Renungan


Translate

Sloka GOTAMA SMERTI Yang Disimpangkan!?

Salam Sejahtera dan Om swastiastu...
Inilah salah satu penyimpangan ato yang sengaja di simpangkan oleh pihak pihak tertentu untuk membuat HINDU selalu di deskriminasikan alias di sudutkan dgn cara cara yang sangat mumpuni. Membuat semua orang membicarakan HINDU merasa harus di tinggalkan. Sungguh jalan perbuatan yang tidak bisa kita terima dgn hati iklas. Untuk itu saya mengambil topik ini adalah untuk bisa meluruskan bahwa HINDU sesungguhnya tidak demikian dan juga memberikan informasi kepada generasi muda Hindu kita, inilah sebenarnya Hindu yang merupakan cinta damai. Tapi Sodaraku ini salah satu tantangan di masa depan untuk generasi penerus kita kelak dimana banyak sekali jalan yang mereka gunakan untuk menekan dan meragukan kita tentang Hindu baik itu si I maupun si K. Jadi Bangkitlah Hindu ku semua jgn biarkan ADHARMA terlalu asik akan jalan Kebenarannya utk memaksakan Kebenaran dimana Kebenaran itu bukan untuk dipaksakan dan juga Kebenaran itu belum tentu Benar untuk orang lain yang berbeda keyakinan akan Kebenaran. Mari kita mulai untuk membahas sloka tsb.Salah satunya dari Dharmaçastra, yakni yang ditulis oleh Rsi Gautama pada tahun550 SM., disebut Gautama Smrti, sempat mengundang malu bagi umat Hindu Indonesia. Hal itu, akibat dari dikutipnya salah satu sloka (sloka 12 terjemahan entah darimana). Padahal kitab ini diterbitkan secara resmi oleh Departemen Agama Republik Indonesia (1984/1985), dimana Dewan Penterjemahnya ditetapkan melalui SK. Mentri Agama RI Nomor 26 tahun 1967.

Inilah PLINTIRAN AYAT GOTAMA SMERTI OLEH DINAS TERTENTU
Gotama Smerti berkata:

"Apabila orang Sudra kebetulan mendengarkan Kitab Weda dibaca, maka adalah kewajiban raja untuk mengecor cor-cor timah dan malam dalam kupingnya; apabila seorang Sudra membaca mantra-mantra Weda, maka raja harus memotong lidahnya, dan apabila ia berusaha untuk membaca Weda, maka raja harus memotong badannya." (Gotama Smarti:12)

YANG BENAR ADALAH
"Wedam upa srnwatas trapu jatubhyam srotra prati purana udaharane jihwac chedo dharane sarira bheda asana sayana wak pathisu sama prepsur dandyah satam"
(Gotama Smerti; 12)
ARTINYA :
"Bagi warna sudra (para pekerja) yang ingin mempelajari Weda, supaya berhasil dengan baik yakni dengan mendekatkan pendengarannya mulai dari awal pengertian-pengertian, bahasa dan ucapannya dengan menutup pengaruh dari luar, badan duduk dengan tenang (asana) ditempat belajar dan ucapan diulang-ulang terus menerus sampai akhir."

ENTAH APA TUJUAN DINAS TERKAIT ITU?
APAKAH UNTUK MENJATUHKAN UMAT HINDU DI MATA UMAT "I"?

ATAU UNTUK MENAKUTI UMAT HINDU UNTUK BELAJAR VEDA?

YG PASTI PLINTIRAN AYAT GOTAMA SMERTI 12,ADALAH BUKTI NYATA DISKRIMINASI PEMERINTAH TERHADAP AGAMA MINORITAS...,

Padahal menurut ajaran Hindu veda bisa di pelajari oleh semua orang tanpa terkecuali,bukti hindu ajaran yang universal,ini salah satu ayatnya...,

yathemam kacam kalyanim avadani janebyah, rajanyabyam sudraya caryaya ca svaya carana ya ca'. (yajur veda XXVI:2)

Terjemahan :
Hendaknya disampaikan sabda pengetahuan suci ini (veda) kepada seluruh umat manusia,kepada cendekiawan rohaniawan (brahmana), pemimpin pemerintahan/kemasyarakatan(ksatria), para petani, pedagang dan nelayan (vaisya) serta para buruh dan pekerja (sudra), kepada orang-orangKu dan kepada orang asing sekalipun.

Inilah dari sekian kitab Weda dari bagian Smerti yang sebenarnya masih banyak Sloka yg mereka gunakan dalam artian di plintir plintir makna dan artinya untuk tujuan yang mungkin sudah kalian pahami sendiri skg, bisa anda baca juga disini muhammad-tidak-dinubuatkan-kitab-veda-hindu dan disini muhammad-nabi-hindu yang telah memberikan sanggahan thd argumen argumen yang tidak jelas tentang Hindu. Maka saya hanya bisa merenungkan hal tsb di atas.Mudah mudahan ini bisa memberikan kesadaran kita terutama muda mudi Hindu sebagai generasi penerus kita karena inilah kenyataan sehingga bisa menjadi lebih Kritis, Militan dalam memahami HINDU yang Sejati.Terimaksih. 


Om shanti shanti shanti om...

Sumber by Vedanta Yoga : http://www.facebook.com/photo.php?fbid=218290624896392&set=oa.252975404723203&type=1&theater
Read More...

Kronologi Pewahyuan dan Penulisan Weda

Om Swastiastu...
Apa kabar sodaraku dan temanku ? Sekarang saya ingin mengangkat topik tentang WEDA, karena banyak sekali tetangga sebelah meragukan tentang WEDA kita. Dengan pertanyaan pertanyaan yang sangat sungguh ironis dan sindiran yang halus mereka menyatakan kita ( HINDU ) WEDA tidak Jelas!!?? dan Mengatakan Kitab WEDA itu tidak ada. Mungkin banyak Generasi Muda kita sekarang ini sudah melek melihat perkembangan Zaman yang semakin maju ini. Marilah Sodaraku Bangkitlah jgn biarkan mereka terlalu lama dibiarkan tanpa penjelasan yang pasti. Buktikan bahwa HINDU adalah yang terbaik bagi umat manusia. Maka dari itu saya ingin memaparkan tentang Kronologi Pewahyuan dan Penulisan Weda tapi hanya garis besar saja.  Semoga generasi kita akan datang dapt lebih memahami, Apakah sesungguhnya WEDA itu ?

Menurut beberapa sumber, veda yang merupakan kitab suci ajaran Sanātana Dharma सनातनधर्म pertamakali diwahyukan kedunia kira2 155,52 Triliun Tahun SM. Yang pertama kali diturunkan melalui sabda, sehingga weda tersebut kemudian dikenal dengan sebutan Vedasruti. Sabda suci ajaran – ajaran Veda (Vedasruti) terutama diterima oleh tujuh orang Rsi yang dikenal dengan sebutan Sapta Rsi. Adapun rsi tersebut diantaranya:
  1. Rsi Grtsamada
  2. Rsi Visvamitra
  3. Rsi Vamadewa
  4. Rsi Atri
  5. Rsi Bharadvaja
  6. Rsi Vasistha
  7. Rsi Kanva.
Catur Veda
Merupakan Veda paling pokok/utama (Veda Sruti) yang menggunakan bahasa Daivivak (bahasa para dewa) yaitu bahasa yang tidak digunakan lagi dalam kehidupan manusia saat ini. Bahasa Daivivak sering juga disebut bahasa Sansekerta Veda. Catur Veda (Rgveda, Yayurveda, Samaveda dan Atharvaveda) tersusun dari 20.378 mantra/sloka.
Kemudian, tersebutlah beberapa sloka yang mewajibkan para Maharsi tersebut untuk mengajarkan Veda ini untuk keselamatan dunia. Adapun salah satu dari sloka tersebut adalah:
“Dari Tuhan Yang maha Agung dan kepadanya umat manusia mempersembahkan berbagai yadnya dan daripada-Nya muncul Rgveda dan Samaveda. Daripada-Nya muncul Yayurveda dan Atharvaveda”Yayurveda 3.7.
“Bunga padma yang muncul dari bagian pusar Sri Visnu memuat konsep jasmani gabungan dari semua mahluk hidup. Brahma yang bermuka empat yang mengetahui keempat kitab suci Veda (catur veda), terwujud dari bunga padma tersebut”Brahma-samhita sloka 22.

yathemam vacam kalyanim avadani janebyah, Brahma rajanyabhyam sudraya caryaya, Ca svaya caranaya caYayurveda 26.2.
“hendaknya disampaikan sabda suci ini kepada seluruh umat manusia, cendikawan, rohaniawan, raja, pemerintah, masyarakat, para pedagang, petani, buruh, kepada orang – orangKu dan kepada orang asing sekalipun”
Setelah turunnya sloka tersebut, kira-kira 1,9 milyar tahun SM, barulah para Maharsi menuliskan semua wahyu yang diterimanya. Saat ini Wahyu Veda yang telah ditulis oleh para maharsi tersebut dikenal dengan nama Veda Smrti. Secara umum dapat dikatakan bahwa Veda Smrti merupakan penjelasan mendetail dari Veda Sruti dan juga terdiri dari bagian – bagian yang merupakan panduan dalam melagukan/mengucapkan mantra – mantra dalam Veda.
Veda Smrti ditulis dengan menggunakan bahasa sansekerta. Adapun bagian dari Catur Veda tersebut adalah:
  1. Rgveda, merupakan pengetahuan spiritual yang mencakup Biologi dan pengetahuan tentang kehidupan. Dari sinilah kemudian diturunkan pula “Ayurveda” mencakup ilmu yang berhubungan dengan kedokteran / pengobatan dan kehidupan.
  2. Yayurveda, merupakan pengetahuan spiritual mencakup purusa artha, kewajiban, perbuatan, ilmu militer dan sipil. Dari sini kemudian diturunkan pula “Dhanurveda” mencakup ilmu tentang pertahanan, militer, tata pemerintahan dan sipil/kemasyarakatan.
  3. Samaveda, merupakan pengetahuan spiritual yang mencakup tata cara sembahyang dan seni melantunkan Veda. Dari sini diturunkan “Ghandarwa Veda” yang mencakup ilmu tentang seni, music dan social.
  4. Atharvaveda, merupakan pengetahuan spiritual yang mencakup ilmu astronomi, matematika, geometri, keteknikan, ekonomi dan politik. Dari sini turun “Shilpaveda” yang mencakup tentang astronomi, keteknikan dan ekonomi.
Cara Pewahyuan Veda
Pewahyuan Veda sendiri tidak berakhir hanya dengan pewahyuan Catur Veda, tetapi tetap berlangsung melalui beberapa cara yaitu:
  1. Svaranada, vibrasi suara yang diterima oleh para Maharsi
  2. Upanisad, penerimaan pengajaran dari Paramaatman
  3. Darsana, berlangsung secara gaib / spiritual
  4. Avatara, penjelmaan tuhan kedunia dengan mengambil lila tertentu dengan tujuan menjaga kemurnian ajaran Veda dengan menyabdakan secara langsung.
Setelah diturunkan Catur Veda tersebut kemuadian barulah turun batang tubuh dari Veda tersebut, adapun secara garis besarnya antara lain:
  1. Shikshaa, merupakan ilmu artikulasi/pengucapan dan pelafalan
  2. Kalpa, merupakan uraian/penjelasan dari Veda
  3. Nirukta & Nigantu, merupakan pengetahuan etimologi
  4. Prathisakhya/vyakaran, merupakan ilmu tata bahasa (grammer)
  5. Chanda, merupakan ilmu tentang sajak/puisi dan tata cara pengucapan mantra veda
  6. Jyotisha, merupakan ilmu astronomi dan astrofisika.
Dari kitab – kitab diatas berulah diturunkan kitab veda lainnya.
Kira –kira pada tahun 129,5 juta tahun SM, diturunkan Kitab Suci Veda Smrti yang berisikan tentang hukum, criminal, norma, perdata dan aturan – aturan kehidupan social manusia melalui seorang Rsi yang dikenal dengan nama Vaivasvat Manu. Kitab ini kemudian sering disebut Manusastra.
Konsep pengajaran Veda adalah melalui garis parampara/perguruan yang tidak terputus. Selama jutaan tahun Veda diajarkan secara lisan dan tertulis dari guru ke murid – muridnya.
Pada tahun 3138 SM diwahyukan Bhagawadgita oleh Sri Krisnha. Beliau adalah Avatara tuhan yang turun saat berakhirnya Dvapara Yuga. Melalui Itihasa (epos) Mahabharata, Maharsi Vyasa menyusun kembali kitab tersebut.
Pada akhir “Dvapara Yuga” atau awal “Kali Yuga” Maharsi Vyasa mengkondisikan dan menulis ulang mantra – mantra Veda. Ini dimaksudkan karena, beliau menyadari bahwa ingatan manusia pada jaman Kali yuga ini akan sangat merosot. Beliau memimpin langsung penulisan kembali kitab suci Veda. Beliau dibantu oleh para murid beliau antara lain:
  1. Rgveda, disusun oleh Rsi Pulaha (Rsi Paila)
  2. Yayurveda, disusun oleh Rsi Vaisampayana
  3. Samaveda, disusun oleh Rsi Jaimini
  4. Atharvaveda, disusun oleh Rsi Sumantu.
Demikianlah kronologi pewahyuan Kitab Suci Veda, yang merupakan kitab suci terbesar, terpanjang dan terlengkap yang mencakup seluruh kehidupan dunia saat ini dan bersifat ilmiah. Bila ada yang mengklaim bahwa ada kitab lain yang terlengkap, bisa dibandingkan dengan kebesaran kitab suci Veda. Selamat mencari kebenaran..

-Om a no bhadrah kratawo yantu wiswatah -
semoga pikiran yang baik datang dari segala penjuru..
-Om namo narayana, Om saraswati jaya-
Sembah kepada penguasa alam, semoga pengetahuan murni semakin jaya
Sumber : http://umaseh.com/
Read More...