatu saat saya akan menikah dengan seorang lelaki yang berbeda agama?

    Dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Terkait Pasal 2 ayat 1 UU No 1 Tahun 1974 yang berbunyi "Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu"

    Dengan adanya undang - undang tersebut maka banyak pihak yang sangat terpaksa harus memilih salah satu agama yang hendak dipeluk, karena kita tidak bisa mendaftarkan pernikahan jika kita memeluk agama yang berbeda. Dalam hal ini kebanyakan pihak wanita yang kalah.
    Sedangkan disisi lain di dalam lubuk hati yang paling dalam sebenarnya sangat enggan untuk berpindah agama apalagi sudah ada hukum yang berlaku dalam kitab Weda seperti diatas.
    Bagaimana bila ini terjadi pada saya? mohon pencerahannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. di dalam Blog ini ada artikel tentang yg sodari alami mugkin bisa dibaca baca dulu,,karena kami tau kebanyakan wanita hindu yg berpindah ternyata tidak iklas hanya berdasarkan CINTA maka itu kami perlu menyampaikan informasi tentang ini, ataupun ketika berpindah malah berbalik luarbiasa menjustice agama yg terdahulu. semua itu terjadi karena kurangnya pemahaman akan HINDU sendiri dan orang tua yang kurang memberikan bimbingan terdahulunya.
      Kami tidak bisa menjustice ataupun menyalahkan Sodari tentang itu semua,
      silahkan sodari renungi dan pahami karena jika demikian akan terjadi tarik menarik nantinya. apapun yang terjadi KARMAPALA itu pasti berjalan. banyak yg ingin kami certakan silakan baca disini

      1. Peranan-wanita-didalam-hindu-dan-weda
      2. Kutemukan Cinta (Sebuah Perjalanan, Proses Pencarian Jati Diri: Islam, Kristen, Hindu)

      Rahayuu..semoga apa yg menjadi beban selama ini bisa tercerahkan.Suksme..namaste..

      Delete
  19. OSA... Saya salah satu yang menjalankan pernikahan beda agama karena suami saya HIndu dan saya masih memegang ajaran agama saya.. dan selama menjalankan pernikahan kami yang sudah berjalan cukup lama kami tidak menemukan perbedaaan sama sekali dalam agama hanya caranya saja yang berbeda karena TUHAN itu hanya 1.. maaf kalo saya salah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Om Swastiastu ibu indrie , terimakasih atas masukannya. tetapi semestinya menurut lebih baek bernaung dalm satu payung , jika masing masing mempunyai payung sendiri jaln yg di tempuh pun akan berbeda ataupun akan saling tarik menarik nantinya. Banyak kami temui yg seperti ibu tapi akhir ceritanya sangat menyedihkan. Semoga apa yg dijalani sekarang bisa tetap langgeng. suksme.

      Delete
    2. Diatas sana tidak ada yang namanya agama :-) yang penting kita memiliki agama sebagai peggangan menuju jalan kebaikan dan kebenaran. Tidak ada tarik menarik toh disana kita dikumpulkan jadi satu sebagai makhluk ciptaannya.

      Delete
    3. Setuju sama K-Grab Bali, tulisan" kyk begini nih sedikit bertentangan dengan tenggang rasa dan toleransi beragama... ujung"nya malah permusuhan..

      Delete
  20. hidup damai dalam perbedaan..
    berbeda cara dan jalan... namun satu dalam pencapaian
    saya sangat menghargai hal itu.... begitu juga sebalik nya.

    salam damai

    ReplyDelete
  21. Weda = Ilmu suci yang mengajarkan Dharma (bukan kitab)

    Meninggalkan Weda yang dimaksud bukanlah meninggalkan agama,
    tapi meninggalkan kebenaran.

    Setiap agama berasal dari Tuhan,

    setiap agama mengajarkan Dharma.
    .
    .
    .

    Tapi, kalau orang yang sudah mendalami Weda yang diajarkan di Agamanya (agama apapun),
    saya yakin tak akan ada niat untuk pindah.

    Seorang teman saya pernah berkata:
    "Mau pindah agama sah-sah saja, itu pilihan.
    Tapi, sejauh mana kita mengerti ajaran agama kita,
    hingga berusaha pindah dengan alasan apapun?

    Di kasi yang ini saja belum beres,
    mau masuk yang lain.

    Nanti, di sana belum beres,
    mau pindah lagi?"
    .
    .
    .
    Svami Vivekananda mengatakan bahwa Hindu adalah Ibu dari semua agama,
    karena memang Hindu ada sebelum yang lainnya (bahkan bukan orang Hindu yang menamakan Hindu)

    Ada 4 jalan yang ditawarkan Hindu:
    -Bhakti Marga: Mencapai Tuhan melalui Bhakti (Cinta kasih) kepada Tuhan. Jalan ini yang juga digunakan dalan Islam.

    -Karma Marga: Mencapai Tuhan dengan tindakan (bekerja, aksi sosial) yang dipersembahkan untuk tuhan. Jalan ini yang juga digunakan oleh Kristen.

    -Raja Marga: Mencapai Tuhan dengan pengendalian diri (samadhi, puasa) hingga menemukan Tuhan yang ada di dalam diri. Puncak jalan inilah yang disebut Budh (terbangun/tersadarkan), sehinggga orang yang mencapainya disebut Budha.

    -Jnana Marga: Mencapai Tuhan dengan mendalami Weda (setiap agama memiliki Weda, yang tercantum di kitab sucinya). Semua agama menganjurkan jalan ini.

    untuk orang Hindu: Mengapa harus pindah, jika kita sudah dengan Ibunya?

    Untuk semua agama: Mengapa harus bergeser, jika toh sama benarnya?

    Mengapa harus seragam, jika 'Berbeda Itu Indah'?

    Salam Damai.
    ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. mencapai tuhan dlm hindu ygt tertinggi adalah Moksa bersatunya atman dan Brahman,,bukan mengejar pahala ataupun sorga.

      Kami sudah bosan dgn tanggapan contoh yg sodara berikan kembali kepada alur sesuai artikel ini. jika ingin bertanya tentang semua itu silakan bergabung ke forum kami. terimakasih atas contoh yg sodara berikan, kami diam bukan berarti kami tidak mengetahuinya atu tdk tahu tp arah anda sodara sudah melenceng dlm artikel kami.

      Delete
    2. Assalamual wr. Wb.. Saya islam dan insyaa Allah ijinkan saya share sdikit..
      Iya mmg betul semua Agama dari Tuhan dan kita meyakini Tuhan hanya 1 dan satu2x yg patut di sembah hanyalah Tuhan. Semua agama mengajarkan kebaikan dan kebenaran, tapi maaf.. Al quran kitab suci umat islam yg di turunkan kpd Nabi muhammad saw sbg nabi terakhir dan Islam adalah penyempurna agama2 lain. Dan maaf, dlm kitab suci Al quran di jelaskan bhw kitab2 yg ada skrg sprti weda, injil dll,, sudah tdk murni lagi, para pemain dahulu kita bnyak yg sdh mengubah isi kitab2 terdahulu.. Seperti kedatangan Nabi Muhammad yg sbenarx tertulis dalam kitab terdahulu telah di rubah, hingga keturunan ygda skrg ini sdh Tdk mempercayai kedatangan Nabi Muhammad. Maaf sekali lagi, apa yg saya sampaikan hanya sekedar share.. Bukan menggurui, tp alangkah baikx jika kita saling berbagi, saling bertukar pendapat . Saya insyaa Allah akan menikah dgn laki2 hindu dan Insyaa Allah akan segera Muallaf.. Bagi pemangku( sebutan Utk Resi) katanya yah.. Mohon komentarnya.. Kita sama2 mengakui Tuhan, keyakinan awalx berbeda, setelah kami menelaah sama2 , akhirnya dia bersedia pindah krn mmg keyakinanx yg berubah. Ia merasa ada lbh damai mengenal islam. Bgaimana pendapat anda. Mohon penjelasanx

      Delete
    3. Good siti Fatimah, kita liat coon punk ngomong apa? Palingncopas lagi jawabannya

      Delete
  22. Menurut saya Beliau tidak sekejam itu menghukum ciptaanNya yg berniat baik dan berkelakuan baik walau dalam ajaran yg berbeda, yang penting ajaran itu bertujuan hanya kepadaNya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. banyak yg mengatakan Tuhan itu hanya satu dan semua agama memiliki tujuan yg sama,, tetapi sayang di lapangan berbeda jauh dgn kenyataannya konversi dan misionaris menjustice satu dgn yg lainnya.. terimakasih. rahayuu..

      Delete
  23. Bli Co'on, lanjutkan kekritisanmu.

    Dengan adanya artikel yang bisa dibaca dan bisa dicomment,

    kita bisa bertukar pikiran,

    dan Astungkara

    bisa mencapai Dharma.


    Masalah Tuhan,

    walaupun hanya membicarakannya,

    saya yakin itu sudah merupakan karma positif (lebih baik daripada kita bicara politik atau membahas gosip terus-terusan)

    Salam Damai.
    :D

    ReplyDelete
  24. Om swastyastu,,

    Saya memiliki teman yg orang tuanya menjalankan 2 keyakinan, ayauhnya seorg hindu ibunya non hindu, tp dlu menikah dgn adat bali..
    Teman sya bersaudara 2 laki-laki, dia dri kecil sudh melakukan acara 3 bualanan, maupun potong gigi bhkan skrg (krna tgl dn berja di bali) jka ada odalan dia jg pulangkampun dan kdg sembhyang, begitu jg dgn diagama non hindu, dia sgt rajin dan jg sudh melalukan syarat" dr agama trsbt..

    Daat sya bertanya yg mana yg dia pilih diaawalnya sgt bingung, namun belakangan dia memutuskan untk ttp di keyakinan non hindu, wajar saja krna dia lahir dan besar dilingkungan ibu yg non hindu dan lbh dkt dgn keluarga ibu, wajr sja krna dia lahir dan besar diluar bali..

    Saya cukup sedih krna setau saya keluarganya di bali adlh keluarga besar dan nenek kakek maupun leluhurnya tersahulu adlh org yg sgt spiritual hindu bali yg sgt kental, walaupun di keluarga besar di bali saat ini terlihat baik" saja mungkin krena sdh berfikir nasionalis,,

    Yg sya takutkn nanti, saat ayahnya tlh tiada dan dia menikh terjadi swsuatu yg mungkin seolah akn diminta pertanggung jwban oleh leluhurnya, shingga di kehidupan ini dia yerjadi gangguan" (sbnrnya sya jg krg tau hal" seperti itu ada atau tdk, tp menurut penuturan teman" sya ada yg diganggu leluhur krna dianggap meninggalkan kewajiban sebagai penerus keturunan)...
    Lalu bagai mana kasus ini menurut anda??

    Suksema,
    Om shanti santhi santhi om

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf sebelumnya agak telat membalasnya karena kesibukan saya.
      Kasus ini pernah saya temui, jadi menurut pendapat saya mungkin saya bisa jelaskan sedikit tentang ADAT di Bali di mana Anak Laki Laki adalah Penerus Keturunan ( Purusha ).

      Coba anda Baca baik baik artikel diatas dimana Manawa Dharma sastra VI.35 " Kalau ia telah membayar 3 macam hutangnya (Kepada Brahman, leluhur dan orang tua) hendaknya ia menunjukkan pikiran untuk mencapai kebebasan terakhir. Ia yang mengejar kebebasan terakhir ini tanpa menyelesaikan tiga macam hutannya akan tenggelam ke bawah.
      Setau saya menurut UU anak bisa memutuskan jika umur 17 thn untuk memilih ikut yg mana.
      Untuk itu apapun keputusan sang Anak adalah mungkin yg terbaik buat Dia, jadi semestinya kita tetap harus menerima dgn Iklas dan bukan utk menyalahkan ataupun membencinya.

      Delete
  25. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kritik anda luarbiasa,,tapi sayang tidak semuanya seperti begitu, jika kami mengulas dari pertama akan panjang sekali,, perubahan berjalan atas waktu jika perubahan tidak dilaksanakan dari dulu Umat Hindu akan tergilas sampe akar akarnya tetapi terbukti Sampai sekarang umat Hindu masih Kokoh di nusantara ini. walaupun tekanan dari jaman dulu kala di lakukan hingga sekarang masih ada yg melakukaannya walau tak terdeteksi media.
      1. tidak diberikan akses Guru agama kepada umat Kita oelh DEPAG ??
      2. melakukan Perubahan Sloka dlam cetakan DEPAG ??
      3. BG sudah bisa didapatkan di toko toko terdekat.
      4. ketika era Gusdur berjanji memberikan kami KITAB SUCI Weda dalam berbahsa indonesia utk di cetak masal utk umat HINDU tetapi DEPAG sampai skg mengklaim DIAM ??
      5. Lontar sudah membudaya di setiap umat melalui pendidikan berbahasa sansekert dalm pasraman yg skg byk didirikan.

      6. masalah rumit atau tidaknya adat berbeda dgn agama tergantung bagaimana tulus menjalaninya.

      terimakasih luar biasa ...rahayu.

      jadi luar biasa tekanan itu

      Delete
  26. Semoga hindu semakin damai.dan kita sebagai generasi mengerti dengan arti hindu sesungguhnya..

    ReplyDelete
  27. mohon maaf admin

    ID saya johnyindo dibajak oleh oknum tidak bertanggung jawab
    saya kemaren memakai warnet di daerah sanur, lupa belum saya log out! ternyata di notifikasi saya ada dipakai buat koment di forum ini!

    6 tahun saya di bali, damai di antara sahabat dan keluarga hindu di bali.

    matur suksema

    ReplyDelete
  28. Saya menikah dgn orang luar dan dia pindah ke agama Hindu...senang dan bangga...yg jd pertanyaan..bagaimana generasi penerus nantinya berhubung kasta "nyerod" dan di minta mepamit dari kemulan saat pernikahan...? Kadang terpikir pindah agama lain, tp hindu sudah mendarah daging..I love Hindu si much...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo tentang Kasta terus ada istilah Nyerod itu hanya berlaku untuk Adat bukan utk Agama, mohon di pahami tentang itu, banyak adat terutama di Bali berbalik jauh dengan sastra Hindu tetapi tidak semuanya. untuk itu saya tekan kan tentang Kasta dalam Weda itu tidak ada tetapi Catur Warna dalam Weda itu ada yg berdasarkan pekerjannya dalm kehidupan ini. terimakasih.

      Delete
  29. Om Swastiastu
    Admin mohon dijawab, apakah semua itu berlaku bagi mereka yang menjadi non hindu karena mereka dilahirkan dari keluarga non hindu ? Secara otomatis mereka yang lahir dari keluarga non hindu itu menganggap agama yang dianut orang tuanya adalah yang paling benar dan seiring berjalannya waktu mereka semakin mempelajari agama non hindu itu secara mendalam?? Mohon dijawab
    Om shanti shanti shanti om

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jika memang aslinya mereka berasal dai Non Hindu,,hukum Karma tidak berlaku bagi mereka. tetapi jika sebelumnya mereke ato orang tua mereka melalui konversi agama menjadi non Hindu maka Karma tersebut berlaku bagi mereka dan keturunannya.

      Delete
  30. OM Svastyastu,

    saya ingin tahu dunk, bagi saya hindhu itu luar biasa, tapi kenapa umatnya masih begitu-gitu saja? kenapa hindhu hanya mengenal hutang atau mahalnya persembahan? pada kemana orang suci? kenapa orang suci berkelana jauh sedangkan pulaunya sendiri belum terisi kebenaran atau memahami penuh veda itu sendiri?
    adakah tempat yang umum untuk bisa belajar mengenal agama lebih dekat? mengerti itu makna hindhu bukan persembahan membludak tapi apa makna di dalam hindu sendiri? saya hindu tapi selalu bingung dengan perbedaan isi dari kitab dengan kenyataan.

    tuhan tidak meminta apapun kepda kita, tapi kita bisa memberikan persembahan apa saja yang kita miliki, tapi kenapa kita atau beberapa orang tidak punya harus rela hidup dan menyelesaikan persembahan dengan hutang?

    adakah orang yang peduli dengan lingkungan kita ini? yaitu hindu sendiri agar lebih tertata dan mengajarkan umatnya untuk bisa mempersembahkan sesuatu tanpa harus di beban hutang?

    adakah yang peduli terhadap umatnya itu sendiri agar memahami atau sikap emosional, sirik agar lebih tertata?

    mungkin pertanyaa saya jauh menyimpang dari topik anda saat ini, tapi saya selalu mencari tahu jati diri hindu itu sendiri. sampai saat ini saya belum mendapatkan informasi jelas....

    OM Santi santi santi OM

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sodara mengingatkan tentang diri saya dahulu kala...Jati diri itu tdk perlu dicari tapi di jalani hingga suatu saat sodara bisa menemukannya.

      Melakukan Yadnya itu tdk harus dgn Berutang sana sini dan juga kita harus bisa memisahkan ADAT dan AGAMA. itu dulu.

      Melakukan persembahan bukan diliat dari besar kecilnya tetapi Ketulusan dan Keiklasan diri dalam melakukan Yadnya walaupun kosong tetapi Hati kita Iklas maka akan sampai juga KepadaNYA.

      Pemahaman akan TATWA selama ini agak kurang dijalani umat kita itu realita mereka hanya tau UPAKARA dan Mule Keto. Dengan TATWA maka SDM hindu menjadi lebih baek dan memahami diri serta bisa mengontrol diri. dan masih byk ada juga Jalan lainnya sesuai dgn WEDA.

      mungkin itu saja, suksme

      Delete
    2. Saya bangga Dengan Anda Co'on Punk, teruskan perjuangan anda, banyak hal yang harus kita benahi.
      Salam Rahayu.

      Delete
  31. Menurut saya penjabaran di atas belum tentu benar, hanya dikait2kan saja... meninggalkan weda bukan berarti maksudnya meninggalkan Hindu tapi mungkin saja meninggalkan keyakinan kepada Tuhan dalam arti tidak percaya lagi dengan adanya Tuhan...
    Menurut saya pendapat saya lebih masuk akal, karena setelah Mereka yg meninggalkan hindu dan memilih agama lain karena pernikahan akan menganut dan terapkan ajaran agama lain yang tentu saja akan mempercayai Tuhan mereka dimana Tuhan itu juga Tuhan kita. Boleh saja kita Hindu Militan tapi Rasional harus kita jaga. Ini pendapat saya pribadi... Suksma

    ReplyDelete
    Replies
    1. Simple WEDA = HINDU , tidak percaya TUHAN itu berbeda menurut saya. tp penafsiran sodara juga masuk terutama buat yg tidak percaya . suksme

      Delete
  32. Saya ingin bertanya mengenai hindu??
    Bagaimana kedudukan tuhan di dalam hindu?
    Apakah hanya ada 1 tuhan atau banyak tuhan di dalam hindu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk kedudukan tuhan dalam agama hindu saya kurang begitu jelas , tetapi tuhan dalam agama hindu itu cuma satu , akan tetapi nama penyebutan nya yg berbeda beda,, sama sperti agama islam , allah itu cuma ada satu, tetapi nama sebutan nya berbeda

      Delete
    2. Allah cuma 1 kali om.
      Gak ada lagi. Sebutan nya jg cuma 1.
      Jadi jngn sok tau gitu dah.
      Gak jelas bener jawab nya.
      Asal ceplas ceplos.
      -_-"

      Delete
    3. Baca artikel lainnya di Blog ini. terimakasih

      Delete
  33. salam Hindu...
    wah saya suka artikel ini. saya setuju dengan isi dalam artikel meski saya kurang paham akan isi dari sloka2 diatas. setelah membaca artikel tersebut ada sesuatu yang mengganjal di benak saya, apakah seseorang lelaki hindu yang nyentana sama artinya dengan meninggalkan agama hindu yang tentunya meninggalkan leluhur, dengan mengikuti leluhur orang lain.. ? bagi kawan2 yang punya ilmu lebih, tolong bagi ilmunya.. trimz

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau saya sndri setuju sama pendapat bli di atas,saya prnh dgr dri teman saya yg nyentana dia mw nyentana tpi gk mw meninggalkan leluhur nya.
      itu sih yg saya tw dri temen.maaf lok kurang jelas.

      Delete
    2. Nyentana adalah ADAT yg berarti bukan harus meninggalkan leluhurnya yg dulu, jadi sodara bisa membedakan adat dan Agama jgn salah kaprah. suksme

      Delete
  34. Tyg suka artikel ini,terimakasi sudah buka pikiran saya.

    ReplyDelete
  35. Tyg suka artikel ini,
    Smoga para pinandita juga Ъϊśå
    Memberi pencerahan sperti ini... biar para umat sedharma bisa lebih yakin!

    ReplyDelete
  36. Tyg suka artikel ini,
    Smoga para pinandita juga Ъϊśå
    Memberi pencerahan sperti ini... biar para umat sedharma bisa lebih yakin!

    ReplyDelete
  37. osa,,,,umat hindu semua
    astungkare,,,artikelnya bagus dan menambah wawasan kita sebagai umat hindu muda. menurut tyg,,,kita sebagai umat hindu muda sudah seharusnya merangkul umat kita tanpa membedakan kasta atau aturan2 yang memberatkan. satu hal yang harus kita galakkan sekarang dan harus kita tularkan ke gerenasi selanjutnya adalah mengingat kewajiban kita sebagai umat yaitu sembahyang setiap hari dan seharusnya 3 kali sehari. karena banyak yang mengaku umat hindu tapi lupa akan kewajibannya. maaf tyg tidak bermaksud untuk menjatuhkan pihak siapapun karena tyg bercerita seperti ini karena yang tyg katakan ini adalah kejadian pada tyg sendiri. tyg mengaku orang hindu tapi terkadang masih lupa utk melakukan kewajiban sebagai umat yaitu sembahyang. mohon di komentari nggih dan kalo ada artikel yang berkaitan tentang sembahyang mari sama2 kita berbagai ilmu dan dibagikan ke umat yang lain. tyg bangga menjadi hindu karena "hindu cinta damai". suksme

    ReplyDelete
  38. veda adalah ajaran, tuntunan dlm hidup, hendaknya lebih obyektif dalam memahami agar tidak menyesatkan. apabila keliru mengartikan, memahami akan jd boomerang bg hindu, lebih2 bg mereka yg telah pindah akan melihat sesuatu yg sangat buruk di hindu. pada prinsipnya ajaran agama semua mengarahkan kebenaran, apapun jalan yg ditempuh utk mencari Beliau, denganpenuh tulus ikhlas akan tetap diterima oleh Beliau.
    mohon maaf kl ad yg tidak berkenan.

    ReplyDelete
  39. veda adalah ajaran, tuntunan dlm hidup, hendaknya lebih obyektif dalam memahami agar tidak menyesatkan. apabila keliru mengartikan, memahami akan jd boomerang bg hindu, lebih2 bg mereka yg telah pindah akan melihat sesuatu yg sangat buruk di hindu. pada prinsipnya ajaran agama semua mengarahkan kebenaran, apapun jalan yg ditempuh utk mencari Beliau, denganpenuh tulus ikhlas akan tetap diterima oleh Beliau.
    mohon maaf kl ad yg tidak berkenan.

    ReplyDelete
  40. veda adalah ajaran, tuntunan dlm hidup, hendaknya lebih obyektif dalam memahami agar tidak menyesatkan. apabila keliru mengartikan, memahami akan jd boomerang bg hindu, lebih2 bg mereka yg telah pindah akan melihat sesuatu yg sangat buruk di hindu. pada prinsipnya ajaran agama semua mengarahkan kebenaran, apapun jalan yg ditempuh utk mencari Beliau, denganpenuh tulus ikhlas akan tetap diterima oleh Beliau.
    mohon maaf kl ad yg tidak berkenan.

    ReplyDelete
  41. Yang pertama saya ingin bertanya.
    Menurut TS TUHAN itu ada berapa? :-)

    Yang Kedua, Saya sebagai orang Bali mengetahui "Sang Hyang Widi" artinya tuhan itu satu tidak terbayangkan dan tiada duanya. Sedangkan Agama adalah identitas kepribadian kita menuju tuhan. Kitab suci manapun (Weda, Injil, Alquran, dll) adalah sumber kebaikan dan pengetahuan yang baik dan benar dalam menuju tuhan. Kamu mau pelajari atau percaya agama apapun yang penting pada jalan kebaikan dan kata hati yang kusuk bukanlah masalah dalam menuju kebenaran. Karena tidak satupun agama di dunia ini salah. Menurut saya agama bukanlah tiket masuk sorga atau neraka, perbuatan dalam menuju kebenaran untuk damai dan sejahtera itulah yang berperan menentukan diri kita sendiri di kemudian hari. Tidak ada yang lebih tinggi tidak ada yang lebih rendah, kita toh sama makhluk ciptaanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. TOLERANSI mengakibatkan dua hal POSITIF DAN NEGATIF.
      setiap agama mempunyai tujuan tetapi dgn arah yg berbeda.

      Delete
    2. POSTINGAN anda pun mengakibatkan dua hal POSITIF DAN NEGATIF

      Delete
    3. saya sangat setuju dengan ini. Toleransi akan berakibat pada damai, tidak menuding yang lain juga tidak mengagungkan punya sendiri.

      Delete
  42. Mantap abadilah Agama Hindu,pahami dan laksanakan sastra filsapat hindu untuk menjaga ke harmonisan pemeluk hindu di mana pun berada,jgn mau terjebak pada argumen2 orang2 yg sok pintar,jaya dan abadilah Hindu untuk selamanya

    ReplyDelete
  43. Mengapa katanya banyak yang pindah agama ? menurut saya karena generasi muda banyak yang belum memahami scr mendalam ttg ajaran hindu yang sesungguhnya,seperti saya sendiri baru di usia limapuluh tahun baru membaca,belajar mendalami dan melihat realita yang ada kemudian coba memahaminya dan mengalisa apa makna arti yang sesungguhnya shg akhirnya pendapat saya adalah bahwa hindu itu pengetahuan mulia-indah luarbiasa shg tertantang untuk terus mecari2.............. dan tiada duanya, astungkara

    ReplyDelete
  44. Bagi saya beragama silahkan saja no problem,akan tetapi ada orang/sekelompok orang/organisai mengaku agamanya yang terbaik,paling benar yang lain salah kafir lagi,waahhh ini benar2 jaman kali/kesemrawutan.kalau begini caranya yakin 100% Indonesia takkan pernah melangkah maju............

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena ada yang menyinggung zaman kali,,,admin siapkan judul barunya tunggu yaa...

      Delete
  45. Saya sangat setuji hal ini.. Bagaimana orang tua saya menceritakan bahwa sudah terbukti di banjar saya pindah.. Hidupnya langsung hancur tanpa arah,tanpa tujuan. Walaupun saya sendiri memiliki kekasih lain agama.. Entah nanti akan saya ajak dia menjadi hindu.. Bagaimana prndapat kalian? Minta saran.. Karena (maaf) saya dulunya punya pacar yg hindu juga.. Selalu berakhir yg mengecewakan seperti.. Saya pernah di tahan polisi akibat pacar saya lari dri rumah,tp saya yg di salahkan. Tp ketika saya punya pacar agama lain.. Tidak pernah ada masalah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu orangnya, jangan digeneralisasikan, hidupnya hancur dan tanpa arah karena orangnya bukan karena pindah agama, jangan karena 1 atau 2 orang terus menggeneralisasikan 1 kelompok besar

      Delete
    2. Apa perlu saya buktikan.. Jika saya harus pindah.. Kalo kamu cuma menilai dari tulisan ya memang seperti bualan.. Saya sudah merasakan sendiri paman pindah.. Akhirnya dia menjual seluruh warisan dan akhirnya miskin tanpa bisa berbuat apa.. Dan akhirnya ia menuntut kembali tanah dari ayah saya.. Dan berakhir dengan dendam yg luar biasa..

      Delete
    3. itu dari INDIVIDUnya. jangan generalisasi

      Delete
    4. bijaklah dalam menyikapi setiap fenomena

      Delete
    5. itulah yang di maksud KARMA,, tidak ada yg kebetulan itu semua hasil karma..segala sesuatunya mesti dipikirkan dgn bijak,,,

      Delete
  46. guys ! namanya juga sharing...
    kalo g d floorkan kan gtau 😁😁
    suksma buat smuanya..
    buat para admin yuk dperbaiki u/ Basil yg lebih baik, wlwpun sulit u/ smpurna 😊 buat temen" pembaca keep update ya..
    infonya brguna banger 😊

    ReplyDelete
  47. Sira je sane ngalahin kawitan be pasti sg melah pejalan idup'e

    ReplyDelete
  48. menurut saya, ajaran agama hindu itu adalah universal, Bhagavadgita ajarannya bisa diresapi siapapun, jika orang beragama hindu yang pindah keyakinan ke agama lain, saya kira tidak akan masuk neraka, jika dia tidak meninggalkan ajaran dharma dan kebajikan.ajaran dharma dan kebajikan dimiliki oleh semua agama. dikatakan meninggalkan ajaran weda menurut saya bukan artinya dia berpindah agama tp meninggalkan ajaran dharma dan kebajikan dalam hidupnya.di Bhagavadgita dijelasan jga bahwa apapun jalammu menujuKU akan aq terima, karena tujuannya tetap kepadaKU.mungkin kta hrus lebih luas memandang bahwa ajaran hindu dharma tidak sebatas memeluk agama hindu tp yg tertinggi adalah penerapan nilai-nilai ajarannya, entah apapun agamanya.krn pd saat kembali yg menentukan kita dimana adalah subha dan asubha karma kita.suksme

    ReplyDelete
  49. di kepercayaan hindu ada juga neraka ya ?

    ReplyDelete
  50. Leluhurku hidupku...
    de ngutang sanggah ngihh...

    ReplyDelete
  51. Tuhan itu satu, Agama adalah jalan untuk menyembah tuhan / ajaran. jangan saling menjelek2an ajaran itu sama artinya kalian menjelek2an tuhan. Diam itu adalah emas.

    ReplyDelete
  52. Cintailah agama sendiri,walaupun terasa sulit dibalik itu pasti ada hikmahnya

    ReplyDelete
  53. agama bukan tujuan,agama hanya salah satu jalan menuju sepiritual untuk manunggal dgn tuhan..tapi dlm prakteknya saling mengganggap agamanya paling benar.kitab sucinya paling ilmiah..Tuhan berada diatas agama,hubungan dengan tuhan bersifat pribadi,semua laku keagamaan seharusnya mnuntun ke jalan tuhan...orang berketuhanan tidak bisa di ukur dari kereligiusannya.jubahnya jenggot,penampilan dll.walau agamanya baik kitab sucinya ilmiah..tapi prilaku budi pekerti ahlaknya buruk...apakah sudah berketuhanan.memang susah namanya jga rua bineda...

    tuhan yg esa bukan agama yg esa..he
    ampura

    ReplyDelete
  54. sy sdh membaca blog dan comment di blog ini tp menurut agama dr keyakinan sy beberapa agama di dunia ini adalah berdasarkan dr Tuhan YME termasuk agama Hindu krn terdapat 1400 nabi yg utus ke dunia utk menyampaikan wahyu kpd umat manusia tp nabi2 tersebut hanya di utus utk kaum pada zaman nya saja,trima kasih

    ReplyDelete
  55. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  56. Ah cuma pintar berteori
    Blm tentu anda lebih baik dr mereka
    Biar jg Hindu klw sembahyang uring2an sama sj UUN (Ujung2nya Neraka_Bos)
    Cang nak bali masen tp cang ink ngugu
    Teori banyak tdk pntg bos
    Amalkan apa yg di ajarkan
    Mereka beribadah dgn baik setelah pindah knp anda mengklai mereka masuk neraka
    Mereka jg mendapat tempat yg layak
    Tuhan maha pengasih bos.. Agama lain bukan ajaran sesat. Jika mereka mengamalkan perintah agamanya, mereka berhak & layak untuk diterima
    Anda agama Hindu jg karna Lahir dr Rahim Hindu. Coba anda lahir dr rahim non Hindu mgkn skrg anda akan senang jika ada yg berpindah kedalam Agama hindu
    Ingat tidak ada agama yg sesat barang siapa yg mengamalkan perintah agamanya maka ia layak diterima
    Tuhan maha pengasih bos tdk sekejam yg anda Paparkan
    #SATYAM_EVA_JAYATE

    ReplyDelete
    Replies
    1. terus ken ken jak TRI RNA dan Karmanya yg terdahulu bos?

      Delete
  57. saya kurang setuju dgn perkataan pindah dari agama hindu itu masuk neraka.
    apalagi ayat yg dikutip tidak sesuai

    dalam Atharwa veda II.12.6 JELAS kok " Perbuatan jahat orang yang berdosa membuat kehidupannya tersiksa "
    jelas.. bukan krn pindah agama, pindah agama bukanlah suatu perbuatan jahat.
    itu cuma klaim pdt2 yang takut tradisi dan budaya
    semakin luntur. apalagi Hindu sendiri bukanlah suatu agama. karena agama tentu memiliki seorang nabi atau pembawa pesan. Adakah seorangpun mengaku pembawa pesan dalam pengertian Hindu sebagai sbuah agama ??

    yo yo yāḿ yāḿ tanuḿ bhaktaḥ
    śraddhayārcitum icchati
    tasya tasyācalāḿ śraddhāḿ
    tām eva vidadhāmy aham
    ( Aku bersemayam di dalam hati semua orang sebagai Roh Yang Utama. Begitu seseorang menyembah dewa tertentu, Aku menjadikan kepercayaannya mantap supaya ia dapat menyerahkan diri kepada dewa itu.)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apakah sebuah agama harus mempunyai NABI ?
      Apakah RESI yg mendapatkan wahyu bukan NABI?

      Karena adanya hukum TRI RNA, bagaimana dengan kewajiban itu ?

      Delete
  58. Saya ingin berbagi cerita kepada anda bahwa saya ini HANDAYANI SAID seorang TKI dari malaysia dan secara tidak sengaja saya buka internet dan saya melihat komentar IBU DARNA yg dari singapur tentan AKI SYHE MAULANA yg telah membantu dia menjadi sukses dan akhirnya saya juga mencoba menghubungi beliau dan alhamdulillah beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor toto 6D dr hasil ritual/ghaib dan alhamdulillah itu betul-betul terbukti tembus dan menang RM.230.000 Ringgit ,kini saya kembali indon membeli rumah dan kereta walaupun sy Cuma pembantu rumah tanggah di selangor malaysia , sy sangat berterimakasih kepada AKI SYHE MAULANA dan tidak lupa mengucap syukur kepada ALLAH karna melalui AKI MAULANA saya juga sudah bisa sesukses ini. Jadi kawan2 yg dalam kesusahan jg pernah putus asah, kalau sudah waktunya tuhan pasti kasi jalan asal anda mau berusaha, ini adalah kisah nyata dari seorang TKI, Untuk yg punya mustika bisa juga di kerjakan narik uang karna AKI MAULANA adalah guru spiritual terkenal di indonesia. jika anda ingin seperti saya silahkan kunjungi situs/website AKI MAULANA ~>KLIK DISINI<~  yg punya rum terimakasih atas tumpangannya.

    ReplyDelete
  59. Yakinlah pada diri dan terus berpegang erat pada keyakinan. Karena keyakinan akan menuntun kita ke arah yg memang lebih baik! Jika anda meragukan keyakinan berarti keyakinan itu akan berubah memjadi napsu, dan akan berujung pada salahnya tindakan yg anda lakukan!

    ReplyDelete
  60. Sebaiknya kalau mengutip kitab Bhagavad Gitanya itu sesuain dengan aslinya, agar tdk terjadi penafsiran ganda, seperti Bhagavad Gita III 32

    ReplyDelete
  61. KEYAKINAN SETIAP AGAMA BERBEDA .

    ReplyDelete
  62. Coba jelaskan,siapa yg bwa ajaran hindu,dan suatu kitab,,firmannya bisa di uji scra sains dn logika,krna kita dikasih pikiran itu untuk mmbandingkn,mna yg bnr dn mna yg salah.
    Yg mmbwa ajarn ISLAM,jelas nbi muhamad
    Dn yg kristen bgi mreka yesus,tpi bgi sya mrka umat kristen mngikuti ajaran paulus,sebab mreka lbih mnuruti kta paulus ktimbang yesus
    Nah,,,klo d hindu,siapa yg bwa

    ReplyDelete
  63. Jika kita percaya Tuhan itu satu, maka tidak ada bedanya apapun agamanya, dan siapapun nama Tuhannya. Setiap mahkluk bebas menentukan jalan hidupnya...

    Yakinlah atas apa yang kamu yakini, dan jangan pernah menghakimi keyakinan makhluk lain. Karena semua makhluk ciptaannya, akan kembali kepadanya.

    So Simple...

    ReplyDelete
  64. Terima Kasih cerita yang di berikan antum sangat bermanfaat ni bagi saya.!

    Seklian Numpang Link : Pengobatan Batu Empedu Tanpa Operasi Laparoskopi

    ReplyDelete

Boleh berkomentar panjang lebar, silahkan!Tulisan ini mungkin sinis tapi mudah-mudahan bisa memberi pengertian dan kesadaran untuk lebih mencintai Agama,Tanah Air, Bangsa dan Nusantara. Mencintai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Darma Mangrwa, budaya serta peninggalan-peninggalan leluhur seperti Candi-candi, Pura, Puri, Purana ataupun yang lainnya.