Renungan


Translate

Filosofi, Arti dan Makna Warna Poleng Menurut Hindu Bali

Om Swastiastu...

Hallooo...para generasi muda hindu seluruh nusantara yang saya banggakan, agak sedikit melenceng sesuai judul tetapi ini adalah ungkapan hati saya setelah sekian kali dan terus menerus terjadi di nusantara ini, belum kering kejadian Di Lampung Selatan sudah ada lagi luka baru di Sumbawa silakan baca ini kerusuhan-berbau-etnis-terjadi-di-sumbawa  sungguh ironis negeri ini. Dimana mana negeri ini sepertinya tidak bisa menghargai lagi arti PANCASILA dan Bhineka Tunggal Ika.
Kita sebagai generasi Hindu semestinya menjadi lebih kuat dan Dharma dalam menerima semua kejadian itu...Karena KARMAPALA akan berjalan seiring waktu yang tidak bisa di lawan maupun dihancurkan, dimana setelah kerusuhan Sumbawa tersebut pihak penegak hukum kembali melakukan Otopsi ulang dengan akhir cerita hasil otopsi tersebut sangat di luar dugaan silakan baca ini dokter-forensik-kematian-arniati-disebabkan-kecelakaan akhirnya  
Satyam Eva Jayate", "pada saatnya kebenaran lah yang akan menang".

Tetapi apa daya setelah semua menjadi abu dan pengungsi yang mencapai ribuan yang menjadi korban yang tidak bersalah. Mudah mudahan untuk berikutnya tidak ada lagi kejadian yang mengatasnamakan SARA di negeri ini. 

Untuk itu marilah kita membahas sesuai judul diatas yaitu Filosofi, Arti dan Makna Warna Menurut Hindu Bali. Para generasi muda hindu kita saat ini yang tidak mengetahui arti warna dan maknanya walaupun sangat sepele ttetapi mempunyai arti yang sangat dalam bagi umat hindu khususnya. Agar nanti jika ada pertanyaan tentang hal tersebut dari si K ataupun I kita bisa memberikan arti yang sesungguhnya mulai dari " kenapa pohon beringin itu dikasi/dililitkan kan kain poleng ? dengan begitu para generasi muda bisa memberikan arti penjelasan yang sebenarnya.


Warna Poleng di Bali mengandung makna yang tersendiri. Secara umum Poleng adalah merupakan perpaduan warna hitam dan putih yang banyak sekali bisa kita temukan di Bali. Warna ini merupakan makna sakral di Bali yang sampai saat ini tetap ajeg dipergunakan dalam simbol-simbol kehidupan budaya orang Bali. Orang Bali sudah terbiasa dengan warna ini dan mempergunakannya dalam keseharian mereka, dan didalam permaknaan dalam kehidupan mereka. Mereka secara sadar ataupun tidak telah ikut menjaga dan melestarikan simbol-simbol budaya para leluhurnya.


Dalam kehidupan orang Bali sebenarnya dikenal ada tiga macam warna Poleng.

Poleng yang pertama, Warna poleng ”Hitam dan Putih” seperti  warna papan catur ini disebut dengan Poleng ”Rwa Bhineda”. Warna Poleng ini terdiri dari warna hitam dan putih yang merupakan simbolik dari Dharma dan Adharma, atau unsur positif dan unsur negatif.


Poleng yang kedua, perpaduan warna antara warna Hitam, warna Abu-abu, dan warna Putih. Warna Poleng ini disebut dengan ”Poleng Sudhamala”. Makna yang terkandung didalamnya yaitu warna Hitam merupakan simbol dari Adharma/ unsur negatif, warna putih merupakan simbol dari Dharma/ unsur positif. Sedangkan warna abu-abu ini merupakan sebagai warna penyelaras dari makna Dharma/ unsur Positif (Warna Putih) dan Adharma/ unsur negatif (warna Hitam).


Warna Poleng yang ketiga, ”Poleng Tridatu” yaitu : kombinasi perpaduan dari tiga warna yaitu : Warna Merah, Warna Hitam dan Warna Putih. Warna Merah dalam ”Tridatu” ini merupakan lambang dari Rajas, sifat energik. Warna hitam dalam Tridatu ini melambangkan Tamas, atau sifat malas dan Warna Putih simbol dari Satwam yaitu kebijaksanaan atau kebaikan. Adapula yang memaknai Warna tridatu ini sebagai perlambang penyatuan dari Tri Murti yang mana warna Merah merupakan simbolik dari Dewa Brahma, Warna Hitam simbolik dari Dewa Wisnu dan Putih merupakan simbolik dari Dewa Siwa.


Warna Poleng secara umum pada masyarakat Hindu Bali biasa kita bisa lihat dan dipergunakan pada pakaian Para Pecalang, pada Kul kul (kentongan), patung-patung Penjaga Pintu Gerbang, atau juga biasanya dipakai oleh para Balian. Kesemuanya itu tadi merupakan perlambang dari Penjaga.



Makna Filosofi dari Warna Poleng, Poleng merupakan kampanye sosial kita kepada masyarakat di seluruh dunia. Dengan makna poleng hendaknya kita sebagai manusia merupakan penjaga bagi kelestarian alam dan warisan tradisi budaya kita. Melalui tema warna Poleng, menyerukan kepada kita semua ’Kita harus berbuat dalam rangka Kelestarian Alam, pelestarian, pengembangan dan penggalian budaya leluhur”. Dengan demikian, kita juga ikut menjaga alam Bali dan Budaya masyarakat Bali khususny.

Harapan kita bersama, Makna Poleng merupakan sebuah kewajiban dan Dharma kita sebagai manusia.

Om Shanti Shanti Shanti Om...
 
Sumber: sujanatanahlot.com

Artikel Terkait

1 comment:

Boleh berkomentar panjang lebar, silahkan!Tulisan ini mungkin sinis tapi mudah-mudahan bisa memberi pengertian dan kesadaran untuk lebih mencintai Agama,Tanah Air, Bangsa dan Nusantara. Mencintai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Darma Mangrwa, budaya serta peninggalan-peninggalan leluhur seperti Candi-candi, Pura, Puri, Purana ataupun yang lainnya.